
Dia berbalik dan berjalan meninggalkan makam kedua orang tua nya dan langsung menuju ke mobil.
“Kita langsung ke rumah” Ucap Garcia
“Baik” Jawab Kevin
Di dalam perjalanan keadaan menjadi sangat hening hingga mereka sampai di rumah pribadi Garcia. Garcia dan lainnya turun dari mobil dan langsung memasuki rumah dan di sambut oleh kelima perempuan yang memang Garcia izinkan untuk tinggal di rumah nya.
“GARCIAAAAA” Teriak salah satu dari kelima perempuan itu berlari menghampiri Garcia yang baru saja memasuki rumah
“Gua kangen banget sama lu” Ucap perempuan itu memeluk Garcia
“Selamat datang di rumah anda, nona Garcia” Ucap ke empat perempuan lainnya
“Formal banget kalian, kerasukan apaan?” Tanya Divna sinis
“Sesekali nyambut Garcia dengan Formal hahaha” Jawab salah satu dari mereka
Mereka berlima adalah teman Garcia yang di tugas kan untuk mengurus bisnis dan Mafia nya yang ada di sini. Mereka adalah Sasa, Aurel, Nisa, Putri, dan Selena.
“Kita bicara nanti, gua mau istirahat” Ucap Garcia lalu pergi meninggalkan mereka semua
“Dia kenapa? Kok kayak beda?” Tanya Nisa
“Abis dari makam orang tua nya jadi masih agak emosional” Jawab Divna
“Ini kita gak di suruh duduk?” Tanya Kevin
“Yaelah bang, kalo mau duduk tinggal duduk aja kali” Ucap Sasa
“Hahaha, gimana kabar kalian?” Tanya Kevin yang baru saja duduk di ruang tamu
“Kita semua mah baik” Jawab Aurel
“Baguslah”
“Udah dapat informasi yang berguna?” Tanya Divna
“Nanti kita bahas kalo Garcia udah bangun” Jawab Selena dan di angguki oleh Divna
Sementara di kamar Garcia, dia sedang sibuk dengan laptop nya dan melakukan pekerjaan selama berjam-jam. Dia sungguh tidak memikirkan tubuh nya yang lelah yang telah bepergian kesana kemari.
Tok tok
Ketokan dari luar terdengar dan tak lama pintu terbuka dan terlihat Divna yang memasuki kamar.
“Lu gak tidur?” Tanya Divna dan hanya mendapat gelengan dari Garcia
“Mereka pingin bicara sama elu, kalo udah selesai temui mereka” Ucap Divna
“Hmm”
“Gua mandi dulu” Sambung nya menutup laptop dan berjalan ke arah kamar mandi
Setelah mandi, Garcia langsung menuju ke ruang nya dan di sana sudah ada Sasa Dkk.
“Bagaimana perkembangan pencarian kalian?” Tanya Garcia
“Sorry Ci, kita masih belum dapet apa-apa soal dalang sebenarnya. Tapi ada satu hal yang cukup mencurigakan dari pantauan kita semua.” Ucap Selena
“Apa?”
“Franky gila itu setiap satu bulan sekali selalu pergi ke sebuah negera. Gua curiga kalo ada seseorang yang dia temui dan gua udah pastiin dia ke sana bukan untuk liburan” Ucap Sasa
“Maaf, soal itu kami masih belum tahu. Anak buah kita selalu kehilangan jejak nya setiap mengikuti nya” Jawab Sasa
“Negara mana?”
“Amerika” Jawab Nisa
“Lu baru dari sana kan? Lu gak ketemu sama Franky? Hari ini jadwal dia ke Amerika.” Ucap Aurel dan mendapatkan gelengan dari Garcia
“Lu kenapa?” Tanya Selena yang membuat Garcia bingung
“Lu kayak fokus kali ini, gaenak badan?” Sambung Selena
“Panas banget njirr” Ucap Sasa ketika menempelkan tangan nya ke dahi Garcia
“Gapapa, Cuma cape gua” Jawab Garcia menyandarkan tubuhnya ke sofa
“Sebaiknya lu istirahat sekarang. Kita bisa bahas ini besok” Ucap Nisa khawatir dan di setujui oleh yang lainnya
“Hmm. Gua pergi dulu” Ucap Garcia beranjak dari duduk nya
Dia mulai melangkah kan kaki nya menuju pintu. Namun, secara tiba-tiba dia terjatuh pingsan dan membuat kelima teman nya itu berteriak panik.
“GARCIAAAA”
“Lu panggil bang Kevin cepet” Suruh Selena pada Sasa
Saat ini Garcia sedang berada di kamar nya dan di periksa oleh dokter yang di panggil ke sana.
“Bagaimana keadaan adek saya dok?” Tanya Kevin khawatir setelah melihat Garcia selesai di infus
“Adek anda baik-baik saja tuan, dia hanya ke capean dan itu membuat tubuh nya menjadi melemah. Dia hanya butuh istirahat yang banyak. Setelah bangun nanti minum kan obat ini padanya. Ini akan mengurangi demam nya.” Jawab Dokter itu
“Baik, terimakasih dok” Ucap Kevin
“Sama-sama, saya permisi dulu tuan” Ucap Dokter itu berpamitan
“Nisa, anter dokter itu keluar” Suruh Kevin dan di angguki Nisa
“Dia terlalu keras padanya hingga harus membuat nya bekerja keras” Ucap Aurel
“Semoga dia menemukan kebahagiaan nya secepatnya” Ucap Sasa
“Sebaik nya kita pergi, biarin dia istirahat.” Ucap Selena dan di angguki oleh temannya yang lain
“Ayo kita juga harus pergi” Ajak Kevin pada Divna yang sedari tadi diam menatap Garcia
“Lu aja bang, gua mau di sini nemenin dia” Jawab Divna tanpa menoleh ke arah Kevin
Kevin yang mengerti sebesar apa rasa kasih sayang Divna pada Garcia dia hanya mengangguki perkataan Divna dan pergi dari sana.
.
.
.
Hai guys... Gimana Hari nya?
Maaf hari ini jam update nya beda dan oh ya mungkin kedepannya author bakal update 2 hari sekali kali ini beneran.