My Mafia Girl

My Mafia Girl
Kepanikan anggota Inti



Mereka langsung berjalan hingga mereka cukup jauh dari markas Bryant. Bryant terus menggandeng tangan Garcia tanpa melepaskan sejak tadi. Garcia melihat tangan mereka saling bergandeng tangan namun dia juga tidak ada niat untuk melepaskan. Saat setelah dia melihat foto tadi ada hal aneh yang mengganjal di hati nya.


Sementara di H7D semua para inti sedang kebingungan mencari keberadaan Garcia yang tiba-tiba menghilang. Setelah Reina kembali menelpon Divna dia sudah tidak melihat Garcia berada di sana. Dia menanyakan pada orang-orang di sana namun mereka hanya bilang bahwa Garcia sudah pergi. Cctv di sana juga rusak seminggu lalu dan masih belum di perbaiki.


“Apa kalian menemukan sesuatu?” Tanya Ronald


“Tidak, banyak mobil yang keluar dari club itu kita tidak bisa memastikan nya bahwa Garcia ada di dalamnya” Jawab Fadil


“Bagaimana jika Garcia memanipulasi semua cctv dan pergi menghilang untuk sementara. Mungkin untuk menenangkan amarah nya?” Tanya Rendy


“Mungkin saja. Tapi, setiap Garcia marah seperti itu dia pasti akan kehilangan kesadaran nya. Pasti ada yang membawanya pergi.” Jawab William


“Divna, apa kamu menemukan sesuatu?” Tanya Ronald


“Belum bang, lokasi ponsel Garcia juga tidak bisa di lacak. Orang-orang Reina juga ikut mencari” Jawab Divna


“Haish.. Sebenarnya kamu dimana Ciaa” Ucap Ronald yang frustasi


“Bekerjalah dengan tenang, Nald. Cia pasti ketemu, dia pasti balik.” Ucap Kevin menenangkan Ronald


“Bagaimana dengan teman Garcia?” Tanya Andre


“Garcia juga tidak ada di sekolah dan kedua temannya itu sedang menuju kemari” Jawab Ardi


“Gua mau keluar dulu bang, mau ketemu Reina katanya ada yang mau dia bicarain” Ucap Divna


“Pergilah, hati-hati. Kalo dapet sesuatu segera kabari kita” Ucap Ronald


“Oke” Jawab Divna


Divna langsung pergi menuju ke lokasi yang sudah di kirim oleh Reina. Dia langsung melajukan mobil nya ke sebuah kafe dimana Reina dan Garcia pernah bertemu kemarin. Sesampainya di sana Divna langsung mencari meja Reina dan menghampiri nya.


“Apa yang mau lu katain” Tanya Divna yang langsung to the point


“Sepertinya Garcia aman” Jawab Reina


“Lu nemuin sesuatu? Gua sama yang lainnya belum nemu apa-apa” Ucap Divna


“Gua juga gak nemu apa-apa. Tapi, kemarin gua sama dia kesini dia. Seminggu yang lalu dia minta gua buat nyari beberapa data kejadian beberapa tahun lalu. Lebih tepat nya saat dia kecelakaan. Dia minta semua rekaman cctv jalanan saat itu, laporan polisi, dan rekaman cctv rumah sakit.” Ucap Reina


“Kenapa dia minta ke elu? Dia bisa minta ke kita atau dia juga bisa nyari itu sendiri” Tanya Divna


“Gua juga nanyain hal yang sama, tapi jawaban dia aneh. Dia cuma bilang ‘karena lu Reina’ udah gitu doang.” Jawab Reina


“Apa dia ingin mencoba mengembalikan beberapa ingatan nya yang telah hilang dengan mencari tahu asal usul kecelakaan itu kembali?” Tanya Divna


“Sepertinya, mungkin dia fikir dengan cara itu bisa sedikit mengembalikan ingatan nya dulu” Jawab Reina


“Satu lagi, dia beberapa kali sering tanya-tanya soal ketua BD” Sambung Reina


“Ya, dia cowo yang pernah balapan sama Garcia waktu itu. Cia sendiri yang bilang” Jawab Reina


“Dan dia ada dalam daftar tamu VVIP club. Gua rasa Garcia ada sama dia” Sambung Reina


“Gimana lu bisa seyakin itu?” Tanya Divna


“Meskipun semua pelanggan tidak berani berbicara banyak tapi gua sempet denger beberapa diantara mereka membicarakan seorang pria membawa gadis gila pergi dari club dan tentu nya gadis gila itu pasti Garcia. Jika di lihat dari amarahnya yang seperti itu semua orang di sana pasti menganggap nya gila kan.” Ucap Reina


“Jika di ingat-ingat lebih dalam seperti nya aku pernah melihat wajah ketua BD sebelum-sebelumnya” Ucap Divna


“Yakin lu?” Tanya Reina


“Hmm” Jawab Divna yang berfikir keras


Divna mencoba mengingat keras dimana dia dan Bryant bertemu. Divna sangat yakin bahwa dia pernah melihat wajah Bryant sebelum nya.


“Gua inget!” Ucap Divna ketika mengingat lembaran masa lalu


“Apa?” Tanya Reina


“Dia cowo yang pernah nolongin Garcia dulu sewaktu Garcia di culik” Jawab Divna


“Garcia pernah di culik?” Tanya Reina


“Iya dulu, mereka juga sangat dekat sebelum kejadian itu menimpa nya. Bahkan keluarga mereka dulu berencana menjodohkan mereka. Namun setelah kejadian yang mengerikan itu membuat Garcia menjadi pribadi yang dingin. Dia ikut bersama keluarga ku dan saat dia berumur 7/8 tahun gitu dia di culik dan saat kami menemukan nya ada Bryant di sana dia yang nyelametin Garcia. Saat itu kami melihat mereka berdua berdiri saling berhadapan Bryant yang menatap nya penuh rindu dan Garcia menatap nya dengan dingin namun saat itu gua juga ngerasa bahwa Garcia merasa sedih melihat wajah Bryant yang terlihat kecewa ntah karena apa. Dan setelah kejadian itu gua gak pernah liat Bryant lagi.” Jawab Divna


“Dan mungkin Garcia juga merasakan hubungan yang dekat dia antara mereka berdua mangkanya dia ingin membuat ingatannya kembali sepenuhnya” Ucap Divna


“Apa ini takdir? Mereka bertemu di pisahkan dan di pertemukan kembali saat ini” Ucap Reina


“Ini memang takdir mereka” Ucap Divna


“Jika memang Garcia bersama nya gua ngerasa tenang sekarang” Ucap Divna


“Itu masih dugaan gua, kita masih harus cari dia” Ucap Reina


“Tentu, ayo balik. Gua harus cari sesuatu” Ucap Divna dan di angguki oleh Reina


.


.


.


Hai, gimana hari ini?


Author bener-bener kehabisan ide buat bikin bab baru. Dari kemarin bingung gimana lanjutinya udah cari cara gimana biar bisa muncul ide tetep aja kosong pikiran author. Dan akhirnya sore ini dapet ide dan bisa lanjutin lagi.