My Mafia Girl

My Mafia Girl
Episode 7



Setelah mengatakan itu pintu lift pun terbuka dan mereka keluar bersama dari lift, meskipun sudah malam tetapi masih banyak anak buah Garcia yang berjaga. Saat melihat ketua utama nya keluar dari lift mereka langsung memberikan salam dengan cara membungkuk kan badannya.


“Lanjutkan perkejaan kalian” Ucap Garcia datar dan langsung melangkah pergi


“Baik Queen” Ucap anak buah Garcia


Mereka pun sampai di garasi khusus dan langsung masuk ke dalam mobil Garcia. Mereka pun pergi berkeliling kota untuk mencari makanan.


“Ci” Panggil Divna


“Hmm?” Jawab Garcia


“Gua gak sabar buat besok” Ucap Divna menatap Garcia


“Buat?” Tanya Garcia menoleh sebentar ke arah Divna


“Liat ekspresi mereka, kira-kira mereka bakal ngenalin lu gak ya?” Ucap Divna


“Arya dkk?” Tanya Garcia


“Iya” Jawab Divna


“Oh” Ucap Garcia


“Oh doang? Lu gak kepo kah gimana reaksi mereka” Ucap Divna


“Gak” Ucap Garcia


“Dahlah” Ucap Divna


Terjadi keheningan di mobil itu hingga akhirnya mereka tiba di restoran yang cukup terkenal belakang ini. Mereka turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam restoran.


“Lu mau pesen apa?” Tanya Divna ketika sudah duduk


“Apa aja” Ucap Garcia datar


“Spageti sama steak ya mbak” Ucap Divna pada pelayan


“Terus minum nya... Jus jeruk 2” Sambung nya


“Baik di tunggu ya kak” Ucap pelayan dan langsung pergi menyiapkan makanan mereka berdua


“Lu gak mau buka resto juga?” Tanya Garcia tiba-tiba


“Gua udah ada rencana buat buka caffe sekaligus restoran” Jawab Divna


“Kapan?” Tanya Garcia


“Lagi cari lahan dulu” Ucap Divna


“Ohh kalo butuh bantuan gua bilang aja” Ucap Garcia


“Siap” Ucap divna


Sambil menunggu mereka berbincang-bincang sedikit tentang hal lainnya. Di meja sebrang mereka yang tak jauh dari mereka terdapat beberapa laki-laki yang sedang berkumpul dan bercengkrama namun pandangan mereka beralih ketika melihat Garcia dan Divna tiba di restoran, sejak Garcia dan Divna masuk ke restoran kumpulan laki-laki itu terus menatap meja garcia.


“Itu Divna sama siapa sih Ar?” Ucap salah satu laki-laki yang ada di meja tersebut


“Mana gua tau” Ucap Arya


“Pasti temen nya lah, lu gimana sih Ren” Ucap laki-laki lainnya


“Temen nya cantik banget gila” Ucap Rendy


“Idaman Ardi nihh” Ucap laki-laki tadi


“Heh kok gua anjirr” Ucap Ardi


“Bilang aja idaman lu kan Roy” Sambung ardi


“Iya sih hahaha” Ucap Roy


“Lu kenapa diem aja Dil?” Tanya Arya


“Kayak familiar” Ucap Fadil datar


“Udah sih gak penting, mending makan aja” Ucap Arya dan di setujui teman-teman nya.


Back to Garcia n Divna


“Kak di sini ada mereka” Ucap Garcia tiba-tiba hingga membuat Divna kebingungan.


“Hah? Siapa?” Tanya Divna


“Arya, Fadil, Rendy, Ardi, sama Roy” Ucap Garcia


“Serius? Dimana?” Tanya Divna


“Meja sebrang” Jawab Garcia


Mendengar apa yang di katakan Garcia, Divna pun langsung mengalihkan pandangan nya ke arah meja sebrang dan benar saja Arya dan lainnya sedang berada di sana.


“Lah iya bener dong” Ucap Divna


“Mereka tau kita ada di sini?” Tanya Divna


“Tau” Jawab Garcia santai


“Terus gimana dong?” Tanya Divna panik


“Mereka gak ngenalin gua, jadi rencana lu tetep aman” Ucap Garcia


“huft.. syukur deh” Ucap Divna menghela nafas lega


Tepat saat pembicaraan mereka berakhir makanan yang mereka pesan pun datang.


“Selamat menikmati” Ucap pelayan itu ketika selesai menata makanan mereka berdua.


Mereka pun menikmati makan malam dengan dengan tanpa ada nya pembicaraan sedikit pun.


“Besok lu berangkat dari rumah atau ke H7D dulu?” Tanya Divna ketika sudah menyelesaikan makanan nya


“Rumah” Jawab Garcia singkat sambil mengelap noda di bibir nya menggunakan tissue.


“Berangkat sendiri-sendiri nih ceritanya?” Tanya Divna


“Hmm” Jawab garcia yang mengangkat tangan nya untuk memanggil pelayan dan meminta bill


H7D adalah sebuah markas dari kelompok Mafia Garcia yang tak lain adalah Moon Of the Death atau biasa di sebut dengan MOTD.


Pelayan pun datang dan memberikan bill yang di minta, Garcia pun mengeluarkan kartu hitam nya untuk membayar makanan itu. Setelah melakukan pembayaran mereka pun bersiap untuk pergi.


“Pergi” Ucap Garcia yang langsung beranjak dari duduk nya dan pergi meninggalkan restoran


Divna pun mengikuti Garcia di belakang nya mereka masuk ke mobil dan melajukan mobil nya untuk ke suatu tempat. Saat di tengah perjalanan menuju ke suatu tempat mereka tiba-tiba di hadang oleh sekumpulan laki-laki yang membawa benda tajam.


“Turun kalian” Ucap laki-laki berpawakan kurus


“Merepotkan” Ucap Garcia yang kemudian turun dari mobil nya dan di ikuti Divna.


“Apa?” Tanya Garcia dengan nada dingin


“Berani juga lo sama kita” Ucap laki-laki berpawakan kurus itu


“To the point” Ucap Garcia datar


“Serahin mobil lo dan barang-barang berharga lu” Ucap laki-laki itu menodongkan pisau ke arah Garcia


“Kalo gua gak mau?” Ucap Garcia seolah menantang


“Lu bakal mati” Ucap laki-laki itu


“Bukan dia yang mati tapi elu” Batin Divna manatap kasian orang itu namun di sertai senyuman yang mengejek


“Oh” Ucap Garcia santai dan duduk di kap mobil nya


“Lo....” Ucap laki-laki itu yang tak tahan dengan sikap Garcia dan langsung menyerang nya.