My Mafia Girl

My Mafia Girl
Menggila



Baik Divna dan kedua anak buah Garcia langsung berlari menghampiri Garcia yang tengah berdiri dengan cipratan darah di wajah nya.


Bruk..


Toni terjatuh lemas akibat tembakan itu, tembakan yang di tujukan kepada Garcia beralih ke Toni karena Garcia membuat nya menjadi tameng untuk nya.


“Hehehe, gak kena” Ucap Garcia cengengesan


“Hey, are you okay?” Tanya Divna mengecek semua tubuh Garcia takut nya ada uang tertembak


“Gwencana-Gwencana” Ucap Garcia dengan nada seperti yang di lihat di drakor yang kemarin dia tonton (welcome to waikiki)


“Bngst, nih anak pakek ngelawak” Ucap Divna memukul lengan Garcia


“Satu nya udah mati?” Tanya Garcia pada Divna


“Tidak semudah itu” Jawab Divna dengan senyum psikopat nya dan menaik turunkan alis nya


“Good” Ucap Garcia sambil membersihkan darah Toni di wajah nya


“Ehh btw siapa yang nembak” Tanya Divna


“Seperti nya mereka, nona” Ucap Leon menatap ke arah depan


Divna menoleh dan mengikuti arah tatapan dari Leon dan terlihat sekumpulan orang dan kedua orang yang di kenali berada di barisan paling depan.


“Permainan akan segera berakhir” Gumam Garcia tanpa menatap sekumpulan orang yang berjalan ke arah nya dan sibuk membersihkan darah Toni di wajah nya


“Izikan kami ikut bermain Queen” Izin Ilham


Garcia yang mendengar ucapan Ilham langsung menoleh ke arah nya dan melihat Ilham dengan tatapan datar.


“Oke” Jawab Garcia singkat


Setelah menjawab seperti itu, Garcia langsung berjalan beberapa langkah menghampiri musuh nya.


“Sepertinya dia akan benar-benar mengakhiri nya di sini” Ucap Divna ketika melihat Garcia berjalan


“Queen akan menggila” Ucap Leon


“Sebaiknya kita susul dia” Ucap Divna yang mulai berjalan menyusul Garcia


“Wah... Kalian berani sekali memunculkan wajah kalian” Ucap Divna yang berdiri di samping Garcia


“Tentu saja, kalian hanya orang-orang yang sok jago dan hanya berlindung di balik kami” Ucap Atha teman Toni yang ikut berkhianat


Dia adalah pemimpin dalam pengkhianatan ini. Ntah sejak kapan dia mulai berpikir untuk mengkhianati Garcia namun keputusan untuk berkhianat adalah hal yang paling bodoh yang pernah dia lakukan dalam hidup nya ini.


“Cihh yang benar saja” Ucap Divna


Dorr...


“Mau main licik? Semua trik mu adalah trik lama” Ucap Garcia memberikan senyuman remeh


“Ternyata mata anda cukup jeli ya” Ucap Rafli yang termasuk rekan dari Atha, Toni, dan Noval


“Anak SD pun bisa melihat nya” Ucap Garcia menggeleng kan kepala nya melihat remeh ke arah mereka


“Terserah apa kata anda, sebaiknya anda mati lebih cepat” Ucap Atha dan mengeluarkan katana nya


“Bawa katana semua njirr” Ucap Divna


“Hahah anda takut nona?” Tanya Rafli dengan nada mengejek


“Cihh mau lu bawa katana atau tank sekali pun gua gak bakal takut” Jawab Divna


“Bro, kok jadi debat gini ya?” Bisik Leon


“Mungkin bagian dari rencana Queen?” Bisik balik Ilham


“Tangan gua udah gatel” Bisik Leon


“Sama” Bisik balik Leon


“Jangan banyak bicara” Ucap Garcia pada Atha dan Rafli


Garcia langsung menyerang mereka meskipun hanya dengan belati di tangan kanan dan pistol di tangan kiri nya. Divna yang mulai merasakan suasana yang tidak asing ini langsung menoleh sekilas ke arah Garcia. Dan dia melihat betapa brutal nya Garcia menyerang semua orang hanya dengan belati dan pistol nya.


Melihat itu Divna langsung mengkode pada Leon dan Ilham untuk mendur dari pertarungan ini. Melihat kode dari Divna Leon dan Ilham memutuskan untuk mundur dan sedikit menjauh dari tempat Garcia. Semua orang yang berjumlah sekitar 80 orang itu langsung menyerang Garcia bergantian atau bahkan beberapa dari mereka menyerang secara bersama-sama.


“Queen benar-benar menggila” Ucap Leon yang melihat Garcia menghabisi satu persatu dari mereka


“Ya, kau benar” Ucap Divna menyetujui ucapan Leon


“Satu hal yang saya bingung, kenapa Queen seolah mengulur waktu tadi?” Tanya Ilham


“Dia mencoba mengontrol emosi nya namun sepertinya dia hilang kendali saat ini" Jawab Divna


Sedangkan di posisi Garcia, dia masih menggila melawan puluhan orang itu. Dia mengambil salah satu katana milik musuh yang telah dia musnahkan. Dia mengayun kan katana nya dengan sangat anggun namun membuat kepala dari salah satu mereka terputus.


.


.


.


Hai guys... Gimana hari nya? Happy gak?


Maap nya author update nya kemalaman soal mya tadi ada urusan mendadak jadi baru bisa nulis sekarang.