My Mafia Girl

My Mafia Girl
Semerah tomat



Samuel mengangkat kedua bahu nya seolah tidak peduli dengan nyawa King nya saat ini dan malah menyusul Divna. Kembali ke Garcia dan Bryant, mereka masih bertarung hingga Garcia melihat titik celah untuk mengalahkan Bryant. Dia mengambil celah itu dan membuat Bryant terjatuh dan membuat Garcia mengacungkan pedang nya di leher Bryant.


“Aku menyerah. Kamu sangat hebat, ini pertama kali nya aku mendapatkan lawan yang sepadan” Ucap Bryant tersenyum menatap Garcia tanpa peduli bahwa pedang Garcia berada dekat di leher nya


“Ini juga pertama kali ku mendapatkan lawan yang sepadan seperti anda” Ucap Garcia lalu melempar pedangnya ke tanah


Garcia lalu duduk di tanah dan merebahkan diri nya di atas rumput-rumput rumah nya. Melihat itu Bryant juga mengikuti apa yang di lakukan Garcia dan berbaring di samping Garcia.


“Bulannya sangat cantik bukan?” Tanya Bryant menatap bulan


“Hmm”


“Sama seperti mu” Gumam Bryant namun terdengar oleh Garcia


Garcia tak menjawab nya dan hanya tersenyum tipis menatap ke langit-langit malam yang indah ini. Namun secara tiba-tiba Bryant meringis dan membuat Garcia menoleh ke arah nya. Betapa terkejutnya Garcia ketika melihat darah di bahu Bryant. Dia lupa bahwa Bryant terluka karena melindungi nya dan sekarang dia membuat luka itu terbuka lagi.


“Ahh maafkan aku, aku lupa kalo kau terluka” Ucap Garcia bangkit dari tidur nya


“Bangunlah” Ucap Garcia sambil membantu Bryant untuk duduk


“Aku baik-baik saja, tenang lah” Ucap Bryant ketika melihat wajah panik Garcia


“Tutup mulutmu dan ikut aku. Akan aku obati luka mu” Ucap Garcia berdiri


“Baiklah” Ucap Bryant pasrah dan ikut berdiri


Sementara di gazebo dua orang itu masih memperhatikan Garcia dan Bryant.


“Ehh... Itu bos lu luka nya kebuka loh” Ucap Divna panik


“Tenang aja, itu bukan hal besar buat dia. Dia pernah terluka lebih dari itu” Ucap Samuel dengan santai


“Terus kenapa dia seolah sakit parah tadi?” Tanya Divna yang bingung


Sebenarnya Divna bingung, seorang ketua utama harus memiliki tubuh yang kuat dan harusnya itu memang luka kecil bagi seorang ketua utama. Tapi, melihat Bryant yang seolah sangat kesakitan membuat nya percaya bahwa memang Bryant sedang kesakitan padahal semua itu hanya akting agar Bryant bisa terus dekat di samping Garcia.


“Apa lu gatau kalo King gua suka sama Queen mu?” Tanya Samuel menatap heran Divna


“Itu cuma modus dia doang sih buat deket sama nona Emer, lagian King gua gak selemah itu.” Sambung nya


“Semoga tuan mu bisa mendekati Queen ku” Ucap Divna menepuk pundak Samuel lalu pergi dari sana


Sementara di kamar Bryant, Garcia tengah mengobati luka Bryant dan mengganti perban nya.


“Maaf” Ucap Garcia setelah selesai mengganti perban


“Hei, apa yang kamu katakan?” Ucap Bryant menoleh ke belakang


“Duduklah di sini dan tatap mataku” Ucap Bryant dan Garcia hanya mengikuti nya


“Kamu gak salah, aku melindungi mu memang sudah janji ku. Inget ini! Aku akan tetap menjaga mu melindungi mu meski aku harus terluka parah. Itu janji ku” Ucap Bryant memegang pipi Garcia


Garcia seolah terhipnotis oleh mata Bryant dan hanya mengangguk kan kepala nya. Mereka saling menatap selama beberapa detik hingga akhirnya Garcia tersadar dan langsung melepaskan tangan Bryant dari pipi nya.


“Emm aku pergi” Ucap Garcia gugup dan langsung beranjak pergi dari sana


Bryant hanya diam melihat Garcia begitu saja. Namun saat Garcia menghilang dia justru tertawa sangat kencang melihat wajah merah Garcia barusan.


“HAHAHA WAJAH NYA LUCU SEKALI, MERAH SEPERTI TOMAT” Ucap Bryant yang tertawa keras


“HAHAHAHA harus nya aku abadikan tadii”


“HAHAHAHAHA”


“ADUH PERUT KU HAHAHA”


Bryant terus tertawa hingga perutnya sakit akibat tertawa terlalu berlebihan. Dia akhirnya menjatuhkan tubuh nya ke kasur dengan kencang dan membuat luka nya terasa perih.


“Stsss aduhh aduh” Ucap Bryant meringis


Sementara di kamar Garcia, dia sedang memegang kedua pipi nya yang terasa panas sambil tiduran di kasur. Dia biasanya tidak pernah mengijinkan seorang pria memegang dirinya. Dia juga memikirkan mata Bryant yang begitu familiar bagi nya. Dia seperti pernah melihat mata itu sebelum nya namun dia lupa dimana dia pernah melihat mata itu.


.


.


.


Hai guys.... Gimana Hari nya?


Maaf ya author lupa buat update. Author udah nulis bab nya tapi lupa buat lanjutin lagi setelah selesai makan barusan dan ujung-ujungnya ini ngebut dan maaf kalo lebih dikit dari biasanya.