
“Jika musuh terus bertambah di setiap tim nya dan di tempat ini lebih banyak dari tim lain, dugaan gua mereka punya markas tak jauh dari sini.” Sahut Nabila
“Panggil beberapa orang dari tim 3 kesini. Mereka tidak terlalu memiliki banyak musuh. Dan beberapa orang cari markas itu. Gua juga punya pemikiran yang sama kayak Nabila mereka pasti punya markas di sini.” Ucap Raka
“Oke” Jawab Ardi
“Bang, lu sama gua kita cari markas itu.” Ucap Raka pada Kevin
“Oke” Jawab Kevin
“Kalian bisa handle dulu di sini sampai tim 3 dateng kan?” Tanya Raka
“Serahin ke kita” Ucap Aurel
Raka mengangguk dan menatap Kevin mengkode nya untuk pergi pergi mencari letak markas pihak musuh. Raka dan Kevin langsung pergi membawa beberapa anak buah mereka untuk ikut bersama mereka mencari markas pihak musuh.
Dengan banyak nya halangan mereka akhirnya menemukan markas musuh. Mereka bersembunyi untuk mengamati markas musuh yang ada di depan mereka.
“Ternyata bener ada markas nya di sini” Ucap Raka
“Mereka punya markas di tempat terpencil seperti ini?” Ucap Kevin
“Dari tenaga mereka seperti mereka orang pilihan dan mungkin ini markas bagi anggota seperti mereka” Ucap Raka
“Ayo kita akhiri ini secepatnya” Ucap Raka dengan penuh keyakinan
Kevin menatap Raka dan mengangguk menyetujui ucapan Kevin. Semua anggota yang bersama diri nya sudah di sebar ke seluruh sisi markas dan memasang bom peledak.
“Bagaimana?” Tanya Raka di earphone yang tersambung ke anak buah nya
“Sudah siap tuan” Ucap Anak buah Raka
“Ledakan” Ucap Raka
“Baik”
Bom yang terpasang mulai meledak dan menghancurkan beberapa sisi markas. Semua musuh yang tersisa berada di markas pun keluar untuk mengecek kondisi.
“Tinggal ini ya?” Gumam Raka
Pasukan Raka dan Kevin pun mulai menyerang mereka yang tersisa. Terlihat hanya 100 orang yang tersisa di markas dan untuk jumlah pihak Raka dan Kevin yang memenangkan jumlah meskipun begitu mereka tidak bisa meremehkan kemampuan musuh.
Sementara Bryant terus mencari Garcia ke seluruh sisi Vila dan masih belum menemukan Garcia. Sementara Garcia sendiri di bawa oleh Malvinson menuju ke Rooftop Vila. Dia berniat membawa Garcia pergi dari Vila dan membawa nya pergi jauh dari semua orang.
“Aku tidak peduli dengan dendam ku sekarang” Ucap Malvinson ketika mengingat ucapan James beberapa saat sebelum mereka di serang
“Aku hanya ingin gadis kecil ini” Sambung nya menatap Garcia yang masih belum sadar di gendongannya
Kini Malvinson sudah sampai di Rooftop Vila dan terlihat sebuah helikopter sudah di siapkan di sana untuk membawa mereka berdua pergi dari pulau dan ada beberapa anak buah nya yang berjaga di sana.
Malvinson langsung mendudukkan Garcia di kursi dan saat Malvinson akan masuk ke dalam helikopter tiba-tiba Bryant datang dan berteriak.
“BERHENTI” Teriak Bryant lalu berlari menghampiri Malvinson
Anak buah Malvinson yang berjaga langsung menghalangi Bryant untuk mendekat. Malvinson hanya diam menatap Bryant yang sedang melawan anak buah nya.
“Jadi dia pria yang kamu bicarakan?” Ucap Malvinson yang merasa yakin bahwa Bryant lah pria yang sempat di ceritakan oleh Garcia
“Cukup hebat” Sambung Malvinson ketika melihat semua anak buah nya tumbang dengan sangat mengenaskan dalam beberapa menit
“Black Diamond ya?” Ucap Malvinson ketika melihat lambang milik mafia BD
“Kenapa ketua dari Black Diamond ini sampai rela melakukan semua ini?” Ucap Malvinson yang maju menghampiri Bryant yang penuh dengan darah anak buah nya
“Apakah gadis itu sangat penting bagi ketua Black Diamond?” Tanya Malvinson berjongkok mengambil pedang milik anak buah nya
“Tapi sayang nya sekarang dia milikku” Sambung Malvinson mengangkat pedangnya dan menatap Bryant
“Pria tua seperti mu bukan selera kekasih ku” Ucap Bryant dengan sarkas
Malvinson tertawa mendengar ucapan Bryant dia kemudian menoleh ke belakang menatap Garcia yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri itu.
“Tapi pria tua ini membuat nya puas” Ucap Malvinson menyeringai menatap Bryant
“Sialann!” Umpat Bryant mennggeratkan tangannya