My Mafia Girl

My Mafia Girl
He's Special



Garcia hanya duduk diam tanpa menjawab nya dia hanya menatap datar kakak nya yang ada di depannya saat ini. Sedangkan Amoora dia sudah mulai paham dengan pembicaraan penting yang akan di bicarakan.


“Kakak sadar, selama ini sikap kakak mungkin terlalu berlebihan. Kakak mau jelasin semua nya sekarang agar tidak ada lagi kesalahpahaman di antara kita, Garcia. Pertama, mungkin kamu kesal sama kakak karena dulu. Kakak paham perasaan mu saat itu, kita berdua sama-sama hancur ngeliat orang tua kita harus tewas dengan cara seperti itu. Kakak ngelarang kamu buat ikut campur waktu itu karena hanya kalian berdua yang akan kakak miliki kakak gamau kehilangan orang yang kakak sayangi lagi. Saat itu kita masih kecil, tubuh dan kekuatan kita sangat tidak sepadan untuk bertarung dengan mereka yang jumlah nya ribuan. Dan bukankah kamu sudah tahu bahwa kakak berjanji pada Mommy untuk menjaga kalian berdua?” Ucap Louis


“Gua mau pergi” Ucap Garcia yang mulai muak dengan pembicaraan ini


“Tunggu Garcia”


“Kak, please duduk. Amoora juga pingin denger cerita lengkap nya” Ucap Amoora memohon sambil mencekal tangan Garcia


Ya, selama ini Amoora hanya mengetahui setengah cerita dari kejadian dulu. Amoora juga ingin tahu bagaimana kedua kakak nya ini memulai konflik.


“Please” Ucap Amoora memohon


Garcia menghela nafas melihat wajah memohon adik nya, dia kembali duduk dan menatap dengan datar seperti tadi.


“5 menit, waktu mu bicara dengan ku 5 menit” Ucap Garcia


“Selama ini kakak selalu larang kamu ke Inggris sendiri juga bukan karena hal sepele. Kakak tahu kamu ketua Mafia terbesar negara ini kakak juga tahu kamu bukan gadis lemah. Tapi ada satu hal yang bikin kakak masih khawatir” Ucap Louis menghentikan ucapannya dan menarik nafas


“Haruskah sekarang aku memberitahu nya?” Batin Louis yang sebenarnya belum siap memberitahu semua nya pada Garcia


“Musuh-musuh Daddy masih hidup dan kakak takut mereka mengenali mu dan membunuh mu di sana” Ucap Louis


“Kenapa gua gak bisa ngomong kebenaran nya” Batin Louis meratapi kebodohan yang tak bisa mengungkapkan kebenaran nya pada adik nya


Garcia melihat jam di tangannya dan waktu sudah terlewat 5 menit. Garcia langsung berdiri dan berpamitan untuk pergi.


“Waktu mu sudah habis, gua pergi” Ucap Garcia lalu melangkah keluar dari rumah


Amoora yang melihat kakak kedua nya pergi begitu saja merasa sedih. Dia menatap kakak pertama nya dengan kecewa Amoora tahu bukan itu yang ingin di katakan oleh Louis.


“Kakak terlalu berbelit-belit hingga membuat kak Garcia muak sama omongan kakak” Ucap Amoora yang kesal pada kakak nya pertama nya itu dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Louis


“ARHGGGG SIALL” Teriak Louis kesal


Sementara di rumah pribadi Garcia, Bryant yang terlihat kesal melihat ponsel nya hingga dia meremas ponsel di tangannya.


“Cihh senang sekali dia bersama cowo yang terlihat cupu itu” Gerutu Bryant


“Kenapa dia belum pulang” Ucap Bryant kesal melihat ke arah jam


Sedangkan Garcia, dia masih belum ingin pulang saat ini dia sedang membawa mobil nya ke suatu tempat yang mungkin bisa menenangkan pikiran nya.


Setelah lama mengemudi akhirnya dia sampai di sebuah pantai. Dia langsung turun dari mobil nya dan berjalan ke arah pantai. Dia berdiri melihat lautan yang begitu indah di malam hari dan di tambah cahaya bulan yang memantul di perairan dan bintang yang bertebaran di langit membuat suasana malam ini menjadi sangat indah. Dia duduk atas pasir sambil memandang lurus ke arah lautan dengan wajah yang datar.


“Malam yang indah” Ucap Garcia


Suasana menjadi sangat sunyi dengan suara ombak yang membuat suasana menjadi menjadi tenang. Dia mendongak sedikit melihat bulan dan tersenyum dengan tulus.


“Kau tahu bulan? Aku muak dengan semua ini. Kak Louis yang terlihat menyembunyikan sesuatu dan tidak ingin mengatakan nya padaku meski punya banyak kesempatan. Contohnya beberapa menit lalu dia bisa mengatakan nya pada ku tapi dia tetap menyembunyikan nya.”


“Bagimana Mommy bisa menyuruh Kak Louis untuk menjaga ku dan Amoora ketika dia sendiri terlihat tidak dewasa”


“Cia harap Mommy dan Daddy bahagia di sana. Cia bakal terus berusaha menjadi orang yang kuat dan melindungi semua orang yang Cia sayang. Cia gak mau kehilangan orang yang Cia sayangi lagi seperti Cia kehilangan Mommy dan Daddy.”


“Bulan, Kau tahu? Saat ini ada satu pria yang mencoba memporak-porandakan dunia ku. Aku harus apa? Aku tahu selama ini tidak terpengaruh dengan pria yang mencoba mengejar ku tapi kali ini aku merasa berbeda dengan diriku sendiri. Pria ini terlihat cukup istimewa.”


“He’s special”


.


.


.


Hai guys.... Gimana Hari Ini? Happy? kalo author sih NO. Bcs sepi banget nih novel biasanya rame dan banyak yang baca tapi 2 hari ini sepi banget. Tapi, gapapa kok author bakal lebih berusaha lagi buat jadi yang terbaik buat kalian.