
Tepat setelah orang itu berkata, semua lampu yang ada langsung menyala dan memperlihatkan wajah orang yang beberapa hari ini terus membuat pikirannya kesal.
“Long time no see, baby girl” Ucap Orang itu tersenyum manis menatap Garcia
“Sialann, awas lu kak” Umpat Garcia dalam hati
“Cantik” Ucap Bryant yang tak berkedip menatap Garcia
“Aku ada urusan, aku pergi dulu” Ucap Garcia berbalik meninggalkan Bryant
“Tunggu” Ucap Bryant memegang tangan Garcia
“Ayo makan, aku sudah mempersiapkan semua ini sayang sekali jika kamu pergii” Ucap Bryant
“Masa bodoh” Ucap Garcia menyingkirkan tangan Bryant
“Maaf” Ucap Bryant memegang tangan Garcia kembali
“Maaf aku tidak memberitahu mu bahwa aku pergi dan tidak memberi kabar sama sekali” Sambung nya
“Aku salah, aku minta maaf.” Ucap Bryant sekali lagi
“Aku lapar, ayo makan terlebih dahulu baru kita ngobrol” Sambung nya menarik Garcia ke meja yang sudah di hias sebaik mungkin
Garcia hanya menurut dan mengikuti kemauan Bryant. Setelah makan dia akan langsung menanyakan banyak hal meskipun ini di nilai berlebihan karena mereka tidak memiliki hubungan apapun.
Setelah selesai makan Bryant mulai menjelaskan kenapa dia pergi mendadak setelah bertemu dengan Garcia dan juga dia menjelaskan kenapa tidak memberikan kabar ke Garcia sama sekali selama 7 hari.
“Ah dan untuk perempuan yang ada di dalam foto itu dia penanggung jawab kantor cabang di sana” Ucap Bryant
“Hanya itu yang ingin kamu jelaskan Bry?” Tanya Garcia
“Kurasa iya” Jawab Bryant
“Lalu siapa perempuan yang mengangkat telpon ku?” Tanya Garcia dengan tatapan tajam
Bukannya langsung menjawab pertanyaan Garcia, Bryant malah tersenyum dan malah berkata hal lain yang membuat Garcia semakin kesal.
“Apa kamu cemburu? Sikap mu dari tadi terlihat seperti cemburu” Ucap Bryant menggoda Garcia
“Ck, sudahlah. Lagian untuk apa aku cemburu. Buang-buang waktu saja” Ucap Garcia
“Hahaha lihatlah kamu masih tidak mengaku?” Ucap Bryant
“Shut up!” Ucap Garcia
“Dia adalah keponakan ku, kebetulan keluarga nya sedang berada di Indonesia dan dia berkunjung ke rumah utama keluarga kami. Dia sangat lancar berbahasa Indonesia daripada bahasa di negera nya sendiri.” Jelas Bryant
“Ohh” Ucap Garcia
“Sudah jangan marah lagi, kemarikan tangan kanan mu” Ucap Bryant
“For what?” Tanya balik Garcia
Bryant langsung menarik tangan kanan Garcia dan memasang sebuah cicin berlian di jari manis Garcia.
“Ini bukan lamaran, aku hanya tidak ingin ada orang yang menginginkan mu. Masih belum terlalu jauh saja perjalanan kita sudah ada beberapa pria yang mengincar mu. Tunggu lamaran resmi nya ketika kamu sudah dewasa” Ucap Bryant dengan nada serius
“Bryant” Ucap Garcia memandangi cicin yang di berikan oleh Bryant
Garcia bertekad seperti nya ini waktu yang pas untuk bilang yang sebenarnya pada Bryant soal ingatannya yang sudah kembali.
“Sebenarnya aku udah ingat semua nya. Ingatanku sudah kembali. Semua tentang mu dan beberapa hal aku lupakan di masalalu. Maaf aku gak langsung bilang” Ucap Garcia
Mendengar perkataan Garcia tentu saja membuat Bryant cukup kaget. Dia langsung berdiri dari duduk nya dan memeluk Garcia. Garcia yang kaget dengan tindakan itu perlahan mulai membalas pelukan Bryant.
“Terimakasih” Ucap Bryant dengan tulus
“Maaf” Ucap Garcia
“Tidak apa” Ucap Bryant
“Apa aku harus melamar mu dengan resmi sekarang?” Tanya Bryant melepaskan pelukannya
“Tadinya aku tidak ingin terburu-buru karena takut itu membebani pikiranmu karena kamu masih belum sepenuhnya mengingatku” Ucap Bryant
“Hahaha aku tidak ingin terburu-buru. Lebih baik berpacaran saja dulu” Ucap Garcia
“Huhh baiklah” Ucap Bryant
“Mungkin bagi orang lain ini terlihat sangat lebay tapi aku benar-benar senang kamu mengingat ku” Sambung Bryant lalu mengecup kening Garcia
“Kembali nya ingatan tentang mu juga kembali tentang ingatan tentang hal yang sebenarnya tidak ingin aku ingat” Batin Garcia
Sementara di sebuah negara lain, ada seorang pria yang berdiri menatap ke arah luar di dalam kamar nya.
“Ternyata kamu tumbuh dengan sangat cantik gadis kecil” Ucap Pria dengan sebuah berkas yang ada di tangannya
“Kita akan segera bertemu, tunggu saja” Ucap Orang itu meremas berkas yang ada di tangannya
“Tuan, saya sudah siap” Ucap seorang wanita dengan pakaian minim nya memeluk tubuh pria itu dari belakang
“Singkirkan tubuh menjijikkan mu dariku” Ucap Pria itu dengan kasar melepaskan pelukan dari wanita itu
“Tapi tuan bilang tadi menginginkan saya” Ucap Wanita itu yang tidak terima
“Berisik, keluar dari kamar ku sebelum ku bunuh kamu” Ucap Orang itu menatap tajam ke arah wanita yang ada di hadapan nya
Wanita itu langsung pergi ketakutan keluar dari kamar pria itu. Sementara Pria itu langsung masuk ke dalam ruang kerja nya yang memang terhubung dengan kamar nya.
Di Indonesia, Garcia saat ini sedang tertidur di mobil Bryant setelah selesai acara makan malam yang romantis itu. Sambil menyetir sesekali Bryant melihat ke arah Garcia yang tengah tertidur pulas dan mungkin karena kecapean.
“Aku akan menjaga mu dari orang yang mengincar mu” Ucap Bryant mengelus lembut rambut Garcia
.
.
Halo guys... Gimana hari ini?
Cuaca hari ini panas banget.. author bener-bener gak tahan sama cuaca panas bawaan nya pingin langsung ngadem aja hahaha...