
“Jadi beneran” Ucap Andre
“Pacar nya Mafia? Siapa kira-kira?” Tanya Kevin menatap Divna penuh tanya dan di ikuti oleh ketiga orang lainnya
Mendapatkan tatapan penuh tanya Divna buru-buru pergi dari ruang santai dia takut akan salah menjawab dan nantinya dia akan menjadi korban kemarahan Garcia.
“Ahh kayak nya gua harus nemuin Garcia, gua lupa bahas hasil misi kali ini” Ucap Divna lalu buru-buru keluar dari ruang santai
“Mereka sama aja” Ucap William
“Nyari tahu pun gabisa, kalo dia beneran mafia pasti dia cerdik banget lindungin indentitas nya. Kita Cuma bisa pasrah nunggu dia dateng sendiri” Ucap Andre dan di setujui yang lainnya
Sementara Divna menyusul Garcia dan merebut bunga yang ada di tangan Garcia.
“Sini biar gua buang, lu gak perlu repot-repot buang sendiri” Ucap Divna lalu berjalan mendahului Garcia
Garcia langsung menyusul Divna dan merebut kembali bunga nya.
“Gak usah” Ucap Garcia
“Kenapa?” Tanya Divna
Pertanyaan Divna tak di jawab oleh Garcia dan Garcia masuk begitu saja ke kamar nya meninggalkan Divna yang masih berada di depan pintu kamar nya.
“Masih sayang aja sok sok an putus, dasar bocah.” Ucap Divna menggeleng kan kepalanya heran
Sementara di Markas Bryant dia tengah teringat betapa berjuang nya dia memberikan bunga ke markas Garcia dan hampir membuat nyawa nya nyaris melayang akibat jebakan yang di pasang oleh kelompok Mafia Garcia. Dia juga mengingat betapa pusing nya dia dengan ilusi yang di ciptakan.
Flashback beberapa jam sebelum Garcia pulang
Di ruangan Bryant dia tengah menunggu Samuel datang dengan gelisah hingga akhirnya Samuel datang dengan sebucket bunga mawar merah.
“Lama banget sih” Ucap Bryant beranjak mengambil bucket bunga nya dari tangan Samuel
“Jauh anj toko bunga nya dari markas kita” Ucap Samuel
“Ohh... Thanks” Ucap Bryant membawa bunga itu ke meja nya
“Iya”
“Gilaa sihh.. ini effort yang gak ada tandingannya.” Ucap Samuel
“Oh ya tadi di tanyai mau di kasih tulisan apa? Karena gua tau lu mau ngomong apa jadi gua minta kertas mentahan aja” Ucap Samuel memberikan kartu ucapan yang masih kosong pada Bryant
“Katanya mba mba yang jual bunga nya cewe bakal luluh kalo baca tulisan dari kita” Sambung Samuel
“Oke” Ucap Bryant menerima kartu ucapan itu
Dia sebenarnya bingung ingin menuliskan apa di kartu ucapan itu tapi akhirnya sebuah kata terpikir kan dan dia menulis nya di kertas itu.
3 jam sebelum Garcia menginjakkan kaki nya di Indonesia
Bryant sedang menuju ke markas Garcia, selama perjalanan dia merasa senang akhirnya mantan kekasih itu kembali setelah lama berada di luar negeri. Padahal Cuma bentar yekan.
Dia memarkirkan mobilnya cukup jauh dari lokasi markas Garcia, dia langsung memakai topi dan masker hitam dan langsung berjalan menuju ke markas Garcia.
Setelah lama berjalan akhirnya Bryant berhasil memasuki kawasan Markas Garcia. Dia tahu karena sudah merasakan bahwa dia sedang di awasi dan saat itu Andre yang sedang bertugas mengawasi CCTV melihat Bryant yang baru saja memasuki kawasan mereka. Andre tak langsung melapor karena jarak Bryant dengan markas masih cukup jauh meskipun Bryant sudah berada di kawasan markas mereka.
Bryant terus berjalan menyusuri bangunan-bangunan kosong yang dia lewati setelah berjalan cukup lama hingga akhir nya dia berada di hutan. Dia terus berjalan dengan hati-hati saat ini nyawa nya sedang terancam. MOTD terkenal dengan jebakannya yang mematikan terlebih dengan ilusi yang mereka buat untuk mengelabui lawan. Setelah lama berjalan akhir nya Bryant keluar dari hutan-hutan itu.
Saat dia keluar dari hutan-hutan itu dia sadar bahwa selama dia berjalan tadi dia hanya berputar-putar dan kembali lagi ke posisi awal.
“Ilusi MOTD benar-benar hebat” Gumam Bryant
Tak menyerah Bryant kembali lagi menelusuri bangunan-bangunan kosong itu dan kemudian kembali ke hutan. Bryant langsung mengambil arah berlawanan dari arah-arah yang dia ambil tadi. Hingga akhir nya dia bebas dari ilusi itu dan kini dia harus sangat waspada pastinya akan ada banyak jebakan yang di pasang.
.
.
Haiiii guysss
Harus nya kemarin yaa author update... tapi kemarin banyakk tamuu yang kerumahh author juga kecapekan jadi kemarin libur duluu.. maaf ya..