My Mafia Girl

My Mafia Girl
Jackpot



Tepat setelah ucapan Divna selesai seorang pria membawa 2 buah botol susu di nampan nya.


“Baru juga di omongin” Ucap Divna


“Hahaha serius susu? Orang yang di omongin nyeremin kayak iblis itu sebenernya masih bayi?” Ucap Samuel


“Padahal susu enak” Gumam Garcia sambil menuangkan susu ke dalam gelas dan meminumnya


Melihat ekspresi Garcia yang lucu membuat Bryant tak tahan untuk mencium bibir nya. Tindakan Bryant di hadapan Samuel dan Divna membuat kedua orang itu sangat kaget dengan apa yang di lakukan Bryant. Bukan hanya Divna dan Samuel, Garcia juga ikut kaget dengan tindakan Bryant yang secara tiba-tiba itu.


“Iya enak kok” Ucap Bryant yang telah meminum susu dari mulut Garcia


“BRYANTTTT” Teriak Garcia kesal


Sementara Divna dan Samuel terpaku melihat kejadian itu di hadapan nya dan wajah Garcia yang memerah malu akibat ulah Bryant yang mendadak seperti itu.


Suasana menjadi hening beberapa saat hingga akhirnya Divna yang terlebih dahulu membuka suara


“Kita gak liat kok” Ucap Divna yang membuat Garcia semakin malu


“Oh iya besok ada lelang loh, gua denger ada barang bagus yang bakal keluar besok. Gimana mau pergi?” Tanya Divna mencoba mencairkan suasana


“Dimana?” Tanya Bryant


“Lokasi biasa” Jawab Divna


“Kamu kesana?” Tanya Bryant


“Kayaknya, liat besok dulu” Jawab Garcia


Mereka melanjutkan mengobrol hingga tengah malam dan kedua orang yang ada di hadapannya mereka sudah mabuk berat.


“Haruskah kita tinggalin mereka di sini?” Tanya Bryant melihat Divna dan Samuel yang sudah tertidur


“Bawa aja” Jawab Garcia


“Panggil orang buat bawa mereka” Sambung nya


Tak lama ada beberapa orang yang datang dan menggotong mereka keluar dari club. Di sini Garcia akan membawa mobil Sam dan membawa Divna sedangkan Bryant membawa Sam balik ke markas nya.


“Hati-hati, jangan ngebut” Ucap Bryant dan di angguki oleh Garcia


Mereka langsung masuk ke dalam mobil masing-masing dan pergi dari club. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Garcia sudah sampai H7D. Dia langsung memanggil Kevin untuk membawa Divna ke kamar nya.


“Kalian abis dari club?” Tanya Kevin setelah selesai menaruh Divna di ranjang dan keluar dari kamar Divna


“Iya” Jawab Garcia


“Ada masalah?” Tanya Kevin yang tahu jika mereka berdua pergi ke tempat seperti itu pasti ada pikiran yang mengganggu mereka


“Gaada bang, Cuma pingin seneng-seneng aja” Ucap Garcia


“Tumben” Ucap Kevin


“Hmm, gua ke kamar dulu” Ucap Garcia


Sesampainya di kamar Garcia langsung membuka laptop nya dan melihat sesuatu yang ada di sana.


30 menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian dengan pakaian tidur nya. Dia berjalan ke arah ranjang dan merebahkan tubuhnya dan bersiap untuk tidur. Sesaat dia teringat kejadian tadi saat Bryant mencium nya. Dia memegang bibir nya dan tersenyum tipis.


“Kenyal dan manis seperti dulu” Ucap Garcia tersenyum dan mulai memejamkan matanya


Sementara di posisi Bryant, dia juga baru selesai mandi dan dia keluar hanya dengan menggunakan bathrobe dan mulai bekerja di hadapan laptopnya. Sesaat dia juga teringat akan tindakannya tadi dan membuat nya tersenyum.


“Gua udah nahan cukup lama jadi gua reflek buat lakuin hal tadi. Argh.... lu bener-bener udah gilaa Bryant” Ucap nya bersandar di sofa


“Sewaktu kecil dia selalu mengigit bibir ku dengan alasan gemas dan sekarang dia sudah pintar melumatnya” Ucap nya tersenyum menatap langit-langit sambil memegangi bibirnya


...****************...


Keesokan harinya Garcia sudah berada di meja makan dan makan bersama dengan yang lainnya.


“Kayak nya hari ini mood mu bagus banget, daritadi kamu senyum-senyum terus” Ucap Ronald yang memperhatikan Garcia yang sejak tadi tersenyum tipis dan membuat yang lainnya menoleh ke arah Garcia


“Gimana gak bagus orang semalem dia dapet jackpot” Ucap Divna


“Jackpot apa?” Tanya Ronald


“Dia semalem tuh abis.. AWW” Ucap Divna yanng belum menyelesaikan ucapannya namun tiba-tiba berteriak kesakitan


Garcia langsung menatap Divna dengan tatapan tajam agar tidak melanjutkan ucapannya.


“Kenapa?” Tanya William


“Ahh gapapa kok” Ucap Divna sedikit meringis karena injakan kaki yang masih terasa sakit


“Kamu udah punya cowo?” Tanya Andre dan membuat yang lainnya menatap Garcia meminta jawaban


“Gausah ngomong aneh-aneh deh” Ucap Garcia


“Kamu biasanya gak pakek perhiasan kecuali ada pesta tapi selama beberapa hari ini abang selalu liat kamu pakek cicin itu terus” Ucap Kevin


“Iya, biasanya kamu gak pakek perhiasan” Ucap Aulia


“Cincin nya bagus, udah deh jangan bahas apa-apa lagi” Ucap Garcia


“Gua udah telat, gua pergi dulu” Sambung nya


“Tunggu” Ucap Fadil


“Gua pergi dulu bang, kak” Sambung Fadil dan menyusul Garcia


“Kami juga” Ucap Arya yang ikut pergi di susul Rendy, Ardi, dan Roy


.


.


Hai guys... Gimana hari ini?


Makasihh yaa udah like, komen, sama kasih hadiah. Jujur author seneng banget tiap liat hadiahnya selalu nambah hehe. Jaga kesehatan ya guys... See you.