My Mafia Girl

My Mafia Girl
Pengkhianat



“MAU MATI SEPERTI KETUA KALIAN ATAU BERGABUNG” Teriak Garcia dengan penuh kharisma


“Kami gabung Queen” Ucap Salah satu anggota BB yang mewakili semua anggota yang masih hidup


“Bang urus mereka” Ucap Garcia pada Kevin


“Baik” Ucap Kevin


“KALIAN SEMUA IKUTI SAYA” Teriak kevin pada anak BB


“Bang lu urus mayat-mayat itu” Ucap Garcia pada Andre


“Baik” Ucap Andre


“Hmm” Ucap Garcia yang langsung pergi dari sana dan di ikuti oleh William dan Ronald


Mereka bertiga berjalan ke arah ruang bawah tanah yang di dalam terdapat banyak peralatan kesayangan Garcia.


“Lu udah tangkep dia bang?” Tanya Garcia


“Udah, dia ada di dalam” Jawab Ronald dan membuka kan pintu menuju ke ruang bawah tanah


“Divna tahu soal ini bang?” Tanya Garcia pada William


“Abang tidak sempat mengabari nya tadi” Jawab William


“Baguslah” Ucap Garcia yang berjalan menyusuri ruang bawah tanah


Saat tiba di tempat yang dia tuju, Garcia menghentikan langkahnya dan melihat orang yang berada dalam sebuah ruangan dengan kaki dan tangan nya teratai dan terlihat sangat ketakutan ketika melihat Garcia datang. Garcia langsung masuk ke dalam ruangan itu dan langsung menyapa orang itu dengan senyuman


“Hai” Sapa Garcia dengan senyum manis pada orang yang di dalam


Berbeda dengan orang yang ada di dalam yang menganggap senyuman Garcia adalah senyuman seorang iblis.


“Keberanian mu cukup besar ya” Ucap Garcia berjalan ke arah meja yang sudah di siapkan beberapa senjata


“Kira-kira benda mana yang cocok untuk mu” Ucap Garcia memperhatikan semua senjata yang ada di atas meja itu


“A-ampun Queen, maafkan saya” Ucap Orang itu dengan nada ketakutan


“Maaf ya?” Ucap Garcia mengambil sebuah belati dan berjalan ke arah orang itu dan berjongkok di dekatnya


“Bagaimana mungkin aku memaafkan orang yang telah berkhianat” Ucap Garcia tersenyum miring


“Kasian ya orang itu.. bakal kena siksa Garcia” Bisik William lada Ronald


“Diam atau lu yang mati” Ucap Ronald


“AKHHH” Teriak Orang itu kesakitan karena Garcia menggores pipi nya


Sret... Srett.. Strett


“AKHH AM-AMPUNI SAYA QUEEN” Teriak orang itu ketika dada, lengan, dan paha nya di sayat oleh Garcia


Jlebb...


“Bermimpilah” Ucap Garcia yang lalu menancap belati yang di pegang nya pada perut orang itu


“AKHHH” Teriak orang itu kesakitan


Garcia bangkit dan berjalan ke arah meja yang di penuhi senjata tadi dan kini dia memilih sebuah pistol dan kembali lagi ke arah orang itu.


“Am-ampuni saya Queen” Ucap Orang itu terus memohon dengan nada lemah


“Teruslah BERBIMPI” Ucap Garcia menekan kata terakhir dan di sertai senyuman mengerikan


Dor...


Garcia menembak lengan orang itu


Dor..


Garcia menembak paha orang itu


Dor..


Garcia menebak perut orang itu


Mendapat kan tembakan terakhir membuat orang itu jatuh pingsan. Sebelum menembak Garcia sudah memperkirakan agar orang itu tidak mati dengan cepat.


“Bawa dia dan obati” Ucap Garcia pada abang nya


“Baik Queen” Ucap William


Setelah bermain-main Garcia langsung pergi dari sana dengan banyak nya noda darah yang berada di seragam nya. Dia langsung pergi ke kamar nya untuk membersihkan diri nya.


Setelah 30 menit dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe saja. Ketika dari baru keluar dari kamar mandi, sistem kamar nya memberi tahu bahwa ada seseorang di depan.


“Maaf Queen, ada nona Divna di luar dan meminta izin untuk masuk” Ucap Sistem DG


“Cepat sekali dia” Ucap Garcia yang duduk di meja make up nya


“Biarkan dia masuk” Ucap Garcia pada sistem


“Baik Queen” Ucap Sistem


“Ciaa” Panggil Divna ketika pintu sudah terbuka


“Kenapa?” Tanya Garcia menghampiri Divna


“Lu gapapa kan?” Ucap Divna panik dan mengecek sleuruh tubuh Garcia


“Lu pikir gua anak kecil?” Ucap Garcia menatap Divna datar


“Pengkhianat itu udah mati?” Tanya Divna


Saat Garcia menyiksa pengkhianat itu, William mengabari Divna semua yang terjadi dan karena itu lah Divna dengan cepat langsung pulang dan langsung menuju kamar Garcia ketika dia tahu Garcia ada di kamar nya.


.


.


.


.


Hai guys... Gimana hari nya? Semangat puasa nya tinggal beberapa jam lagi loh


Sebenernya author lupa hari ini update untung aja udah pasang pengingat dan tadi langsung ngebut buat update sekarang hehe...