My Mafia Girl

My Mafia Girl
Danau Indah



Setelah menempuh perjalanan yang panjang akhirnya mereka sampai di sebuah hutan. Garcia langsung turun dari mobil dan di ikuti oleh Amoora. Sedangkan Louis masih bingung bukankah mereka akan piknik tapi kenapa ke sini?.


“Piknik ala Garcia benar-benar berbeda” Gumam Louis dan turun dari mobil


“Kakak yakin kita piknik di sini?” Tanya Amoora yang sebenarnya sepemikiran dengan Louis


“Hmm” Jawab Garcia sambil menurunkan barang-barang di bagasi


“Sangat jauh dari ekspektasi” Batin Amoora melihat sekeliling yang terlihat cukup seram


“Bawa ini dan ikuti aku” Ucap Garcia memberikan bawaan nya pada Amoora


Garcia berjalan lebih awal dan di ikuti oleh Louis dan Amoora di belakang.


“Apa benar ini tempat nya kak?” Bisik Amoora pada Louis


“Kakak juga tidak tahu, kita ikuti saja” Bisik balik Louis dan di angguki oleh Amoora


Mereka terus berjalan hingga akhir nya mereka menemukan danau yang begitu indah. Amoora yang sempat tidak yakin kini menjadi sangat terpesona dengan danau yang ada di depannya yang begitu cantik dan indah. Bukan hanya Amoora, Louis juga sangat terpesona dengan keindahan alam yang tersembunyi di balik hutan yang terlihat mengerikan di awal.



“WAHHH INI INDAH SEKALI” Teriak Amoora yang kegirangan


“Bagaiman kamu tahu tempat ini, ini benar-benar sangat indah” Ucap Louis


Garcia hanya tersenyum tipis melihat Amoora terlihat sangat senang dengan tempat yang dia pilih.


“Apa sekarang sudah sesuai dengan ekspektasi mu?” Tanya Garcia menghampiri Amoora yang bahagia


“Ini lebih jauh dari ekspektasi ku” Jawab Amoora yang terlihat senang


“Baguslah jika kamu suka” Ucap Garcia


“Bagaimana kamu bisa menemukan danau indah ini” Tanya Louis


“Secara tidak sengaja saja” Jawab Garcia lalu berjalan menata semua kebutuhan piknik mereka


Mereka mulai menata semua kebutuhan piknik mereka dan setelah nya mereka duduk sambil menikmati pemandangan di depan mereka.


“Emm kak, kayak nya aku udah tau deh besok mau kemana” Ucap Amoora


“Kemana?” Tanya Garcia dan Louis bebarengan


“Aku mau selama 2 hari kedepan kita tetap di sini” Ucap Amoora


“Maksud kamu kita akan tinggal di sini?” Tanya Louis


“Iya” Jawab Amoora menganggukkan kepalanya


“Tapi kita gak bawa tenda loh” Ucap Louis


“Oh iya” Ucap Amoora yang kecewa


“Di mobil ada 3 tenda, tadi gua masukin buat jaga-jaga” Ucap Garcia dan langsung di sambut senyuman senang oleh Amoora


“Aaa kakak.... you are the best sister” Ucap Amoora menghambur memeluk Garcia


“Kakak gak di peluk juga nih?” Tanya Louis yang merasa iri


Momen ini menjadi hal terindah di dalam hidup Garcia mereka bisa berkumpul dan menghabiskan waktu bersama. Bukan hanya Garcia, Louis dan Amoora juga merasa senang dengan momen ini tanpa sadar mereka bertiga menetes kan air mata tanpa di ketahui satu sama lain.


“Aku harap momen seperti ini tidak akan pernah hilang” Batin Louis


“Mommy Daddy pasti senang melihat kami seperti ini kan? Maaf.” Batin Garcia


“Aku ingin terus menikmati momen ini” Batin Amora


Cukup lama mereka berpelukan dan hingga akhir mereka melepaskan pelukan nya.


“Ayoo ambil tenda” Ajak Amoora


“Ayoo” Jawab Louis


“Sebentar ya kak” Ucap Amoora pada Garcia


“Hmm”


Setelah mendapat kan jawaban, Amoora dan Louis pergi ke mobil untuk mengambil tenda. Sedangkan Garcia hanya duduk melamun menatap ke arah danau hingga dia di kejutkan oleh telpon dari nomor tidak di kenal nya, nomor yang sama yang pernah mengirimi pesannya dulu. Dia hanya melihat tanpa berniat ingin menjawab nya dia sudah mengetahui pemilik nomor itu siapa dan saat ini dia benar-benar tidak ingin berbicara dengan orang yang menyebalkan itu.


Tak lama Louis dan Amoora kembali dengan membawa tenda di tangan mereka.


“Kita pasang sekarang?” Tanya Amoora


“Hmm” Jawab Garcia yang beranjak dari duduk nya dan ikut membantu


Mereka memasang tenda itu bersampingan dan tentu nya menghadap ke danau sesuai dengan permintaan Amoora. Setelah selesai memasang tenda mereka kembali duduk dan menikmati pemandangan di depan mereka sambil memakan cemilan.


“Moora mau tidur di pangkuan kak Cia boleh?” Tanya Amoora dan di angguki oleh Garcia yang membuat Amoora tersenyum


“Kakak juga mau” Ucap Louis dan juga di angguki oleh Garcia yang membuat Louis tersenyum senang


Mereka berdua tidur di paha Garcia sambil menatap langit yang terlihat cerah.


“Moora seneng tau bisa ngabisin waktu bareng kalian” Ucap Amoora


“Maafin kita berdua yang selalu sibuk ya” Ucap Garcia mengelus lembut rambut Amoora


“Untuk saat ni Amoora maafin” Ucap Amoora di sertai kekehan


“Moora kesepian tau kalo kalian berdua gaada di rumah dan sibuk sama pekerjaan” Sambung Amoora


“Lain kali kakak bakal sering luangin waktu buat kamu” Ucap Louis


“Yakan dek?” Sambung nya bertanya pada Garcia


“Hmm”


.


.


.


Hai guys.... Gimana hari nya?


Sebenarnya kemarin author mau update tapi gajadi tubuh author remuk semua rasanya. Jadi kemarin mutusin buat istirahat dulu dan balik lagi hari ini.