
“Kak, apa di danau ini ada buaya?” Tanya Amoora
“Kenapa?” Tanya balik Garcia
“Hanya saja danau ini sangat indah dan juga sangat tenang, tidak mungkin tidak ada sesuatu yang berbahaya kan?” Jawab Amoora
“Ada, kau ingin melihat nya hmm?” Tanya Garcia membuat Louis dan Amoora mendongak menatap nya
“Apa kita akan aman camping di sini dek?” Tanya Louis yang was-was takut terjadi sesuatu
“Aman, buaya nya udah jinak” Jawab Garcia
“Moora mau liat dongg kak, bisa di panggil kah?” Tanya Amoora yang bangkit dari tidur nya dengan semangat
“Tentu, minggir lah” Ucap Garcia pada Louis
“Ayoo” Ajak Garcia pada Amoora
Dengan semangat Amoora bangkit dari duduk nya dan berjalan mengikuti Garcia.
“Gen Daddy benar-benar kuat dia mereka” Gumam Louis menggelengkan kepalanya heran
Bukankah seharusnya mereka takut jika bertemu dengan binatang seperti itu, tapi ini malah terlihat senang benar-benar di luar nalar. Saat Garcia dan Amoora pergi, ponsel Garcia berbunyi kembali dan dengan nomor yang sama. Louis hanya melihat nya tanpa ada niat untuk mengangkat namun telpon itu secara terus-menerus menelpon dan membuat Louis mengangkat nya.
...Nomor tidak di kenal
...
...Panggilan Terhubung
...
Halo, diman-
Ucap seorang namun langsung terputus dengan suara Louis
^^^Halo, siapa ya? Maaf, bisa jangan ganggu. Kami sedang menikmati waktu bersama
^^^
Terdengar decakan kesal dari sebrang telpon dan langsung mematikan ponsel nya.
“Lah aneh banget” Ucap Louis menatap layar ponsel dan menaruh nya kembali
Sekarang matanya tertuju pada Garcia dan Amoora yang sedang berbincang dengan buaya yang di maksud nya. Dia mulai beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri mereka berdua.
“Kak, lihat lah. Lucu kan” Ucap Amoora yang senang
“Terkadang sikap Amoora mengingat kan ku dengan Garcia sewaktu kecil” Batin Louis tersenyum menatap Amoora
“Hewan buas seperti mereka lucu dari mana” Ucap Louis berjongkok seperti yang di lakukan adek-adek nya
Tanpa di duga-duga buaya itu merangkak dengan cepat ke arah Louis seolah ingin menyerang Louis hingga membuat Louis kaget dan jatuh terduduk.
“Jangan menghina nya atau lu akan mati” Ucap Garcia mengelus kepala buaya itu
“Haishh... Benar-benar menyeramkan” Gumam Louis
“Kakak sih pakek ngomong gitu dia kan juga punya perasaan” Ucap Amoora memarahi Louis
“Iyaiya kakak minta maaf” Ucap Louis
“Oh ya Garcia, tadi ada yang telpon kamu terus-terusan. Nomor gak di kenal. Kakak sebenarnya gamau angkat tapi karena ganggu jadi kakak angkat. Maaf.” Ucap Louis
Sementara di rumah pribadi Garcia lebih tepat nya di ruang tengah kini terduduk seorang pria dengan raut wajah kesal nya.
“Bukannya bilang kalo gak sekolah malah pergi bersama pria lain” Gerutu seorang pria
“Cihh dia bersenang-senang dengan pacar nya tanpa peduli aku sedang sakit karena nya” Ucap Pria itu
“Menikmati waktu bersama? Ck, yang benar saja.” Sambung Pria itu
“Lu kenapa sih Bry, daritadi marah-marah terus. Kerjaan lu kalo gini gak selesai” Ucap Samuel yang ikut kesal melihat Bryant yang tengah uring-uringan seperti anak kecil yang tidak mendapat apa yang di mau
“Bodoamat” Ucap Bryant
“Pasti karena nona Garcia” Batin Samuel
“Memang nona Garcia pergi bersama siapa?” Tanya Samuel
“Jangan bahas pria itu, membuat suasana menjadi buruk saja” Ucap Bryant
“Astaga, aku harus apa tuhann” Batin Samuel yang tertekan
“Lanjutkan pekerjaan ini” Ucap Bryant lalu pergi begitu saja tanpa melihat wajah kesal Samuel
“Sabar Sam sabar” Ucap Samuel sambil mengelus dada nya
Sementara di sisi Garcia, setelah puas bermain dengan buaya kini mereka sedang bermain game Truth or Dare di ponsel bersama sesuai permintaan Amoora.
“Kak Garcia. Truth or Dare?” Tanya Amoora ketika melihat arah panah menunjuk ke nama Garcia
“Emm Truth”
“Siapa cinta pertama kakak dan apa kakak punya pacar sekarang?” Tanya Amoora
“Kenapa ada 2 pertanyaan?” Tanya balik Garcia
“Tidak ada aturan yang harus menanyakan berapa banyak jumlah pertanyaan kan?” Ucap Amoora
“Jadi ayo jawab” Sambung Amoora
“Cinta pertama kakak, Daddy. Dan kakak gak punya pacar” Jawab Garcia
“Apa kakak boleh mengajukan pertanyaan juga?” Tanya Louis dan di angguki oleh Amoora
“Apa kamu tidak ingin memperbaiki hubungan kita lagi?” Tanya Louis
Garcia hanya diam tanpa menjawab, Amoora yang merasa suasana akan menjadi buruk pun langsung mengalihkan pembicaraan.
“Ayoo lanjut kita putar spin nya” Ucap Amoora yang ingin memencet spin di ponsel nya namun terhenti dengan ucapan Garcia
“Sangat ingin, saudara mana yang tidak ingin akur dengan saudara nya yang lain. Namun, lihatlah dirimu terlebih dahulu sebelum nya. Gua rasa lu paham maksud gua.” Jawab Garcia yang membuat Louis terdiam
“Ayo lanjut putar spin nya” Sambung Garcia pada Amoora dan di angguki oleh Amoora
.
.
.
Hai guys... Gimana Hari nya?
Maaf ya seharusnya kemarin author update tapi sehabis pulang dari studio author cape banget dan gak sengaja ketiduran sampe malem dan mau update tapi udah lewat dari jam update author biasanya. Bete banget rasanya kemarin waktu pulang dan akhirnya kebawa tidur deh.