My Mafia Girl

My Mafia Girl
Badmood



Mendengar perintah tuannya, mereka langsung berbalik dan berjalan masuk ke kadang mereka. Garcia juga pergi meninggalkan halaman belakang dan pergi ke kamar nya untuk mengistirahatkan tubuhnya. Sesampainya di kamar dia langsung pergi mandi untuk membersihkan cipratan darah yang masih ada. Dia merendamkan seluruh tubuh nya di dalam bathtub sambil memejamkan matanya. Setelah berendam cukup lama dia langsung membersihkan tubuhnya di bawah shower. Setalah selesai mandi dia keluar dengan pakaian tidurnya dan bersiap untuk tidur. Sebelumnya dia melihat ponsel nya dan dia melihat banyak panggilan tak terjawab dari Divna. Dia langsung menghubungi balik Divna.


...Panggilan terhubung...


^^^Kenapa?^^^


Astaga lu darimana aja sih, gua ada di luar nihh. Demon sama Lucifer dari tadi ngelilingin mobil gua sambil mukul-mukul jendala mobil gua nih. Cepet suruh mereka tuntun gua. Gua gamau mati konyol di makan mereka ya.


^^^Masuk aja^^^


Setelah mengatakan hal itu Garcia langsung mematikan telpon nya dan menaruhnya kembali di atas nakas. Dia menatap ponsel itu, sebenarnya dia berharap Bryant menghubungi nya setidaknya sekali. Namun harapannya musnah melihat tidak ada satupun notifikasi dari Bryant.


Sementara di luar, tepatnya tempat mobil Divna berhenti.


“Kalian dengar kan? Dia sudah mengizinkanku masuk” Ucap Divna pada Demon dan Lucifer ke arah kaca yang sedikit terbuka itu.


Demon dan Lucifer langsung pergi dan Divna langsung mengikuti kedua hewan itu yang akan mengarahkannya. Tempat pribadi Garcia memiliki sistem yang sama dengan H7D.


Sistem yang membuat para pengunjung bingung dengan sekitar karena semua terlihat sama. Terlebih lagi tempat pribadi Garcia ini juga memiliki sistem yang bisa membuat rumah ini menjadi transparan.


Akhirnya Divna sampai di tempat pribadi Garcia dia langsung turun setelah Demon dan Lucifer pergi meninggalkannya. Dia langsung masuk ke dalam rumah dan menemukan Garcia yang sedang minum susu di dapur.


“Hewan-hewan lu yang ini bener-bener gak bisa di ajak bersahabat. Gua gemetaran waktu mereka gedor-gedor kaca mobil” Ucap Divna yang duduk di meja makan


Garcia tak menjawab nya dan memberikan Divna segelas susu dan duduk bergabung bersama Divna.


“Thanks” Ucap Divna meneguk habis semua susu dalam gelas


“Besok lu masuk sekolah?” Tanya Divna


“Iya”


“Mau gua anterin?” Tanya Divna


“Gua bisa sendiri”


“Perlu gua kosongin semua jadwal lu besok?” Tanya Divna


“Gak perlu”


“Hmm, gua istirahat dulu” Ucap Garcia beranjak dari duduk nya dan pergi meninggalkan Divna sendiri


“Sebaiknya gua gausah bahas soal problem nya dulu deh” Ucap Divna yang ikut beranjak pergi setelah Garcia meninggalkannya


Keesokan harinya, Garcia sudah siap dengan seragam sekolah nya dia langsung berjalan ke arah dapur dan melihat Divna yang sudah selesai menyiapkan sarapan.


“Makan dulu” Ucap Divna


Garcia langsung duduk di meja makan dan memakan roti yang sudah di siapkan oleh Divna dan meminum susunya. Setelah selesai dia langsung berpamitan untuk pergi.


“Gua duluan” Ucap Garcia beranjak pergi


“Kayaknya suasana nya belum baik juga” Ucap Divna yang memperhatikan Garcia berjalan dan semakin jauh dari pandangannya


“Lebih baik gua suruh mereka ngehibut Garcia di sekolah” Ucap Divna yang langsung mengetikan sesuatu di ponsel nya


Sesampainya di sekolah dia memarkirkan mobil nya dan keluar dari mobil. Tepat dia keluar, Raka juga keluar dari mobil nya dan langsung menyapa Garcia dengan senyuman indah nya.


“Hai” Sapa Raka


Garcia tak menjawab nya dan melewatinya begitu saja. Dia benar-benar tak ingin berbicara dengan siapapun saat ini.


“Dia lagi badmood ya?” Gumam Raka


Setelah Raka mengajukan pertemanan pada Garcia, setiap dia bertemu dengan Garcia dan menyapanya Garcia pasti akan membalasnya meskipun dengan kata ‘hmm’.


Sesampainya di kelas dia langsung duduk di sebelah Mauza dan menaruh kepalanya di atas tangannya dan memejamkan matanya.


“Nih anak kenapa? Sampe-sampe kelas dia malah tidur” Ucap Nabila


“Hey Ci, Are you okay?” Tanya Nabila


“Hmm, gua Cuma capek aja” Jawab Garcia


“Kemarin banyak banget ya kerjaan lu? Ngapain lu masuk, mending istirahat di rumah” Ucap Mauza


“Nah bener tuh kata Mauza” Ucap Nabila