
Sementara di posisi Bryant dia sudah mendapatkan kabar dari Robert mengenai berhasil nya rencana mereka. Sekarang semua anggota inti berkumpul di ruang rapat untuk mendiskusikan rencana mereka selanjutnya. Mereka terus mendiskusikan rencana mereka hingga Robert datang ke ruang rapat itu untuk menjelaskan yang terjadi dengan detail.
“Bagaimana?” Tanya Bryant
“Saya yakin benda itu sudah menempel di pakaian nya, tuan.” Jawab Robert
“Benda?” Tanya Ronald
“Lu ngasih alat pelacak?” Tebak Kevin
“Itu pasti akan cepat ketahuan, orang yang selicik dia pasti bakal cepet sadar” Ucap Selena
“Itu kalo alat pelacak biasa” Jawab Bryant
“Maksud nya?” Tanya Mauza
“Biar saya jelaskan sedikit” Ucap Robert
“Dulu tuan Mario sangat suka membuat barang-barang yang modern salah satu nya adalah alat pelacak ini. Dulu tuan Mario pernah bilang pada saya kalau dia ingin membuat alat pelacak yang berbeda dengan alat pelacak biasanya. Jadi tuan Mario membuat alat pelacak model baru yang bisa melacak seseorang tanpa di ketahui orang itu sendiri karena alat itu akan berubah warna mengikuti warna sesuatu yang telah di tempelkan oleh alat pelacak itu.” Ucap Robert
“Jadi maksud nya jika alat itu bekerja seperti bunglon ya?” Tanya Mauza
“Ya, anda bisa menganggap nya seperti itu” Ucap Robert
“Tapi sayang nya alat itu tidak bisa di sempurnakan karena tuan Mario pergi terlebih dahulu. Apa anda ingat nona Selena? Saat Nona muda mendatangi saya untuk menanyakan soal tuan Mario waktu itu? Saat itu saya sedikit merasa aneh jadi saya menemui nona muda secara pribadi dan menanyakan soal kalung yang selalu nona muda pakai setelah kejadian penculikan dulu. Kalung itu di dalam nya ada alat pelacak. Meskipun masih belum terlalu sempurna waktu itu tapi sekarang alat itu telah di sempurnakan oleh nona muda sendiri. Karena butuh waktu yang sangat lama untuk bisa membuat alat itu, alat itu hanya ada 1 dan di gunakan oleh nona muda, meskipun alat itu belum sempurna saat itu.” Ucap Robert
“Tapi bagaimana alat itu ada di kalian?” Tanya William
“Inget saat gua ngacak-ngacak kamar Garcia? Firasat gua udah gaenak soal itu dan gua nemu kalung yang di maksud itu dan di dalam nya memang ada pelacak. Garcia juga pernah ngasih tahu itu ke gua” Jawab Bryant
“Gua cukup kesusahan ngebongkar lagi kalung itu dan ngambil alat pelacak itu. Karena seperti yang di katakan paman Robert tadi alat itu berubah menjadi transparan mengikuti warna sesuatu yang telah di tempelkan oleh alat pelacak itu dan terlebih lagi alat itu udah di sempurnakan oleh Garcia. Jadi jika membuat kesalahan sedikit saja alat itu akan rusak.” Sambung Bryant
“Kecil banget, sekecil kepala semut” Ucap Bryant
“DEMI APA?” Tanya Nisa kaget barang ke sekecil itu di bisa di ciptakan.
“Bercanda, lebih gede dari itu” Jawab Bryant
“Dia ngajak bercanda tapi muka nya serius plus datar gitu maksudnya apa ya anjng?” Batin Nisa kesal
“Back to topic. Sam, tolong ambilin laptop gua dong di kamar” Ucap Bryant
“Oke” Jawab Sam beranjak dari duduk nya dan keluar dari ruangan
Setelah beberapa saat Sam pun kembali dengan laptop yang berada di tangannya.
“Nih” Ucap Sam menaruh laptop Bryant di meja tepat di depan Bryant
“Thanks” Ucap Bryant pada Sam
“Kalian coba ke sini” Sambung Bryant pada yang lainnya sambil menghidupkan laptop nya
Semua orang langsung bangun dari duduk nya dan menghampiri Bryant. Mereka melihat Bryant sedang sibuk mengotak-atik laptop nya hingga muncul sebuah map dan titik merah yang terus bergerak.
“Ketemu” Ucap Bryant
“Bagus” Ucap Ronald
“Sebentar lagi babe, sebentar lagi kita akan bertemu” Batin Bryant menatap serius titik merah yang terus bergerak itu.
Mereka terus memperhatikan kemana Malvinson pergi lewat laptop yang sudah terhubung dengan alat pelacak yang sudah di tempelkan oleh Robert.