My Mafia Girl

My Mafia Girl
Pasar Malam



Di sore hari mereka berdua tengah bersiap untuk pergi jalan-jalan yang sudah mereka rencanakan tadi siang.


“Kita mau kemana?” Tanya Garcia yang baru masuk ke mobil


“Kemana pun kamu mau” Jawab Bryant


Bryant langsung melajukan mobil nya menuju ke perkotaan. Memakan waktu yang cukup lama mereka sampai ke perkotaan hingga akhirnya mereka sampai di taman kota tempat dimana mereka pertama kali bertemu sebelumnya.


Setelah memarkir mobil mereka berdua turun dan mencari bangku di sekitaran taman.


“Tempat pertama kita bertemu” Ucap Garcia duduk di bangku


“Asal kamu tahu, aku pernah mengikuti mu dulu. Kami sadar dan menambah kecepatan mobil mu hingga kita balapan di tengah-tengah keramaian namun kamu bisa menghindari ku” Ucap Bryant


“Tunggu, jadi orang gila waktu itu kamu?” Tanya Garcia yang kaget


“Kamu menganggapku gila?” Tanya Bryant yang mengubah ekspresi nya menjadi datar


“Salah siapa yang tiba-tiba ngikutin” Ucap Garcia


“Setelah itu kita bertemu lagi di sini kan?” Tanya Garcia


“Hmm, aku baru selesai meeting dan melihat mu sedang duduk di sini” Jawab Bryant


“Kurasa kita memang ditakdirkan” Sambung nya


“Basi” Ucap Garcia


“Hahaha, mau es krim?” Tanya Bryant


“Mau mau”


“Yaudah tunggu sini dulu” Ucap Bryant yang langsung beranjak pergi membelikan es krim Garcia


Sementara dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan mereka berdua dari mobil.


“Bener juga dugaan Reina, tapi kayak nya Garcia happy banget deket sama dia. Ikatan hati memang gak bisa di ragukan meskipun kehilangan ingatan sekali pun” Ucap Divna


Di posisi Garcia sendiri dia tentu nya merasa di perhatikan dan mata nya mulai mencari sumber nya dan dia langsung menangkap mobil Divna yang tak jauh dari lokasi duduk mereka.


“Waduhh gawat gua ketahuan” Ucap Divna yang panik dan langsung menutup kaca mobil


“Ternyata kak Divna, gua kirain siapa” Ucap Garcia


“Kenapa?” Tanya Bryant yang tiba-tiba muncul


“Ah? Gapapa” Jawab Garcia


“Nii es krim vanila kesukaan mu” Ucap Bryant memberikan es krim yang di pegang nya


“Dia bahkan tau rasa es krim favorit ku, seperti nya dia benar-benar mengenal ku sejak dulu” Batin Garcia


“Terimakasih” Jawab Garcia


“Apa kamu mengenal orang di mobil itu?” Tanya Bryant


“Hah?” Ucap Garcia bingung


“Orang di mobil tadi terus memperhatikan kita sejak tadi kan?” Ucap Bryant


“Dia orang yang aku telpon tadi, kak Divna” Sambung nya


“Gamau nyamperin dia? Dia tadi kan khawatir banget sama kamu” Tanya Bryant


“Kalo dia khawatir banget pasti dia langsung lari kesini” Jawab Garcia


“Sepertinya aku sudah di percaya oleh kakak mu itu” Ucap Bryant


“Percaya diri sekali anda, tuan.” Ucap Garcia


“HAHAHA”


“Ayo jalan-jalan ke sekeliling” Ajak Bryant mengandeng tangan Garcia


Mereka berjalan-jalan di sekitaran taman kota hingga hari sudah mulao gelap. Saat ini mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah pasar malam yang berlokasi tak jauh dari taman kota. Mereka tak sengaja mendengar ucapan dari para pengunjung dan tentu nya itu membuat Garcia sangat bersemangat untuk pergi.


“Ini benar tempat nya kan?” Tanya Bryant


“Iya benar, ayoo cepat turun” Jawab Garcia yang langsung membuka pintu mobil


Melihat Garcia begitu semangat membuat Bryant tersenyum senang dan mengikuti Garcia turun dari mobil.


“Ayoo cepatt” Ucap Garcia yang menarik tangan Bryant


“Iyaiya” Ucap Bryant


Mereka mulai masuk ke dalam pasar malam dan mata Garcia berbinar ketika melihat pasar malam yang sudah lama dia tidak kunjungi. Terakhir kali dia pergi sewaktu kecil bersama Divna dan 5 curut.


“Ayoo coba permainan” Ucap Garcia menarik Bryant ke sebuah tempat permainan lempar bola


Di sini mereka di berikan 5 bola untuk di lemparkan pada sasaran gelas yang sudah di tumpuk ke atas. Jika memenangkan permainan ini mereka akan mendapatkan sebuah aksesoris yang bisa di pilih sesuka hati.


Saat ini Bryant yang akan bermain lempar bola dia mengambil sebuah bola dan memainkan nya dengan cara melambungkan bola itu ke atas dan setelah bola itu jatuh ke tangkapan nya dia langsung melempar kannya pada gelas-gelas plastik yang tersusun ke atas itu. Dia mengambil beberapa bola lagi dan melemparkannya pada gelas-gelas itu dan tentu nya semua mengenai sasaran membuat semua gelas itu terjatuh.


“Wahh hebat-hebat” Ucap Garcia yang bersorak


“Pilihlah hadiah yang kamu mau” Ucap Bryant tersenyum


“Aku mau gelang itu kayak nya bagus” Ucap Garcia menunjukkan sepasang gelang dengan liontin bulan dan bintang


Penjual itu langsung mengambil gelang yang di maksud oleh Garcia dan memberikan pada Garcia. Garcia langsung mengambil tangan Bryant dan memasangkan gelang yang berliontin bintang itu pada Bryant.


“Kamu juga harus dapet karena kamu yang memenangkan permainan” Ucap Garcia


“Ceritanya mau couple nih?” Tanya Bryant menggoda Garcia


“Gak ya, kan emang sepaket sama punyaku” Ucap Garcia mengelak


.


.


Hai, Gimana hari ini? Sekarang tanggal bagus nih? ada kabar apa dari kalian?


Welcome to December bulan ini bulan yang cukup khusus buat author hehe. Semoga Desember ini bisa ngasih lebih banyak kebahagiaan daripada kesedihan.