My Mafia Girl

My Mafia Girl
Daddy Dimitri



Sekarang sudah hari ke 7 Bryant masih belum memberikan kabar pada Garcia. Meskipun bingung Garcia berusaha mengacuhkan hal itu namun pikirannya selalu teringat pada Bryant hingga selama seminggu ini apapun yang dia kerjakan selalu berantakan.


“Bryant sialann, apa gegara gua gak inget dia jadi kecewa sampe kayak gini?” Ucap Garcia yang kini tengah berada di kursi kebesarannya yang berada di kantor


“Gua gak bisa di giniin” Ucap Garcia lalu mengambil ponsel nya dan mencari kontak Bryant


Dia menatap kontak Bryant dengan penuh pertimbangan hingga akhirnya dia menyingkirkan gengsi nya dan mencoba menghubungi Bryant terlebih dahulu.


Saat telpon dari memanggil berubah menjadi berdering membuat jantung Garcia berdetak kencang. Dia sudah lama tidak mendengar suara Bryant dan ini pertama kali nya setelah seminggu lama nya dia akan mendengar suara Bryant. Telpon pun di angkat setelah menunggu beberapa saat. Garcia ingin menyapa terlebih dahulu namun suara dari sebrang membuat Garcia langsung terdiam.


...Pria Gila...


...Panggilan terhubung...


Halo? Maaf yang punya ponsel masih ke kamar mandi.


Ucap seorang perempuan yang menjawab telpon dari Garcia


Ada yang penting? Biar nanti saya sampaikan


Sambung perempuan itu


Mendengar itu membuat Garcia kesal bukannya mendengar suara Bryant setelah seminggu lama nya dia malah mendengar suara perempuan yang ntah itu siapa. Tanpa pikir panjang lagi Garcia langsung mematikan ponsel nya dan melemparkannya begitu saja.


Tepat setelah itu seseorang mengetuk pintu ruangan Garcia dan masuklah Divna dengan sebuah tab di tangannya.


“Kenapa?” Tanya Divna mengambil ponsel yang sudah retak dan tergeletak di lantai


“Ada apa lagi?” Tanya Divna menaruh ponsel itu di meja Garcia


“Jadwal ku hari ini?” Tanya Garcia tanpa memperdulikan pertanyaan Divna


Divna langsung membuka tab yang ada di tangannya dan melihat jadwal Garcia hari ini.


“Sebentar lagi ada rapat mengenai proyek bersama CEO BA Company tapi yang hadir bukan Bryant ada seseorang yang akan mewakili nya” Ucap Divna


“Lu gak kecewa kan karena bukan Bryant yang dateng?” Tanya Divna


“Buat apa? Gua mau profesional. Meskipun bukan dia setidaknya ada orang yang menggantikan nya” Jawab Garcia


“Bryant masih belum ada kabar?” Tanya Divna


“Ke ruang rapat sekarang” Ucap Garcia yang beranjak dari duduk nya dan pergi dari ruangannya


“Jawabannya sudah jelas, lu keterlaluan Bry” Ucap Divna ketika melihat Garcia sudah menghilang dari balik pintu


Divna langsung berjalan mengikuti Garcia ke ruang rapat. Saat membuka pintu ruang rapat betapa kaget nya Garcia ketika melihat seseorang yang sangat dia kenal.


“Daddy Dimitri” Batin Garcia


Garcia tetap berusaha tenang dan masuk ke dalam ruang rapat dan duduk berhadapan dengan ayah dari seorang Pria yang baru saja membuat nya marah.


“Selamat siang nona” Ucap Daddy Dimitri mengulurkan tangannya


“Selamat siang” Ucap Garcia menjabat tangan Daddy Dimitri


“Langsung saja kita mulai” Sambung Garcia


Rapat pun di mulai dan selama rapat semua nya berjalan dengan baik. Setelah selesai Tuan Dimitri meminta waktu untuk berbicara berdua saja dan Garcia pun menyetujui nya.


“Maaf apa saya boleh bicara berdua saja dengan anda?” Tanya Daddy Dimitri


“Tentu saja” Jawab Garcia


Mendengar itu membuat Divna yang duduk di samping nya kaget. Biasanya setelah selesai rapat Garcia tidak akan membuat pertemuan pribadi seperti ini. Divna juga cukup ragu dengan orang yang ada di hadapan mereka ini karena sejak tadi orang itu selalu memperhatikan Garcia dan terkadang tersenyum tipis menatap Garcia. Sebenarnya Divna tidak mengetahui orang yang ada di hadapan mereka adalah Daddy Bryant. Divna pikir orang yang ada di hadapan mereka adalah orang perusahaan Bryant mangkanya Divna cukup berhati-hati dengan orang di depannya ini.


“Tapi nona sebentar lagi anda ada janji dengan orang” Ucap Divna


“Ah jika anda memang sangat sibuk tidak masalah jika tidak bisa” Ucap Daddy Dimitri


“Hanya sebentar, keluar lah” Ucap Garcia yang mengerti apa yang di pikirkan Divna


“Baik, saya permisi” Ucap Divna memberikan sedikit membungkukkan badan memberikan salam lalu keluar dari ruangan di barengi oleh asisten Daddy Dimitri


.


.


Hai guyss... Gimana hari ini?


Jangan lupa like komen follow dan tambahin ke favorit yaa.. dukungan itu berarti banget buat author. Makasih udah selalu nyemangatin author.