
Setelah cukup lama akhir latihan mereka bertiga selesai, Mauza dan Nabila yang terakhir kembali. Dengan langkah gontai nya mereka berdua menghampiri Kevin, Andre, dan Amoora.
“Haduhh capee bangett gua” Ucap Mauza yang langsung terduduk di tanah
“Sama” Ucap Nabila yang juga duduk di tanah
“Nihh minum” Ucap Andre memberikan botol air mineral
“Lu gak cape?” Tanya Nabila menatap Amoora
“Lapangan sekecil ini tidak membuatku cape kak” Jawab Amoora
Nabila membelalakkan matanya dan menoleh ke arah belakang melihat lapangan yang telah mereka putari hinggan 110 putaran.
“Lapangan ini di bilang kecil? Udah gilak apa?” Ucap Nabila
“Fisik kalian lemah sekali” Ucap Kevin
“Diem lu!” Ucap kesal Nabila
“Udah cepet bangun, kita bakal latihan lagi” Ucap Andre
“APA!” Teriak Nabila dan Mauza bersamaan mereka sudah sangat lelah namun harus berlatih lagi? Benar-benar menyiksa.
“Istirahat dulu lah bang” Ucap Mauza memohon
“Terserah, ayo kita pergi” Ucap Kevin mengajak Moora dan Andre
“Huhh... Akhirnya bisa istirahat” Ucap Nabila
“Dalam satu menit kalian tidak bisa menyusul kami maka Garcia akan melatih kalian sendiri dan tentu saja dengan cara nya sendiri.” Ucap Kevin menghentikan langkahnya lalu kembali melangkah
Ucapan Kevin membuat Mauza dan Nabila saling bertatapan. Garcia melatih dengan cara nya sendiri? Itu kalimat yang sangat menganggu pikiran mereka. Kalimat itu seolah menunjukkan Garcia akan melatih mereka berdua dengan cara yang sangat kejam. Tanpa berfikir panjang lagi akhir nya mereka berduri dan langsung berlari menyusul Kevin dan yang lainnya.
“BANG TUNGGUIN” Teriak Nabila dan Mauza berlari menyusul ketiga orang yang sudah pergi terlebih dahulu
Sementara di halaman belakang semua anak MOTD sedang berlatih bersama dan tentu nya di sana juga ada Garcia dan yang lainnya. Latihan ini bukan sekedar latihan biasa yang tidak akan melukai lawan nya. Mereka akan tetap melukai lawan nya meskipun ini hanya sebuah latihan.
Saat ini Garcia sedang di hadapan kan oleh ke 6 teman nya. Ke enam temannya yang kini sedang bergantian menyerang Garcia. Tanpa merasa kesulitan sedikit pun Garcia menghadapi ke enam orang ini dengan sangat mudah hingga akhir nya mereka semua tersingkir satu persatu.
“Kemampuan kalian semakin bagus, pertingkatkan. Termasuk lu kak” Ucap Garcia kepada mereka
“Ci” Panggil Kevin yang baru saja sampai bersama yang lainnya
“Lu sama bang Andre berlatihlah bersama bang Ronald dan bang William” Ucap Garcia
“Baik” Ucap Kevin dan Andre lalu pergi mencari Ronald dan William
“Loh mereka juga jadi anggota di sini kak?” Bisik Arya pada Divna
“Iya, baru gabung hari ini” Jawab Divna
“Kalian berdua punya kemampuan dasar beladiri?” Tanya Garcia
“Tentu. Nabila juga jago beladiri” Jawab Mauza
“Baiklah, kak lawan lu mereka” Ucap Garcia pada Divna
“Gilak! Langsung dia? Dari cara menyerang nya ke Garcia tadi saja sudah terlihat kemampuan dia jauh lebih baik dari ku” Batin Nabila
“Ayo ikuti gua” Ucap Divna mengajak Mauza dan Nabila
“Baik” Jawab kedua nya
“Dan kalian berlima lanjut berlatih” Ucap Garcia pada kelima laki-laki itu
“Baik” Jawab Kelimanya dan langsung pergi
“Terus aku gimana kak?” Tanya Amoora
“Kamu berlatih sama kakak” Jawab Garcia
“Ambil pedang mu” Sambung Garcia melempar sebuah pedang pada adek nya
“Pedang nya bagus, boleh aku memiliki nya?” Tanya Amoora
“Itu bukan apa-apa, jika bisa menang melawan ku akan ku berikan salah satu koleksi pedang milik ku” Jawab Garcia
“Baik, tantangan di terima” Ucap Amoora lalu bergerak mengambil ancang-ancang
“Aku suka ini” Ucap Garcia tersenyum tipis
Tanpa aba-aba mereka langsung saling menyerang satu sama lain. Suara gesekan pedang mereka terdengar jelas oleh yang lainnya. Divna, Nabila, Mauza dan kelima pria yang tak jauh dari posisi Garcia melihat pertarungan antara kakak adek yang terlihat sangat sengit itu.
“Kenapa mereka bertarung seperti itu? Bagaimana jika salah satu nya terluka” Ucap Mauza cemas
“Latihan ini memang seperti itu, karena kami menganggap lawan bukan kawan meskipun ini hanya berlatih saja.” Ucap Divna
“Kalian juga akan seperti itu. Jadi, fokus lah dan angkat pedang kalian” Sambung Divna dan di angguki oleh kedua nya
Sementara di tempat latihan kelima laki-laki itu juga sedang melihat ke arah Garcia dan Amoora yang sedang bertarung.
“Kuharap tidak akan ada yang terluka” Ucap Arya
“Tidak mungkin” Jawab Rendy
“Pasti salah satu di antara mereka akan ada yang terluka. Ingat latihan ini juga seperti berperang sungguhan” Sambung Rendy
“Jika terluka sebaiknya kita berharap jangan sampai parah” Ucap Ardi
“Benar” Ucap Roy
“Sebaik nya kita berlatih saja” Ucap Fadil dan di angguki ke empatnya
.
.
.
Hai guys... Gimana hari ini?