My Mafia Girl

My Mafia Girl
Cukup keterlaluan



Karena sebenarnya selama berteman dengan Fadil dia tidak pernah melihat nya meminum alkohol berbeda dengan ke empat laki-laki lainnya.


“Mangkannya perhatiin yang lainnya juga, padangan lu jangan ke cowo lu doang dong” Ucap Nabila


“Punya cowo tapi gak cerita lagi” Sambung nya menyindir


“Udah mantan kali” Ucap Garcia


“Mantan tapi keliatan masih sayang gitu” Ucap Mauza


“Apaan, gak ya” Ucap Garcia


“Hei, semua orang di H7D juga tahu kali. Itu keliatan banget” Ucap Nabila


“Lu juga pakek cincin itu lagi, itu dari dia kan” Ucap Nabila menatap cincin yang di pakai oleh Garcia


Garcia langsung menurunkan pandangannya dan menatap cincin yang tersemat di jari manis nya.


“Sejak kapan cincin ini ada di jari gua?” Batin Garcia


“Gua aja gatau kalo gua pakek lagi” Ucap Garcia


Tepat setelah itu para laki-laki menghampiri meja Garcia dengan makanan yang mereka pesan.


“Silahkan nona-nona cantik, pesanan anda sudah siap santap” Ucap Arya yang membawakan pesanan para perempuan


“Makasih mang” Ucap Mauza


“Mang? Enak aja lu. Lu kira gua penjual batagor hah?” Ucap Arya dan di balas tawa oleh Mauza


“Eh Dil, katanya kemarin lu minum banyak? Bener?” Tanya Garcia


“Nggak, dikit kok” Ucap Fadil tanpa menatap Garcia


“Lu kenapa dah?” Tanya Garcia heran


“Gapapa, emang kenapa?” Jawab Fadil yang tetap tak menatap Garcia


“Ck, kalo di ajak ngomong tuh liat lawan bicara nya” Ucap Garcia kesal


“Emang gua kenapa hmm?” Tanya Fadil menatap Garcia yang ada di depan nya dengan tatapan lembut


“Udahlah” Ucap Garcia yang sudah malas berbicara dengan Fadil


Fadil melihat itu hanya tersenyum, mereka semua melanjutkan makan. Fadil melihat sesuatu yang tertempel di ujung bibir Garcia dia pun mengambil nya dan memasukkan nya ke dalam mulut nya. Melihat tindakan Fadil membuat yang lainnya tersedak karena kaget.


“Haus banget ya sampek belepotan?” Tanya Fadil tersenyum


“YAKKK” Ucap Garcia mengelap bibirnya dan menatap Fadil dengan kesal


“Kenapa?” Tanya Fadil


“Ck, gua udah selesai” Ucap Garcia lalu pergi dari sana dengan perasaan kesal


“ZIFANYAA TUNGGUIN KITA” Ucap Nabila dan Mauza menyusul Garcia


“Lu gila ya Dil?” Ucap Arya


“Emang” Jawab Fadil yang melanjutkan makannya


“Emang gua salah?” Tanya Fadil seolah acuh


Mereka berempat saling tatap dan bingung dengan sikap Fadil yang seolah berubah. Sementara Garcia langsung pergi ke rooftop dengan perasaan kesal nya. Nabila dan Mauza juga sampai di rooftop setelah mengejar Garcia.


“Lu kenapa?” Tanya Nabila


“Itu cukup keterlaluan, Bil”Ucap Garcia


“Orang lain bakal bilang itu romantis tapi ntah hati gua ngerasa itu kertelaluan” Sambung nya


“Hati lu merasa ngekhianati seseorang?” Tanya Nabila


“Hahh itu udah pasti sih” Sambung nya


“Tapi secara gak langsung tindakan Fadil seperti menikmati bibir mu tanpa menyentuh nya itu yang membuat mu kesel kan” Ucap Nabila


“Ya”


“Gua juga kaget sih Fadil bisa kayak gitu” Ucap Mauza


“Jangan bahas lagi” Ucap Garcia yang benar-benar merasa kesal


Dia menoleh ke belakang dan melihat pintu, sudah cukup lama dia berada di rooftop namun Fadil tak datang untuk meminta maaf padanya? Ini terlihat seperti bukan Fadil.


Saat dia memikirkan hal itu tiba-tiba ponsel nya berbunyi dan terlihat lah nama Selena di ponsel nya. Dia menjauh dari Mauza dan Nabila untuk mengangkat telpon.


“Siapa yang telpon sampek Garcia harus ngejauh gitu?” Tanya Mauza


“Gatau, tumbenan juga” Ucap Nabila


Cukup lama berbicara di telpon akhirnya dia kembali dan duduk bersama Nabila dan Mauza.


“Siapa Ci?” Tanya Mauza


“Temen gua” Jawab Garcia


“Bagian dari MOTD juga” Sambung nya


“Hah? Kok gua gatau?” Tanya Nabila


“Dia tugas di luar negeri dan belum pernah balik selama beberapa tahun ini” Jawab Garcia


“Ohh”


“Dia ngurus mafia yang di Amerika?” Tanya Nabila


“Bukan, dia gamau jadi ketua pemimpin kelompok” Ucap Garcia


“Nanti kalian juga bakal ketemu sama mereka” Sambung nya


“Mau balik kesini?” Tanya Mauza


“Ya, kalo tugas nya udah selesai” Jawab Garcia


Mereka akhirnya bersantai di rooftop sampai jam pelajaran berbunyi dan mereka turun untuk mengikuti kelas.