
Sesampainya di cafe mereka langsung memesan minuman dan cemilan yang bisa mereka makan. Sambil menunggu mereka berbincang tentang hari-hari mereka tanpa Garcia selama Garcia pergi menjalankan misi.
Seseorang yang baru saja masuk ke cafe itu melihat Garcia dan teman-teman nya tengah asik berbincang. Dia langsung menghampiri mereka yang sedang asik bercerita.
“Maaf boleh gabung?” Tanya orang itu langsung duduk di samping Garcia
“Udah duduk ngapain izin” Ucap Mauza
Garcia langsung menoleh dan betapa kaget nya dia melihat Bryant yang tengah tersenyum menatap nya.
“Hai” Sapa Bryant
“Ayo pergi” Ucap Garcia berdiri mengajak temannya untuk pergi
“Tapi Ci minuman kita belum dateng” Ucap Mauza
“Kita bisa pesen di tempat lain” Ucap Garcia
“Permisi kak, ini pesanan nya” Ucap seorang pelayan datang dengan pesanan mereka
“Ci bentar yaa.. sayang banget” Bujuk Mauza
“Kalo gitu gua duluan” Ucap Garcia
“Kamu di sini aja, biar aku yang pergi” Ucap Bryant menahan tangan Garcia
Garcia menghempaskan tangan Bryant dan menatap Bryant dengan datar. Bryant langsung berdiri dan tersenyum sangat tulus menatap Garcia dan pergi meninggalkan meja Garcia. Melihat Bryant sudah pergi, Garcia kembali duduk dengan perasaan tak tenang.
Melihat mood Garcia yang berubah menjadi jelek, mereka berdua tak nyaman untuk makan. Melihat teman-teman nya yang merasa tak nyaman, Garciw langsung menetralkan ekspresi nya agar teman-teman nya itu bisa makan dengan tenang.
“Abisin lalu kita pergi” Ucap Garcia
Garcia melirik ke luar jendela dan melihat mobil Bryant meninggalkan cafe. Sementara di posisi Bryant dia tidam menyerah begitu saja. Sejak mendapatkan kabar dari Divna bahwa Garcia menerima bunga pemberian nya dia langsung bertekad untuk berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan Garcia kembali.
“Jangan kamu kira aku akan menyerah, babe. Meskipun kamu tidak menerima bunga ku aku akan tetap berusaha mendapatkan mu kembali. Karena kamu hanya akan menjadi milik ku.” Ucap Bryant yang sangat yakin
Hari ini Garcia bertemu Bryant di sebuah toko buku dia tahu jelas seorang pria yang tengah berada di samping nya adalah Bryant. Meskipun Bryant menggunakan jaket hitam dan topi juga masker tapi aroma dari tubuh Bryant berhasil membuat nya mengenali nya.
“Lagi cari buku ya mba?” Tanya Bryant sambil mengubah sedikit suara nya agar Garcia tak mengenali nya dan pergi meninggalkan Bryant seperti hari-hari sebelum nya
“Lagi cari perabot rumah tangga” Ucap Garcia nyeleneh dan membuat Bryant tertawa
“Hahaha mba nya lucu” Ucap Bryant
“Mba nya suka baca novel gini ya” Ucap Bryant
Garcia tak menghiraukan Bryant dan tetap berpura-pura tak mengenali Bryant. Garcia melanjutkan memilih-milih buku yang dia cari nya dan Bryant masih terus mengikuti nya.
“Mba bisa bantu saya? Saya mau cari buku tapi gak tau buku apa” Ucap Bryant
“Mas nya kalo gatau mau cari apa mending pergi dan jangan ikutin saya” Ucap Garcia dengan tegas
“Hahaha mba nya bener-bener lucu ya” Ucap Bryant
Garcia tak merespons ucapan Bryant dan tetap mencari buku yang dia inginkan hingga akhir nya dia menemukannya namun buku itu berada di tempat yang tinggi.
Garcia berjinjit meraih buku itu namun tetap saja tidak berhasil di raih nya hingga Bryant langsung mengambilkan buku itu untuk Garcia. Garcia langsung berbalik dan ingin mengambil buku dari Bryant namun jarak sengaja Bryant buat sangat dekat hingga membuat Garcia menabrak dada bidang nya.
Garcia menatap mata Bryant dengan dalam hingga beberapa detik kemudian dia tersadar dan langsung mendorong Bryant dan juga mengambil buku dari tangan Bryant.
“Thanks” Ucap Garcia pergi meninggalkan Bryant
Bryant langsung melepaskan masker nya dia sangat kesulitan bernapas dan jantung nya juga berdebar sangat kencang. Sudah sangat lama dia tidak menatap Garcia dengan sedekat itu.
“Ini benar-benar gila” Ucap Bryant
Bryant menurunkan topi nya agar tak seluruh wajah nya terlihat dan membuang masker nya ke tempat sampah. Dia segera mencari Garcia ke seluruh toko namun tak menemukan Garcia sama sekali. Dia langsung keluar dari toko buku itu dan melihat mobil Garcia pergi meninggalkan toko.