My Mafia Girl

My Mafia Girl
Jalan-jalan sore



Sementara di ruang santai kini juga terdapat Divna. Mereka berenam tengah menonton sebuah video yang terekam dari ruang rawat. Sebelum Bryant sadarkan diri, Lia memasangkan sebuah kamera kecil dan penyadap suara dan saat ini mereka tengah menonton adegan romantis itu.


“Uhhhh gua baperr bangett” Ucap Aulia yang terlihat senang melihat video itu


“TIM BALIKAN JAYA JAYA JAYA” Ucap Divna yang juga terlihat bersemangat


“Ketua BD bisa sebucin itu ya” Ucap William yang di setujui yang lainnya


Balik lagi ke posisi Garcia dan Bryant. Setelah puas berpelukan mereka melepaskan pelukannya.


“Makasih” Ucap Bryant tersenyum menatap Garcia


“Gua diem bukan berarti gua masih suka sama lu, anggep aja itu sebagi tanggung jawab karena lu luka di gegara jebakan dari markas gua” Ucap Garcia


Mendengar itu Bryant tertawa kecil dan membuat Garcia sangat kesal.


“Gua serius” Ucap Garcia dengan kesal


“Iya deh iya” Ucap Bryant menahan tawa nya


“HAHAHAHA liat gengsi nya Cia” Ucap Aulia


“Kalo udah gak cinta ngapain sampek lari turun buat cek keadaan nya. Cuakss” Ucap Divna


“Hahaha sejak kapan Garcia sepeduli itu” Ucap William


“Kayak nya kalo ada yang kena jebakan markas dia bakal acuh hahaha” Ucap Kevin


Keesokan harinya, Bryant meminta Garcia untuk mengajak nya jalan-jalan sore. Dengan segala bujuk rayu Bryant akhirnya Garcia menyetujui nya dan kini mereka berada di halaman belakang markas.


“Kenapa aku harus duduk di kursi roda? Aku kan bisa jalan” Ucap Bryant yang sebenarnya tak ingin menggunakan kursi roda


“Racun di dalam tubuh mu belum sepenuhnya menghilangkan akan sangat merepotkan jika kamu pingsan” Ucap Garcia datar


“Padahal dulu aku sering meminum racun untuk membuat tubuh ku kebal. Tapi racun buatan mu membuat ku hampir mati” Ucap Bryant


“Aku mengembangkan beberapa racun dan racun yang kamu dapat dari panah-panah itu berbeda dari racun-racun sebelum nya dan racun-racun yang pernah ada. Jika kamu tak di selamat kan dalam waktu dekat mungkin kamu sudah berbeda alam dengan ku” Ucap Garcia dengan kasar nya


“Siapa gadis mu?” Ucap Garcia dengan sinis nya dan membuat Bryant tertawa


“Lagi pula apa kamu sangat senggang hingga kemari di malam hari. Karena itu kami jadi terluka kan” Sambung Garcia


“Aku terlalu merindukan mu hingga datang kemari” Goda Bryant yang membuat Garcia berdecak


“Siapa orang-orang yang mengawasi kita sejak tadi itu?” Tanya Bryant


“Ternyata kamu sadar. Usaha mereka untuk bersembunyi jadi sia-sia” Ucap Garcia


“4 laki-laki itu abang ku dan 2 perempuan itu kakak ku” Ucap Garcia


“Abang? Kakak? Bukannya saudara mu cuma Louis sama Aamora?” Tanya Bryant


“Mereka udah aku anggep kayak keluarga sendiri. Wanita yang menatap kita dengan mata berbinar itu namanya Lia dia dokter pribadi ku dan juga yang merawat mu dan perempuan yang di sebelah nya tentu kamu sudah tahu. Ke empat laki-laki itu aku pernah menolong mereka dulu dan mereka memutuskan untuk mengabdi padaku. Yang menatap kita dengan penuh curiga itu namanya Ronald dan di sebelah kanannya itu William dan di sebelah kiri nya itu Kevin sama Andre. Bagiku mereka lebih dari sekedar keluarga” Ucap Garcia


“Berarti mereka orang yang sangat penting bagi mu” Ucap Bryant


“Ya seperti itulah” Ucap Garcia


“Aku senang kamu di kelilingi orang-orang yang sayang dan peduli terhadap mu” Ucap Bryant


Setelah puas berada di luar, Garcia membawa kembali Bryant ke ruang rawat nya.


Beberapa minggu Bryant di rawat markas MOTD dan kini kondisi nya jauh lebih baik dari sebelumnya dan sisah racun di dalam tubuh nya hanya tinggal sedikit. Meskipun begitu Garcia masih belum mengizinkan Bryant untuk pergi sebelum racun di tubuh nya benar-benar menghilangkan.


Saat ini Bryant tengah di sidang di ruang santai oleh abang-abang Garcia termasuk Louis. Mereka menatap Bryant dengan tatapan penuh intimidasi. Bryant dengan tenang menghadapi mereka berlima yang menatap seolah ingin memangsa Bryant.


“Jadi apa hubungan mu dengan adek kami” Ucap Ronald


“Pac- mantan bang. Lagi usaha buat dapetin dia lagi” Ucap Bryant


“Siapa lu panggil bang?” Ucap Ronald dan membuat Bryant terdiam


“Cih, gak segampang itu bisa dapetin dia lagi” Ucap William