
“Dia aneh banget” Gumam Garcia setelah selesai ganti baju
“Senyum nya tadi juga mencurigakan”
“Dia gak coba-coba buat ngekhianatin gua kan?”
“Kayak nya ini udah cukup” Ucap nya setelah selesai make up dengan senatural mungkin
Garcia langsung keluar dari ruang ganti dan melihat Divna yang sedang berbaring di ranjang nya.
“Dress ini terlalu berlebihan untuk pergi menemui informan kak” Ucap Garcia
“Oh udah selesai?” Ucap Divna yang bangkit dan duduk menatap Garcia
“Cerewet ihh, udah ayoo pergi” Ucap Divna yang bangkit dan merapikan pakaiannya sedikit
Saat ini mereka tengah berada di jalan menuju ke lokasi janjian. Garcia hanya diam sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil. Setelah cukup lama akhirnya mereka tiba di sebuah cafe yang akhir-akhir sangat populer.
“Ayo keluar” Ucap Divna sambil melepaskan sabuk pengaman nya
“Lu yakin di sini?” Tanya Garcia
“Iyaa” Jawab Divna dan keluar dari mobil
“Kenapa sepi banget?” Tanya Garcia yang juga ikut keluar namun tak mendapat kan respon dari Divna
“Ehh.. Ci, kayak nya gua gabisa nemenin ke dalem deh. Nyokap bilang gua harus pulang sekarang” Ucap Divna tanpa menatap Garcia dan mata nya yang fokus pada ponselnya
“Terus gua kesana sendirian?” Tanya Garcia kesal
“Iyaa sorry ya. Lu lurus aja kok sampe ke outdoor yang di belakang. Di sana tempat janji nya.” Ucap Divna
“Udah ya gua balik dulu” Sambung nya sambil mengangkat telpon
“Ahh iya ma, bentar lagi Divna sampe kok” Ucap nya berbicara dalam telpon lalu berjalan kembali ke mobil
“Gua duluan ya Ci” Ucap Divna lalu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lafe itu begitu saja
“Kak Divna sialann” Umpat Garcia kesal dan langsung masuk ke dalam kafe itu dan mengikuti instruksi dari Divna tadi
“Apa kafe ini bangkrut? Kenapa semua nya gelap dan hening” Gumam Garcia yang waspada
Dia terus berjalan sesuai arahan dari Divna tadi hingga akhirnya dia sampai di tempat yang sudah di tentukan.
“Benar-benar mencurigakan” Ucap Garcia
“Ini jebakan” Gumam Garcia
“KELUARLAH!” Teriak Garcia
Seseorang yang melihat Garcia dari kejauhan pun tersenyum melihat Garcia yang begitu waspada.
“Dia begitu waspada” Ucap Orang itu tersenyum miring
“Ahh sialann kenapa semua nya tidak terlihat sama sekali” Ucap Garcia
“Tapi gua tahu orang itu ngawasin gua” Sambung nya
“Dari arah....” Gumam nya sambil membidik segala arah
“Sana” Sambung nya menghentikan bidikannya ke arah jam 9
“KELUARLAH, AKU TAHU KAU ADA DI SANA” Teriak Garcia
“KELUARLAH SELAGI AKU MEMINTA DENGAN BAIK-BAIK” Sambung nya
Orang itu kembali tersenyum melihat Garcia berhasil menemukan dirinya. Dia mulai melangkah kan kaki nya mendekati Garcia perlahan-lahan. Karena jarak mereka yang cukup jauh jadi orang itu membuat jalannya melambat dan membuat Garcia semakin waspada.
Sekarang jarak di antara mereka tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Garcia juga masih tetap mengacungkan senjatanya pada orang itu. Orang itu terus mendekat ke arah Garcia meskipun Garcia sudah memperingatinya untuk tetap jaga jarak minimal 2 meter.
“Berhenti! Jika tidak akan aku tembak!” Ucap Garcia namun orang itu terus mendekat
Saat jarak mereka semakin dekat dan Garcia mencium aroma tubuh orang itu yang sangat familiar ini. Orang itu menarik tangan Garcia yang sedang memegang senjata dan mengarahkan pistol itu ke dada nya.
“Tembak saja” Ucap Orang itu
Tepat setelah orang itu berkata, semua lampu yang ada langsung menyala dan memperlihatkan wajah orang yang beberapa hari ini terus membuat pikirannya kesal.
“Long time no see, baby girl” Ucap Orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Bryant yang sedang tersenyum manis menatap Garcia
.
.
Hai guys... Gimana weekend kalian?
Senin besok kalian libur yaa? wahh seneng banget rasanya. Senin yang membosankan bisa di lalui dengan rebahan hahaha. Katanya di tahun ini ada beberapa tambahan hari libur berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ohh iyaa terimakasih yaa yang udah boom like.. Jangan lupa like nya terus di pencet, komen nya juga jangan sampai ketinggalan, Favorit nya jugaa biar kalian nanti dapet notif tiap kali author update dan terakhir follow author juga yaa...