My Mafia Girl

My Mafia Girl
Cincin



Keesokan hari nya, Saat ini Garcia dan teman-teman nya sedang berada di kantin sekolah untuk makan dan mengobrol ringan. Di tengah-tengah pembicaraan mereka tiba-tiba Arya Dkk duduk bergabung bersama mereka.


“Hai guys” Sapa Roy


“Hai” Jawab Mauza


“Lagi ngomongin apa nih?” Tanya Rendy


“Kepo aja lu” Jawab Nabila


“Sinis amat dah” Ucap Rendy


“Ngapain sih kalian tiba-tiba muncul” Ucap Nabila yang kesal pembicaraan seru mereka terhenti gegara kelima pria itu


“Kalo gak muncul ntar pembaca lupa kalo kita termasuk karakter dalam novel ini kali” Ucap Arya


"Nah ita tuh bener, masa cowo-cowo ganteng ini di lupain. Kan gak lucu" Ucap Rendy


"Idih" Ucap Nabila


“Ah ngantukk bangett gua” Ucap Ardi dan membuat tangannya menjadi bantalan untuk kepala nya tidur


“Gegara Cia akhir-akhir ini kita gak bisa tidur dengan bener” Sambung Ardi


“Iya nihh, tega banget lu Ci. Gua sampe gak fokus pelajaran tadi” Ucap Rendy


“Bukannya lu selalu gak fokus sama pelajaran yang di terangkan ya?” Ucap Garcia


“Hehe iya sih” Ucap Rendy


“Lu kenapa diem aja sih Dil” Ucap Arya yang melihat Fadil fokus pada sesuatu


Semua pun menoleh melihat ke arah Fadil yang memang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan tangan Garcia.


“Tumben pakek cincin” Ucap Fadil


“Oh ini” Ucap Garcia mengangkat tangannya


“ANJIRRR UDAH TUNANGAN LU?” Ucap Rendy heboh melihat cincin di jari manis Garcia


“Tutup mulutmu begoo” Ucap Ardi yang membungkam mulut Rendy


“Tunangan matamuu” Ucap Garcia


“Terus?” Tanya Rendy


“Emang kalo cincin nya gua taroh di sini artinya gua udah tunangan? Gak kali. Pingin aja naruh cincin di jari ini” Jelas Garcia


“Ohh gituu” Ucap Arya


“Gua kira ada yang ngelamar elu anjirr” Ucap Roy


“Masih bocil kali” Ucap Garcia


“Kamu kemarin kok gak pulang ke H7D?” Tanya Fadil


“Yakin kids?” Ucap Nabila menaik turunkan alis nya


“Wajah lu jelek” Ucap Garcia melempar tisu ke wajah Nabila yang menyebalkan itu


“Hahaha dia emang jelek dari lahir sihh” Ucap Mauza tertawa puas


“Enak aja lu, gua nihh serbuk berlian” Ucap Nabila


“Serbuk debu kali ah” Ucap Rendy


Mendengar ucapan Rendy semua nya pun tertawa kecuali Garcia dan Fadil yang hanya tersenyum. Mereka melanjutkan mengobrol hingga jam pelajaran berbunyi.


Di malam hari, Garcia sudah bersiap-siap untuk bertemu seseorang. Dia langsung keluar dari kamar nya di H7D menuju ke lift. Saat sudah memasuki lift dia bertemu dengan Fadil yang juga ingin masuk ke dalam lift


“Mau kemana Ci?” Tanya Fadil


“Mau ketemu orang” Jawab Garcia


“Lu sendiri?” Tanya Garcia


“Sama”


Setelah pembicaraan yang singkat itu mereka hanya diam hingga pintu lift pun terbuka dan Garcia keluar terlebih dahulu dengan terburu-buru. Fadil yang melihat Garcia terburu-buru seperti itu menyeritkan dahi nya. Hal apa yang membuat Garcia sampai terburu-buru seperti itu. Bukannya keluar dari lift, Fadil kembali memencet tombol lift ke lantai 4. Sebenarnya Fadil tidak berencana untuk pergi keluar dia hanya ingin mengobrol dengan Garcia walau hanya sebentar karena akhir-akhir keduanya sangat sibuk dan tidak ada waktu mengobrol sama sekali meskipun dalam satu atap.


“Seenggaknya hari ini gua udah ngobrol cukup banyak sama dia” Ucap Fadil


Sementara Garcia dia tengah mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah tempat. Di tengah-tengah jalan dia melihat seseorang yang cukup familiar dengan nya tengah di kejar-kejar oleh beberapa orang.


“Dia kayak Osis gila itu” Ucap Garcia


Dia memelankan laju mobil nya untuk melihat secara jelas siapa orang itu. Saat dia tahu dia langsung menghentikan mobil dan turun menggunakan masker dan mengambil sebuah belati.


“Anggap aja ini sebagai balas budi” Ucap Garcia dan langsung berlari


Karena cukup tahu tentang jalan ini Garcia langsung berlari ke arah lain. Sementara Raka dia terus berlari dengan luka yang cukup banyak di tubuh nya. Saat dia terus berlari menghindari orang mengejar nya dia langsung di hadang oleh seorang yang ada di hadapan nya.


“Oh shitt” Ucap Raka menoleh ke belakang melihat beberapa orang itu sudah menyusul nya dan kini ada seorang lagi di hadapan nya


“Kalo gini gua udah gaada harapan, ayo maju” Ucap Raka yang siap melawan mereka meskipun dia tahu kemenangan gak mungkin berpihak padanya dengan keadaan seperti ini


Orang-orang itu langsung maju dan menyerang Raka dan orang yang menghadang Raka tadi juga maju. Raka yang sudah siap melawan mereka di bingungkan dengan orang yang menghadang malah melawan kumpulan orang-orang yang mengejar nya.


“Orang ini di pihak ku? Siapa dia?” Gumam Raka


.


.


Hai guyss... Gimana hari ini?


Selama 2 hari ini author selalu pulang dalam keadaan kujanan terus.. Tiap pulang selalu bikin susu buat ngehangetin tubuh biar gak sakit. Hahaha kayak bocil bangett ya minum susu segala tapi susu itu enakk tauu.. Kalian jangan ujan-ujanan juga yaa ntarr sakit lohh kalo author mah udah gapapa kalian jangan hahaha.