
“Kok gua ngeri ya” Bisik Rendy pada Roy
“Iya woyy, orang sangar semua” Bisik bali Roy
“Maaf, kita mau di bawa kemana ya?” Tanya Arya
“Sebaiknya anda ikuti kami saja tuan” Ucap Anak MOTD yang tadi
“Kalian Mafia Moon of the death?” Tanya Fadil tiba-tiba
“Maksud lu apaan?” Bisik Ardi pada Fadil
“Kita akan tahu jika bertemu dengan orang yang manggil kita” Jawab Fadil
“Garcia? Emng dia tahu apa?” Tanya Ardi
Fadil tak menjawab dan hanya berjalan menuju ke lift mengikuti yang lainnya. Tak lama mereka sampai di lantai 4 dimana lantai ini terlihat sangat sepi daripada lantai bawah tadi. Mereka keluar dari lift namun anak-anak MOTD yang mengantar hanya bisa mengantarkan mereka sampai di sini.
“Maaf tuan, kami hanya bisa mengantar sampai di sini” Ucap salah satu anak MOTD tadi
“Dimana Garcia? Bagaimana kita bisa tahu dimana dia jika bukan kalian yang mengatar” Ucap Rendy
Namun mereka tidak menjawab nya dan hanya membungkuk badan sebagai tanda hormat lalu masuk kembali ke lift dan turun. Sebenarnya mereka juga tidak tahu dimana tepat nya ketua mereka berada. Mereka hanya mendapat perintah untuk mengantarkan kelima laki-laki ini sampai di lantai 4.
“Loh loh kok pergi sih” Ucap Rendy ketika melihat pintu lift mulai tertutup
“Udahlah, kita bisa telpon kak Divna” Ucap Arya
“Yaudahh buruan telpon”
Arya langsung menelpon Divna namun tak di angkat hingga mereka memutuskan untuk berjalan saja mengikuti langkah kaki mereka.
“Gak di angkat, kita ikut aja kemana kaki kita melangkah” Ucap Arya
“Bahasa mu njirr” Ucap Rendy yang terlihat geli dengan apa yang Arya katakan
“Udah ah bacott, ayoo pergi” Ucap Arya yang kemudian berjalan pergi meninggalkan yang lainnya
“WOYY” Teriak Divna ketika melihat mereka yang tengah berjalan sambil melihat-lihat di sekitar mereka
“Nahh tuh anak baru muncul” Ucap Roy
Mereka langsung menghampiri Divna yang sebenarnya tak jauh dari mereka.
“Lama banget dah” Protes Divna
“Lu sengaja sesatin kita emang” Ucap Arya menatap sinis kakak nya
“Hahaha sesekali lah” Jawab Divna
“Dimana Garcia?” Tanya Fadil
“Di dalem, ayo masuk” Jawab Divna mengajak mereka masuk ke ruang santai
“Wahh gilakk, gua kira ruangan sempit ternyata luas bangett” Ucap Rendy terpukau saat memasuki ruangan santai
“ini mah kayak masuk ke dalam rumah lagi gak sih” Ucap Roy
“Gausah lebay deh” Ucap Divna memutar bola matanya
“Kalian udah dateng?” Tanya Garcia yang duduk santai di sofa
“Ini mansion punya siapa Ci?” Tanya Arya yang langsung duduk di depan Garcia
“Ya punya dia lah, pertanyaan lu aneh” Sahut Divna
“Lu tuh gak di ajak ngomong jadi diem aja” Ucap Arya yang masih kesal dengan kakak nya
“Ini beneran? Mansion ini punya lu?” Tanya Ardi dan hanya di angguki oleh Garcia
“Terus orang-orang yang ada di bawah itu siapa?” Tanya Roy
“Anak buah gua”
“Anak buah? Maksud nya?” Tanya Arya bingung
“Jadi, maksud Garcia nyuruh kalian kesini tuh mau ngajak kalian buat gabung sama kita. Baik gua sama Garcia udah tahu kemampuan kalian meskipun kalian sembunyiin itu sama kita semua tetap aja gua sama Garcia tahu” Jelas Divna
Penjelasan Divna membuat mereka terdiam, bakat yang mereka punya dan mereka sembunyikan akhirnya ketahuan oleh mereka berdua.
“Sesuai dugaan lu Dil, kita Mafia MOTD. Dan sini gua mau ngajak kalian buat gabung dan juga gua butuh kalian buat ada di sini.” Ucap Garcia yang sejak tadi memantau dari awal masuk nya mereka berlima sampai tiba di lantai 4
Tentu saja ucapan Garcia membuat kelima pria itu merasa kaget.
“Lu berniat buat gantiin posisi Om Mario?” Tanya Fadil
“Atau lu mau berusaha bales dendam sama orang yang udah bunuh orang tua lu?” Sambung Fadil
“Keduannya” Jawab Garcia
“Kalian ikut atau gak, itu terserah kalian. Gua gak maksa.” Sambung Garcia dan kemudian beranjak pergi
“Kita ikut” Ucap mereka berlima
Garcia menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah mereka.
“Kak antar mereka ke kamar nya” Ucap Garcia dan berbalik kembali pergi dari ruang santai
“Siap” Jawab Divna
“Ayoo kalian berdiri, gua kasih liat kamar kalian” Ajak Divna
“Kita punya kamar sendiri Div disini?” Tanya Ardi
“Iyaa, udah ayo”
Mereka langsung berjalan keluar dari ruang santai dan memperlihatkan kamar mereka masing-masing. Setelah selesai di kamar terakhir yaitu kamar Roy, Divna menyarankan untuk mereka beristirahat terlebih dahulu.
“Kalian sebaiknya beristirahat dulu, gua udah bilang bokap nyokap kalian” Ucap Divna
“Oke thank you” Jawab Arya“Kok gua ngeri ya” Bisik Rendy pada Roy
“Iya woyy, orang sangar semua” Bisik bali Roy
“Maaf, kita mau di bawa kemana ya?” Tanya Arya
“Sebaiknya anda ikuti kami saja tuan” Ucap Anak MOTD yang tadi
“Kalian Mafia Moon of the death?” Tanya Fadil tiba-tiba
“Maksud lu apaan?” Bisik Ardi pada Fadil
“Kita akan tahu jika bertemu dengan orang yang manggil kita” Jawab Fadil
“Garcia? Emng dia tahu apa?” Tanya Ardi
Fadil tak menjawab dan hanya berjalan menuju ke lift mengikuti yang lainnya. Tak lama mereka sampai di lantai 4 dimana lantai ini terlihat sangat sepi daripada lantai bawah tadi. Mereka keluar dari lift namun anak-anak MOTD yang mengantar hanya bisa mengantarkan mereka sampai di sini.
“Maaf tuan, kami hanya bisa mengantar sampai di sini” Ucap salah satu anak MOTD tadi
“Dimana Garcia? Bagaimana kita bisa tahu dimana dia jika bukan kalian yang mengatar” Ucap Rendy
Namun mereka tidak menjawab nya dan hanya membungkuk badan sebagai tanda hormat lalu masuk kembali ke lift dan turun. Sebenarnya mereka juga tidak tahu dimana tepat nya ketua mereka berada. Mereka hanya mendapat perintah untuk mengantarkan kelima laki-laki ini sampai di lantai 4.
“Loh loh kok pergi sih” Ucap Rendy ketika melihat pintu lift mulai tertutup
“Udahlah, kita bisa telpon kak Divna” Ucap Arya
“Yaudahh buruan telpon”
Arya langsung menelpon Divna namun tak di angkat hingga mereka memutuskan untuk berjalan saja mengikuti langkah kaki mereka.
“Gak di angkat, kita ikut aja kemana kaki kita melangkah” Ucap Arya
“Bahasa mu njirr” Ucap Rendy yang terlihat geli dengan apa yang Arya katakan
“Udah ah bacott, ayoo pergi” Ucap Arya yang kemudian berjalan pergi meninggalkan yang lainnya
“WOYY” Teriak Divna ketika melihat mereka yang tengah berjalan sambil melihat-lihat di sekitar mereka
“Nahh tuh anak baru muncul” Ucap Roy
Mereka langsung menghampiri Divna yang sebenarnya tak jauh dari mereka.
“Lama banget dah” Protes Divna
“Lu sengaja sesatin kita emang” Ucap Arya menatap sinis kakak nya
“Hahaha sesekali lah” Jawab Divna
“Dimana Garcia?” Tanya Fadil
“Di dalem, ayo masuk” Jawab Divna mengajak mereka masuk ke ruang santai
“Wahh gilakk, gua kira ruangan sempit ternyata luas bangett” Ucap Rendy terpukau saat memasuki ruangan santai
“ini mah kayak masuk ke dalam rumah lagi gak sih” Ucap Roy
“Gausah lebay deh” Ucap Divna memutar bola matanya
“Kalian udah dateng?” Tanya Garcia yang duduk santai di sofa
“Ini mansion punya siapa Ci?” Tanya Arya yang langsung duduk di depan Garcia
“Ya punya dia lah, pertanyaan lu aneh” Sahut Divna
“Lu tuh gak di ajak ngomong jadi diem aja” Ucap Arya yang masih kesal dengan kakak nya
“Ini beneran? Mansion ini punya lu?” Tanya Ardi dan hanya di angguki oleh Garcia
“Terus orang-orang yang ada di bawah itu siapa?” Tanya Roy
“Anak buah gua”
“Anak buah? Maksud nya?” Tanya Arya bingung
“Jadi, maksud Garcia nyuruh kalian kesini tuh mau ngajak kalian buat gabung sama kita. Baik gua sama Garcia udah tahu kemampuan kalian meskipun kalian sembunyiin itu sama kita semua tetap aja gua sama Garcia tahu” Jelas Divna
Penjelasan Divna membuat mereka terdiam, bakat yang mereka punya dan mereka sembunyikan akhirnya ketahuan oleh mereka berdua.
“Sesuai dugaan lu Dil, kita Mafia MOTD. Dan sini gua mau ngajak kalian buat gabung dan juga gua butuh kalian buat ada di sini.” Ucap Garcia yang sejak tadi memantau dari awal masuk nya mereka berlima sampai tiba di lantai 4
Tentu saja ucapan Garcia membuat kelima pria itu merasa kaget.
“Lu berniat buat gantiin posisi Om Mario?” Tanya Fadil
“Atau lu mau berusaha bales dendam sama orang yang udah bunuh orang tua lu?” Sambung Fadil
“Keduannya” Jawab Garcia
“Kalian ikut atau gak, itu terserah kalian. Gua gak maksa.” Sambung Garcia dan kemudian beranjak pergi
“Kita ikut” Ucap mereka berlima
Garcia menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah mereka.
“Kak antar mereka ke kamar nya” Ucap Garcia dan berbalik kembali pergi dari ruang santai
“Siap” Jawab Divna
“Ayoo kalian berdiri, gua kasih liat kamar kalian” Ajak Divna
“Kita punya kamar sendiri Div disini?” Tanya Ardi
“Iyaa, udah ayo”
Mereka langsung berjalan keluar dari ruang santai dan memperlihatkan kamar mereka masing-masing. Setelah selesai di kamar terakhir yaitu kamar Roy, Divna menyarankan untuk mereka beristirahat terlebih dahulu.
“Kalian sebaiknya beristirahat dulu, gua udah bilang bokap nyokap kalian” Ucap Divna
“Oke thank you” Jawab Arya
.
.
.
Hai guys... Gimana hari nya?