
Hanya dalam setengah jam dia sudah menewaskan 78 orang dan kini hanya tersisa 2 orang yang menurut nya lebih baik mati secara perlahan.
“Orang-orang kalian sudah mati, dan sekarang giliran kalian” Ucap Garcia
“A-ampun Queen” Ucap Atha bersujud dengan gemetaran
“A-ampuni kami Queen” Ucap Rafli melakukan hal yang sama dengan Atha
“Ampun? Heh, yang benar saja” Ucap Garcia menendang mereka
Garcia menghampiri mereka berdua dan berjongkok di depan mereka.
“Kalian pantas mati” Ucap Garcia tersenyum sinis
Dorr.. Dorr..
Dorr... Dorr...
Garcia menebakkan peluru ke arah tangan dan kaki Atha dan juga Rafli.
“AKHHHHH” Teriak kesakitan mereka berdua
“Cihh baru gitu aja udah kesakitan” Ucap Divna berdecih
“Permainan baru di mulai boy” Ucap Garcia tersenyum mengerikan
Dia menyimpan pistol nya dan mengeluarkan belati yang dia simpan. Kemudian dia berjongkok di hadapan mereka dengan belati yang dia putar-putar di tangannya.
“Kita mulai permainan sesungguh nya” Ucap Garcia lalu dengan gerakan cepat menancapkan belati itu di perut Atha.
“AKHHHHH” Teriak Atha kesakitan
Bukan hanya sekedar menancapkan saja, Garcia juga memutar-mutarkan pisau itu dan membuat Atha semakin berteriak kesakitan. Setelah puas dengan perut Atha, dia melepaskan tancapan itu dan kini beralih ke wajah nya.
“Wajah mu terlalu jelek, bagaimana jika ku buat menjadi tampan?” Ucap Garcia tersenyum seperti seorang iblis
“Am-ampun Queen” Ucap Atha bergetar
“Ampun? Aku benci kata itu” Ucap Garcia dan langsung menyayat wajah Atha
“AKHHHH AMPUNN” Teriak Atha yang terus meminta pengampunan
Garcia tak menghiraukan teriakan Atha dan terus membuat lukisan di wajah Atha. Meskipun Atha berteriak kesakitan dan terus meminta pengampunan Garcia tak peduli. Baginya seorang pengkhianat pantas mati.
Wajah Atha menjadi rusak. Ahh bukan, tapi sangat rusak. Tak puas dengan itu dia menatap mata Atha dan kembali tersenyum mengerikan.
“Bunuh aku Queen, bunuh sekarang” Ucap Atha yang sudah tak kuat dengan siksa ini
“Jangan buru-buru, aku masih belum puas bermain dengan mu” Ucap Garcia
“Sekarang nikmati ini” Ucap Garcia mengeluarkan sesuatu di kantong celana nya dan menunjukkan sebuah botol yang berisi cairan.
“Aku tidak mau, apa ituu!!?” Ucap Atha menolak meminum nya
Garcia langsung meminum kan cairan itu ke dalam mulut Atha dengan paksa dan kasar. Setelah melakukan hal itu dia beranjak dan berdiri sedikit menjauh dari posisi nya tadi. Dia melihat ke arah Atha dengan senyuman manis dan menunggu sesuatu terjadi.
“Apa yang Queen lakukan?” Tanya Ilham
“Jika ingin tahu sebaiknya kita tanya sendiri” Jawab Divna dan berjalan menghampiri Garcia
“Ayo, gua juga pingin tahu” Ucap Leon menyeret tangan Ilham untuk ikut dengan nya
“Gausah main seret-seret dong” Ucap Ilham kesal
“Berisik” Ucap Leon
“Apa yang lu lakuin? Tanya Divna ketika sudah berada di samping Garcia
“Lihat saja sebentar lagi” Ucap Garcia sambil melihat jam yang ada di tangannya
Setelah 5 menit berlalu tubuh Atha mulai menunjukkan reaksi yang di tunggu-tunggu oleh Garcia. Atha mulai berteriak ketika reaksi cairan itu bekerja. Rasa sakit yang di berikan sungguh sangat menyakitkan.
“AKHH....” Teriak Atha kesakitan
“AKHH.... AMPUNN” Teriak Atha
“Permainan akan segera berakhir, bersabarlah.” Ucap Garcia
“1.. 2.. 3..” Sambung nya sambil berhitung
Setelah hitungan ketiga, tubuh Atha meledak dan membuat beberapa ledakan hingga membuat bagian tubuh Atha terpisah dan beberapa hancur lebur. Melihat itu Garcia tersenyum puas dan kini matanya menatap Rafli yang pingsan.
“Sekarang giliran dia” Ucap Garcia menatap Rafli dengan senyuman
Garcia berjalan menghampiri Rafli dan berjongkok di samping Rafli terbaring pingsan.
“Aku kehilangan mood setelah berada di dekat mu” Ucap Garcia dan berdiri
Dorr... Dorr.. Dorr... Dorr...
Garcia langsung menembak kan beberapa peluru ke tubuh Rafli dan membuat Rafli langsung kehilangan nyawanya.
“Seharusnya dia berterima kasih kepada ku karena aku langsung membunuh nya” Ucap Garcia
.
.
.
Hai guys... Gimana kabarnya nya?
Ehh, maap ya... Author lupa kalo harus update kemarin-kemarin. Pantesan Author tiap kali beraktivitas selalu kepikiran kalo ada yang lupa, tapi Author gatau lupa soal apa dan ini baru aja Author inget. Maapin Author ya...