My Mafia Girl

My Mafia Girl
Khawatir



“Dia lagi berusaha buat balikan ya sampe kayak gitu?” Tanya Kevin


“I don’t know” Ucap Garcia


“Gua akui effort nya dia” Ucap Kevin


“Masalah nya bukan itu, dia siapa sampe tahu markas kita. Kamu pasti gak sembarangan kasih tahu orang meskipun itu pacar mu sendiri kan. Kalo emang kamu yang ngasih tahu dia cukup hebat untuk tahu lokasi persis markas kita” Ucap Ronald


“Dia ketua dari mafia BD” Ucap Garcia dengan santai nya


Mendengar ucapan Garcia membuat ke empat abang nya itu tersedak cemilan atau minuman yang mereka minum.


Uhuk.. uhuk...


Mereka dengan cepat mengambil minuman untuk menetralkan tenggorokan mereka.


“APA?!” Ucap mereka berempat


“WAHH gua gak percaya ini sih” Ucap Kevin


“Ketua BD yang terkenal dingin sama kejam itu bisa sebucin ini sama adik kita?” Ucap Andre tak kalah tak percaya


“Kalo lu lupa, adek kita ini juga dingin sama kejam” Ucap William


Mereka berempat saling tatap dan membayangkan sesuatu hal yang sama.


*Bayangan mereka berempat


“Gak, Kamu yang salah. Aku kan mau nya martabak keju susu bukan nasi goreng” Ucap Garcia kesal sambil menodongkan senjatanya pada Bryant


“Itu salah mu. Kan kamu bilang nya terserah” Ucap Bryant yang juga menodongkan senjatanya


“Mati kamu!” Ucap Garcia menembakkan peluru nya pada Bryant


Bersamaan dengan Garcia, Bryant juga menembakkan peluru nya pada Garcia.


*Bayangan selesai


Setelah membayangkan hal itu mereka bergidik ngeri jika membayangkan mereka berdua yang terkenal dengan sifat kejam dan dingin nya terhadap musuh memiliki hubungan cinta.


“Hubungan kami gak seperti yang lu bayangin bang” Ucap Garcia memutar bola matanya yang tahu pikiran ketiga abang nya


“Hehehe tapi tetep aja itu keliatan serem” Ucap William


“Sejak kapan?” Tanya Ronald


“Belum lama” Jawab Garcia


Setelah menjawab pertanyaan dari Ronald tiba-tiba Aulia masuk ke dalam ruangan dan mengabari bahwa Bryant sudah sadar.


“Ci, cowo mu udah sadar tuh” Ucap Aulia


Garcia langsung berdiri dan berlari meninggalkan ruangan. Mereka yang berada di ruangan santai melihat reaksi Garcia yang berlebih itu memutuskan suatu hal.


“Kenapa nih?” Tanya Aulia mendekat ke arah mereka


“Kepo lu” Ucap William


“Yee sialann lu” Ucap Aulia


Sementara di posisi Garcia dia sudah sampai di depan ruang rawat Bryant. Sebelum maksud dia mengatur ekspresi nya agar tidak terlihat terlalu mengkhawatirkan Bryant. Setelah bisa mengaturnya ekspresi nya dia masuk dengan menatap Bryant dengan datar.


Melihat gagang pintu masuk bergerak Bryant menoleh dan melihat Garcia muncul dari balik pintu. Dia menyambut Garcia dengan senyuman dan mencoba untuk duduk. Melihat itu Garcia dengan terburu-buru menghampiri Bryant dan melarang nya untuk duduk.


“Jangan gerak dulu, baring aja. Kondisi mu belum sepenuhnya stabil” Ucap Garcia yang khawatir tentang luka Bryant dan racun yang masih tersisa di tubuh nya


Melihat kekhawatiran Garcia, Bryant tersenyum senang dengan rasa khawatir yang di tunjukkan oleh Garcia membuat Bryant yakin bahwa Garcia masih mencintainya.


“Ciee khawatir nihh” Goda Bryant


“Apaan sih, gak jelas” Ucap Garcia yang kembali dengan wajah datar nya


“AKHHHH” Teriak Bryant kesakitan memegangi bahu kiri nya


“Kenapa? Ada apa?” Tanya Garcia panik


“Tunggu! Gua panggil kak Lia dulu” Ucap Garcia yang ingin pergi memanggil Lia


Saat Garcia ingin pergi Bryant menahan tangan Garcia dan menarik nya ke arah nya hingga membuat Garcia jatuh ke pelukannya.


“Gak perlu, gini aja udah cukup” Ucap Bryant


“Apasi jangan bercanda deh. Lepas gak!” Ucap Garcia yang ingin bangun dari pelukan Bryant namun Bryant tak melepaskan nya begitu saja


“Aku mohon sebentar aja” Ucap Bryant memohon


Garcia pun terdiam dia memejamkan mata nya dan mendengarkan detak jantung Bryant yang sangat dia sukai. Bryant juga memejamkan matanya sambil menghirup wangi Garcia yang sudah sangat dia rindukan.


“Aku mencintai mu” Ucap Bryant


Garcia membuka matanya dan kembali menutup matanya dia ingin hilang ingatan sesaat saat dia memutuskan hubungannya dengan Bryant. Dia ingin waktu saat ini berhenti sebentar dan menikmati pelukan Bryant sebelum rasa gengsi nya muncul.


.


.


Haii guys...


Tangan ku udah lumayan baikkan makasih yaa buat doa nya and i really really really sorry. maaf bangett lama update yaa.. author sibukk.


di tanggal 15 yang harus nya author ngetik bab baru author lagi sibuk cari job


terus di tanggal 16 author ada gladi resik wisuda author dan siang terus abis gladi resik author lanjut ngurus berkas-berkas terus malem nya author harus tidur lebih cepet karena jam 03:00 pagi author harus pergi make up karena acara tuh jam 07:00 pagi


terus tanggal 17 nya tuh wisuda dan pulang sore di jam 15:30 karena cape author ketiduran sampe sam 22:00 dan gak sempet update. Maaf bangett....