My Mafia Girl

My Mafia Girl
Diskusi



“Ngeselin banget tuh orang, bisa-bisa nya mereka ngeraguin gua sama yang lainnya” Ucap Ilham yang merasa kesal


“Gua ajak by one belum 2 menit aja pasti udah KO tuh orang” Sambung nya


“Udah-udah ayo makan dulu” Ucap Divna


“Tunggu, biar gua cicipi dulu” Ucap Ilham dan mencicipi semua makanan yang ada


“Aman, kalian bisa makan” Ucap Ilham


“Lu mau apa Ci?” Tanya Divna


“Selera makan gua udah ilang, makan aja” Ucap Garcia


“Gak boleh gitu, lu haru makan” Ucap Divna


“Terserah” Ucap Garcia


“Yaudah gua pergi dulu” Ucap Ilham


“Ngapain? Di sini aja makan” Ucap Divna


“Lu juga pasti laper kan?” Sambung nya


“Hehe tau banget lu” Ucap Ilham dan ikut makan bersama mereka


“Padahal dulu awal kenal lu manggil gua nona tapi kenapa sekarang bahasa lu jadi ‘lu gua’ sama gua hah?” Ucap Divna


“Ya biar lebih akrab aja” Ucap Ilham tersenyum menyebalkan


Setelah menempuh perjalanan yang lama akhir nya mereka tiba di Jepang. Setiba nya di sana mereka langsung ke tempat penginapan dan beristirahat selama beberapa jam lalu bersiap untuk pergi ke tempat tujuan mereka. Garcia dan para pasukan lain bersiap di posisi mereka masing-masing. Ilham dan yang lainnya menjadi pengawal dari jarak dekat dan Garcia memantau dari jarak kejauhan.


Rapat pun di mulai semua nya terjadi secara lancar tanpa ada halangan di hari pertama ini. Setelah 5 jam rapat selesai dan mereka kembali ke tempat penginapan yang sudah di sediakan.


Sesampainya di penginapan Garcia mendiskusikan sesuatu bersama Ilham, Leon, dan Divna mengenai penjagaan hari ini. Sebelum melakukan diskusi Garcia dan Divna mengecek seluruh ruangan karena di takutkan ada alat penyadap yang akan merekam seluruh obrolan mereka. Meskipun kamar yang mereka tempati bukan kamar yang di sediakan agar mengurangi kecurigaan musuh tapi tetap saja mereka harus tetap waspada.


“Hari pertama ini berjalan lancar” Ucap Ilham


“Ya, meskipun gitu kita harus waspada. Yang perlu kalian ingat musuh kita bukan negara nya tapi gengster dalam negaranya yang menjadi suruhan orang. Terlebih kalian pasti tahu 3 negara yang akan kita kunjungi memiliki mafia yang kuat-kuat jadi musuh pasti akan berfikiran untuk menyewanya. Aku sudah jelaskan ini sejak awal kan. Dalang nya mungkin gak akan muncul di sini tapi dia pasti bakal muncul ntah di Italia atau Amerika.” Ucap Garcia


“Untuk strategi kita lakukan sesuai rencana awal” Sambung Garcia


“Baik Queen” Ucap Leon dan Ilham


“Bagus, kerjakan dengan semua dengan sangat baik” Ucap Garcia


“Baik Queen” Ucap Leon


“Besok akan ada rapat lanjutan hari ini dan lusa kita hanya akan menemani dia berkeliling ke berbagai daerah. Jadi kemungkinan ada hal yang terjadi. Seperti pikiran Garcia, menyerang di luar itu lebih mudah daripada di dalam kita harus lebih waspada di saat itu.” Ucap Divna


“Baik, kami mengerti” Ucap Ilham dan Leon


“Oh ya dan dari info terbaru, kita akan berada di sini selama 4 hari dan malam nya kita akan langsung terbang ke Italia” Sambung Divna


“Baiklah, kalian berdua bisa pergi sekarang” Ucap Garcia pada Leon dan Ilham


“Baik Queen, kami mohon undur diri” Ucap Mereka berdua beranjak dari duduk nya dan membungkuk memberi salam lalu pergi meninggalkan kamar Divna


“Gua istirahat di sini ya” Ucap Garcia beranjak dari duduk nya dan merebahkan tubuh nya di ranjang


“Tunggu dulu” Ucap Divna menahan Garcia merebahkan tubuhnya


“Lu gamau cerita soal lu sama Bryant?” Tanya Divna


“Untuk sekarang kita fokus ke tugas ini dulu kak” Jawab Garcia yang langsung merebahkan tubuh nya


“Minggir sana, gua capekk banget” Ucap Garcia


“Ciaa... Ceritaa dulu ihh kenapa kalian tiba-tiba putus” Rengek Divna


Divna terus merengek dan menggoyang-goyangkan tubuh Garcia namun tak di gubris oleh Garcia dan malah memejamkan matanya.


“Ck, nih anak ya” Ucap Divna kesal


Tiba-tiba ponsel Divna berbunyi menandakan pesan masuk dia segera melihat siapa orang yang mengirim kan pesan itu.


“Astaga dia kan bisa chat sendiri kenapa selalu minta gua fotoin buat liat kabar nya sih. Dasar pengecut” Gumam Divna lalu dengan hati-hati dia mengambil foto Garcia yang sedang tertidur di ranjang nya dan mengirim kan nya


.


.


Haiiiiiii gimana hari ini?


Tau gak apa yang bikin author seneng tiap buka platform ini? Jawaban nya ya pasti komenan kalian yang selalu semangatin author sama nungguin kelanjutan dari cerita ini rasanya se badmood apapun atau se down apapun kalo baca komenan kalian tuh selalu bikin mood naik bukan cuma komenan kalian tapi like dari kalian juga bikin author semangat. Makasih banyak yaa...