
“Hmm enak, kamu beli dimana?” Tanya Garcia
“Mommy yang bikin” Jawab Bryant
“Jadi tadi kamu telpon nyokap mu?” Tanya Garcia
“Iya”
“Ihh kan aku jadi gaenakk ngerepotin Mommy Angg-” Ucap Garcia dan langsung menghentikan ucapan
“Kamu bilang Mommy siapa?” Tanya Bryant yang sekilas mendengar Garcia akan menyebut nama nyokap nya
“Mommy siapa? Apaan sih. Kan aku Cuma bilang Mommy doang” Ucap Garcia
“Oh, buka mulutmu” Ucap Bryant
“Huft.. hampir aja ketahuan kalo ingatan gua balik” Batin Garcia
...****************
...
Sebulan setelah nya, Garcia juga sudah keluar dari rumah sakit seminggu yang lalu. Saat ini dia sedang menuju ke sebuah kafe tempat dia akan bertemu dengan teman-teman nya.
Sesampainya di sana, Garcia langsung masuk dan mencari kedua temannya hingga seseorang melambaikan tangannya.
“Capee bangett gua” Ucap Garcia
“Abis darimana emang” Tanya Mauza
“Perusahaan, banyak hal yang harus gua tangani” Jawab Garcia
“Lu beneran udah gapapa sampek balik kerja lagi?” Tanya Nabila
“Kalo gua terlalu lama ninggalin kerjaan kasian bang Ronald yang kualahan dan lagian gua udah baik-baik aja” Jawab Garcia
“Kapan lu masuk sekolah?” Tanya Mauza
“Kayak nya besok deh” Jawab Garcia
“Bagus deh, sepi banget sekolahan kalo gaada elu” Ucap Mauza
“Lebay” Ucap Garcia dan Nabila berbarengan
“HAHAHAHA, tapi emang bener” Ucap Mauza
Mereka melanjutkan mengobrol hingga langit mulai menggelap dan mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan Garcia berfikir untuk pulang ke tempat pribadi nya untuk beristirahat di sana.
Karena sangat lelah Garcia membuat mobil nya berjalan otomatis dan dia sedikit menurunkan kursi mobil nya agar lebih nyaman. Di tengah-tengah perjalanan Garcia mendengar suara teriakan minta tolong dan melihat seorang wanita paruh baya sedang berhadapan dengan beberapa pria.
Garcia langsung menghentikan mobil nya dan turun. Dia langsung berjalan menghampiri para berandalan itu dan menatap mereka dengan malas.
“Dasar orang-orang lemah berani nya ganggu ibu-ibu” Ucap Garcia
“Mau nya sih gitu, tapi tubuh gua nolak” Ucap Garcia
“Maaf Tan, sebaiknya Tante nunggu di mobil saja. Biar saya yang hadapi mereka” Ucap Garcia dengan sopan
“Tapi nak” Ucap Ibu itu terpotong oleh ucapan Garcia
“Saya bisa kok” Ucap Garcia
Ibu itu langsung mengangguk dan masuk ke dalam mobil nya. Sedangkan Garcia menatap kembali orang-orang itu dan melihat nya dari atas sampai bawah.
“Mau langsung atau basa basi dulu?” Tanya Garcia
“Sialann” Ucap Orang-orang itu langsung menyerang Garcia
Meskipun dengan badan yang sangat lelah Garcia tetap meladeni mereka dengan sangat baik. Serangan demi serangan Garcia lakukan tanpa membuat nya terluka sedikit pun.
Melihat semua rekan nya sudah kualahan hingga 2 orang di antara 4 orang itu pingsan dengan keadaan babak belur. Salah satu di antara dua orang yang sadar langsung mengeluarkan sebuah pisau dan langsung menyerang Garcia meskipun dengan keadaan yang sudah cukup parah akibat pukulan dari Garcia.
Garcia langsung menahan tangan orang itu yang ingin menusukan pisau ke perut nya. Dia tersenyum menatap orang itu yang sedang ketakutan karena serangan nya berhasil di tangkap oleh Garcia.
“Gua baru keluar dari rumah sakit dan gua gamau balik lagi karena ulah lu” Ucap Garcia dan langsung mematahkan tangan orang itu dan menendang perut nya hingga membuat orang itu terjatuh
“AKHHH” Teriak Orang itu ketika tangannya baru saja di patahkan
“Gausah lebay, Cuma gitu doang teriak nya keras banget” Ucap Garcia mengejek dan mengambil pisau yang sempat terlempar
“Jelek banget pisau mu, lain kali kalo mau nusuk orang itu belajar dulu pegang pisau yang bener ya” Ucap Garcia dan langsung melempar kan pisau itu pada salah orang yang mencoba melarikan diri dan tepat mengenai kaki orang itu
“AKHHH KAKI KU” Teriak orang itu ketika pisau itu tertancap di kaki nya
“Siapa yang menyuruhmu melarikan diri hah?” Ucap Garcia menghampiri orang itu
“Jangan coba-coba melarikan diri” Ucap Garcia berjongkok dan menjambak orang itu
“PAHAM?” Ucap Garcia dengan tegas dan semakin kuat menjambak rambut orang itu
“Pa-paham” Ucap Orang itu sambil meringis kesakitan
“Bagus” Ucap Garcia mencabut pisau itu dari kaki nya
“AKHHHH” Teriak orang itu semakin keras ketika Garcia mencabut pisau itu perlahan-lahan dan membuat rasa sakit itu semakin bertambah
.
.
Hai guys... Gimana hari ini?
Akhir-akhir ini sering banget ujan ya? semoga aja pas malam tahun baru nanti gaada yang namanya ujan huhu... biar bisa bakar-bakar rumah eh bakar jagung maksud nya.