My Mafia Girl

My Mafia Girl
Meragukan



Beberapa menit kemudian mereka sampai di bandara. Mereka langsung melakukan perjalanan ke Jepang. Garcia, Divna dan beberapa pasukan khusus satu pesawat dengan orang penting itu sedangkan yang lain naik pesawat khusus yang sudah di siapkan.


“Pesawat pribadi nya cukup bagus” Ucap Garcia yang menatap ke sekeliling


“Kak gua mau satu dong, bagus juga kalo gua juga punya” Sambung Garcia


“Kan lu udah punya 2” Ucap Divna


“Oh ya? Gua gatau tuh” Ucap Garcia


Divna hanya menggeleng kan kepala nya heran padahal 1 pesawat terakhir yang di beli nya baru tahun lalu.


“Sepulang dari sini ayo kita bertujuh liburan ke luar negeri pakek pesawat yang lu bilang tadi” Ucap Garcia


“Kan gua udah bilang sepulang dari sini kita bakal sibuk dan ada waktu juga pertengahan bulan kan, mau pertengahan bulan aja?” Tanya Divna


“Nggak, kelamaan. 3 hari setelah pulang nanti baru kita berangkat. Cancel semua jadwal yang gak terlalu penting yang melibatkan gua di dalam nya. Biar nanti gua minta tolong bang William.” Jawab Garcia


“Yaudah kalo itu mau lu” Ucap Divna


“Oh ya, bagiamana nanti? Apa kita ikut masuk ke dalam kayak nya dari pihak sana ragu kalo kita gak masuk ke dalam dan gua mikir nya akan lebih mencurigakan jika ada pengawal wanita” Tanya Divna


“Kita pantau dari jarak jauh sesuai yang kita rencanain dari awal kalo dari jarak dekat biar pasukan khusus yang menyamar menjadi bodyguard biasa dan berada di samping beliau. Jika memang terjadi hal yang tidak bisa di atasi pasukan khusus baru kita masuk setelah selesai di luar. Tapi kemungkinan terjadinya pertempuran di dalam ruangan itu Cuma 10%. Jika pihak lawan juga menyewa mafia seperti kita mereka pasti akan kesulitan kabur meskipun mereka sudah terlebih dahulu merencanakan nya terlebih pertarungan dalam ruangan itu pasti sangat merugikan pihak lawan.” Jelas Garcia


“Iya lu bener juga, kalaupun ada penyerangan mereka akan melakukan nya di luar dan akan melihat nya seperti perampokan biasa bukan suatu hal yang di rencanakan pihak lawan.” Ucap Divna


Tepat setelah pembicaraan mereka berhenti ada seseorang perwakilan dari orang penting itu menghampiri Garcia dan Divna namun di cegah oleh beberapa pasukan khusus.


“Mau apa?” Tanya salah satu pasukan khusus yang melihat perwakilan itu dengan pelayanan yang membawa makanan di belakang nya


“Maaf, saya ingin bertemu dengan bos kalian.” Jawab Perwakilan itu


Pasukan khusus yang mencegahnya mengkode temannya untuk bertanya terlebih dahulu pada Garcia. Temannya langsung menganggukan kepalanya dan menemui Garcia.


“Permisi Queen” Ucap salah satu pasukan khusus


“Ya, kenapa Vid?” Tanya Garcia pada pasukan khusus yang di kenal nya dengan dekat


“Maaf menganggu waktu anda, tapi ada perwakilan khusus yang ingin bertemu dan pelayan yang ada di belakang nya membawa makanan” Ucap David


“Ilham meminta saya untuk bertanya terlebih dahulu pada anda, Queen” Ucap David


“Biarkan dia masuk” Ucap Garcia


“Kebetulan gua juga laper” Ucap Garcia lalu memakai topeng nya


“Haha gua juga” Ucap Divna yang ikut memakai topeng nya


Sementara di posisi Ilham masih menatap tajam ke arah perwakilan itu sebelum David datang dan memberitahu nya. Meskipun sudah mendapatkan izin untuk bertemu Garcia, Ilham masih mengikuti orang-orang itu dari belakang. Kalian ada yang masih inget ilham kan? Dia ada di chapter ‘jangan ngeremehin mereka’.


“Selamat siang nona, saya di perintahkan untuk memberikan makanan pada anda.” Ucap perwakilan itu


“Buka” Sambung pada pelayan yang di bawa nya dan nampaklah beberapa makanan lezat yang menggugah selera mereka


“Jika hanya ini yang ingin anda lakukan, tinggal saja makanan nya dan pergilah” Ucap Garcia dengan nada dingin


“Sebenarnya saya juga ingin membahas soal strategi apa yang akan di lakukan” Ucap perwakilan itu


“Bukankah asisten saya sudah menjelaskan nya jauh-jauh hari?” Tanya Garcia


“Emm itu, saya merasa akan bahaya jika bukan anda yang menjaga dari dekat” Ucap Perwakilan itu sukses membuat Garcia merasa kesal


“Jika anda merasa ragu untuk apa menyewa mafia kami?” Ucap Garcia dengan kesal


“Yang akan menjaga beliau dari dekat adalah pasukan khusus yang saya latih sendiri. Kekuatan mereka jauh lebih besar dari anggota biasa. Bukankah anda menyewa kami untuk mengawal kalian secara rahasia? Akan terlihat mencurigakan jika ada pengawal wanita di samping beliau bukan?” Tanya Garcia


“Maafkan saya nona, saya tidak berfikir sejauh itu. Maafkan saya juga yang telah meragukan nona” Ucap perwakilan itu


“Jika sudah paham, pergilah.” Ucap Garcia tanpa menatap mereka


“Maaf nona, kami permisi” Ucap perwakilan itu dan pergi bersama pelayan nya


Sesaat perwakilan itu menoleh ke belakang melihat Garcia dan yang lainnya.


“Bagaimana gadis itu terlihat sangat mengintimidasi” Batin nya lalu kembali melangkah pergi


.


.


Hai, gimana hari ini?


Kalian tau siapa yang di kawal sama Garcia kan? Nah kata itu akan author ganti jadi 'orang penting' kalo pakek profesi nya kayak berat banget gituu di cerita jadinya author ganti.