My Mafia Girl

My Mafia Girl
Frustasi



“Tapi kenapa putus?” Tanya Malvinson


“Itu rumit di jelaskan tapi kami masih saling menyukai” Jawab Garcia


“Pria asli Indonesia?” Tanya Malvinson


“No, but he is mixed Indonesian” Ucap Garcia


(Nggak, tapi dia campuran Indonesia)


“Daddy mengenal nya kok” Sambung Garcia


“Sial, siapa dia” Batin Malvinson


“Wahh Daddy bener-bener gatau?” Ucap Garcia ketika melihat wajah kebingungan Malvinson


“Bisa beritahu daddy aja?” Tanya Malvinson namun di jawab gelengan oleh Garcia


“Daddy cari tahu aja sendiri” Jawab Garcia


Saat akan kembali bicara tiba-tiba ponsel Malvinson berdering. Dia langsung mengambil nya di kantung celana nya dan melihat siapa yang menelpon nya.


“Daddy angkat telpon dulu ya” Ucap Malvinson dan di angguki oleh Garcia


Malvinson pun berdiri dan pergi menjauh untuk mengangkat telpon. Garcia hanya memperhatikan Daddy nya yang menjauh.


“Aneh, bagaimana Daddy gak bisa tahu dengan ciri-ciri sejelas itu. Padahal waktu kami masih kecil Daddy deket banget sama Bryant” Gumam Garcia yang masih memerhatikan Daddy nya sedang berbicara dengan seseorang di telpon


Tak lama Malvinson pun kembali dan menghampiri Garcia yang sedang bermain pasir.


“Seru banget kayak nya” Ucap Malvinson yang kembali duduk di samping Garcia


“Siapa yang telpon Daddy sampek Daddy harus menjauh kayak gitu?” Tanya Garcia


“Bukan calon Mommy baru kan?” Sambung nya sambil memincingkan matanya menatap curiga ke arah Malvinson


“Hahaha tentu bukan baby, itu hanya rekan kerja Daddy” Ucap Malvinson


“Baguslah” Ucap Garcia


“Aku bosan dad, bisa kita kembali ke rumah?” Tanya Garcia


“Tentu, ayo” Ucap Malvinson


Malam hari pun tiba dan kini di rumah Garcia mereka sedang melakukan rapat dan frustasi karena mendapatkan kabar bahwa Garcia sudah tidak berada di tempat sebelumnya.


“Kita kehilangan jejak nya, mata-mata itu juga udah gak bisa di hubungi kemungkinan mereka udah tahu pergerakan kita” Ucap Selena


“Kita harus gimana sekarang?” Tanya Aurel


Mereka semua merasa frustasi dengan keadaan, mereka benar-benar kehilangan jejak Garcia.


“Gua yakin dia masih di negara ini” Ucap Bryant


“Kenapa lu bisa seyakin itu? Mata-mata kita hilang dan kita kehilangan jejak Garcia. Musuh juga udah tahu pergerakan kita dan kemungkinan besar mereka akan membawa Garcia pergi dari negara ini karena mereka tahu pergerakan kita.” Ucap Selena


“Gua sama Garcia punya ikatan yang udah lama, perasaan ini gak mungkin bohong. Gua yakin Garcia masih ada di negara ini” Ucap Bryant dengan sangat yakin


Mereka semua yang ada di ruangan itu melihat keyakinan Bryant yang begitu kuat. Meskipun setiap mengadakan rapat Bryant berusaha untuk tidak menunjukkan perasaan nya tapi saat dia sendiri dia sering melamun dan memikirkan Garcia. Mereka semua saling menatap kemudian mengangguk.


“Langkah kita selanjutnya gimana?” Tanya Putri


“Kalian punya mafia di Amerika kan? Berapa banyak anggota itu sekarang?” Tanya Bryant


“Untuk saat ini ada 500 orang” Ucap Aurel


“Suruh 300 orang datang kesini kita bakal gabungin sama anggota yang ada di sini. Kalo kita ngandelin anggota yang ada di sini aja bakal susah. Karena mereka udah tahu pergerakan kita jadi kita lakuin secara terang-terangan tapi diam” Ucap Bryant


“Terang-terangan tapi diam itu maksudnya gimana?” Tanya Nisa


“Anggota di sini cuma ada 150 orang dan kalo kita tambah dari amerika kita bakal punya anggota 450 orang. Anggota itu nantinya bakal di bagi jadi 2 kelompok. Melakukan penyelidikan secara terang-terangan dan satu lagi secara diam-diam. Tim yang ngelakuin penyelidikan secara terang-terangan bakal jadi perhatian mereka secara singkat nya kita mecah belah perhatian mereka. Bener kan Bry?” Tanya Samuel


“Ya bener, kita bakal fokusin perhatian mereka ke tim yang nyeledikin secara terang-terangan” Jawab Bryant membenarkan ucapan Samuel


“Apa 450 orang itu cukup?” Tanya Sasa


“Itu lebih dari cukup” Ucap Bryant


“Kenapa gak ngambil di indo juga?” Tanya Aurel


“Heh bodohh, kalo kita minta bantuan yang di indo mereka bakal tahu dong gimana sih.” Ucap Putri sambil memukul lengan Aurel


“Iya juga ya” Ucap Aurel


“Rapat selesai di sini” Ucap Bryant


“Lu segera hubungi ke Amerika dan jangan sampe pergerakan ini di ketahui sama mereka dulu” Sambung nya