My Mafia Girl

My Mafia Girl
Sampah yang meniru



  Kini Bryant, Ronald, Louis dan Amoora sudah berhasil memasuki Vila. Mereka berempat sedang bertarung melawan musuh yang juga tiba-tiba muncul dari dalam.


“Bryant, pergilah dan cari Garcia” Ucap Louis


  Bryant yang sedang menghadang musuh di depannya langsung menendang musuh nya hingga terjatuh tersungkur.


“Kalian tolong urus di sini” Ucap Bryant lalu pergi mencari Garcia


“Serahkan pada kami” Ucap Amoora sambil menusuk orang di depannya menggunakan pedang


“Gak segampang itu” Ucap James yang datang dan menghadang Bryant


  Louis langsung menyerang James menggunakan pedang nya dan James juga menahan pedang yang di arahkan padanya.


“Lawan mu adalah aku, bodohh.” Ucap Louis menatap James dengan penuh dendam


“Pergilah Bry, biar gua yang urus orang ini” Ucap Louis


  Bryant pun mengangguk dan pergi untuk mencari Garcia meskipun jalan nya terus di hadang oleh musuh namun dengan tanpa perasaan Bryant terus menembaki setiap orang yang menghalangi jalannya.


   Sementara di posisi Garcia dia berada di kamar nya untuk mengambil sebuah pistol yang dia sembunyikan dari Daddy. Dia dulu sempat mengambil pistol dari salah satu anak buah daddy nya sebelum dia di bawa ke pulau ini.


“Ketemu” Ucap Garcia ketika menemukan pistol nya


“Apanya yang ketemu, baby?” Tanya Malvinson yang sudah berada di kamar Garcia


  Mendengar suara Malvinson, Garcia langsung dengan cepat berbalik dan mengacungkan pistol nya pada Malvinson.


“Apa yang kamu lakukan, baby” Ucap Malvinson mendekat perlahan ke arah Garcia


“Diam di situ atau aku akan menembak mu” Ucap Garcia


“Apa kamu tega menembak Daddy mu sendiri hmm?” Tanya Malvinson yang masih mencoba mendekat ke arah Garcia


Dor


  Garcia melayangkan satu tembakan ke udara untuk memperingati Malvinson bahwa dirinya tidak main-main.


“Tetap di situ dan jangan pernah sebut dirimu sebagai Daddy ku. Kamu hanya sampah menjijikan yang meniru Daddy ku” Ucap Garcia


“Ah jadi kamu sudah tahu?” Ucap Malvinson menyeringai


"Baguslah, aku tidak perlu berpura-pura lagi menjadi orang itu" Sambung Malvinson


“Sial, kepala gua pusing banget” Batin Garcia menahan rasa pusing di kepala nya


“Apa yang kau lakukan padaku” Ucap Garcia yang semakin menahan rasa sakit di kepala nya


“Hanya mencoba obat baru, obat yang akan membuat mu hilang ingatan secara perlahan.” Ucap Malvinson lalu berjalan mendekati Garcia


“Sialann” Umpat Garcia yang kini pandangan nya menjadi buram


  Rasa sakit di kepala nya terus bertambah dan pandangan nya juga semakin buram namun dia berusaha untuk tetap bertahan. Padangan nya menjadi buram dan seolah sekeliling nya berputar-putar hingga pada akhirnya dia pingsan dan Malvinson langsung menangkap nya.


“Gadis kecil ini” Ucap Malvinson yang langsung menggedong Garcia


"Kamu milikku sekarang" Sambung Malvinson


“Aku harus membawa nya pergi. Karena suara tembakan nya tadi sudah pasti akan ada yang datang ke sini” Ucap Malvinson lalu membawa Garcia keluar dari kamar


  Di sisi lain Bryant yang mendengar suara tembakan ketika mencari Garcia dia langsung mencari sumber tembakan itu dan berharap Garcia baik-baik saja.


“Aku harap kamu baik-baik saja, babe” Ucap Bryant yang menambah kecepatan nya


  Bryant akhirnya sampai di kamar Garcia ketika Malvinson sudah membawa Garcia pergi.


“Sialann” Umpat Bryant kesal


  Dia langsung keluar dari kamar Garcia dan pergi mencari Garcia ke tempat lain. Di bawah, semua orang sedang bertarung dan musuh yang semakin bertambah ntah datang dari mana. Di luar Vila pun MOTD dan BD dengan seimbang bisa mengimbangi pertempuran dengan musuh yang semakin bertambah.


  Divna saat ini sedang melawan beberapa orang yang membuat nya sedikit kualahan karena jumlah dari mereka terus bertambah. Saat Divna fokus sedang bertarung dengan orang ada di depannya musuh mengambil kesempatan untuk menyerahkan Divna dari belakang.


  Samuel yang melihat itu mebelalakan matanya dia ingin menghampiri Divna namun saat ini dirinya sedang di hadang oleh pasukan musuh.


“DIVNAAA DI BELAKANG MU” Teriak Samuel yang membuat Divna menoleh ke belakang dan melihat seseorang sedang berlari sambil memegang pedang ke arah nya.


  Dengan posisi itu yang sangat dekat itu sudah tidak memungkinkan bagi Divna untuk menghindar.


“SAYANGGG” Teriak Samuel


“KAKKKK” Teriak Arya


“DIVNAA” Teriak William dan Selena


“Kita harus menang, meskipun gua harus berkorban” Batin Divna


Dor