
Tak lama setelah kepergian Kevin dan yang lainnya Garcia mulai mengigau dan hal ini sudah di duga oleh Divna. Oleh sebab itu Divna memutuskan untuk tinggal.
“Mommy... Daddy... Please don’t go! Jangan tinggalin Garcia” Ucap Garcia mengigau dengan air mata yang mengalir meskipun dengan mata terpejam
“Tenang Ci, Mommy dan Daddy gak bakal pergi ninggalin kamu” Ucap Divna sambil memegang tangan Garcia
Setelah mengatakan hal itu, Garcia mulai tidur dengan tenang. Divna sangat tahu Garcia, setiap Garcia sakit pasti Garcia akan selalu mengigau seperti tadi dan hal itu membuat Divna merasa sedih.
“Takdir memang kejam Ci, tapi lu juga harus bahagia. Gua harap lu lebih terbuka lagi sama kita semua jangan pendem semua sendirian. Kita semua selalu ada buat lu.” Ucap Divna menatap Garcia yang masih memejamkan mata nya
Divna memutuskan untuk hari ini dia akan tidur di kamar Garcia dan menjaga nya. Tepat saat tengah malam, Garcia terbangun dari tidur nya. Dia melihat sekeliling dan dia melihat Divna yang tertidur di samping nya. Dia mencoba bangun untuk duduk dan bersandar di bagian kepala ranjang.
“Pusing banget kepala gua” Ucap Garcia memegangi kepala nya
Dia melihat selang infus di tangan nya yang cukup memuakkan bagi nya. Dia langsung melepas selang infus itu dan mulai beranjak keluar dari kamar mengendap-endap. Sebelum nya dia meraih hoodie nya yang tergeletak di sofa.
Dia keluar dari kamar nya dan melihat lampu sudah mulai di matikan semua nya. Dia terus berjalan keluar hingga sampai garasi dia melihat satu motor sport hitam milik nya dulu. Dia langsung menaiki motor nya dan menjalankan keluar dari rumah.
Saat ini dia tengah berada di pusat kota, dia hanya ingin berjalan-jalan saja malam ini dan menikmati udara malam yang menyejukkan. Dia terus menjalankan motor nya dan mengikuti jalan tanpa tahu arah tujuannya. Hingga akhirnya dia berakhir di sebuah tempat yang sangat sepi dan gelap.
(Anggap percakapan ini dalam bahasa Inggris)
“Hei, sedang apa kamu di sini” Ucap seseorang di dalam kegelapan itu lalu berjalan menghampiri Garcia
“Tersesat” Jawab Garcia dengan cuek
“Sebaiknya kau kembali atau kau akan mati” Ucap Orang itu
Garcia yang malas bertengkar saat ini memutuskan untuk memutar balik motor nya namun saat dia mendengar teriakan dia menghentikan motornya nya dan melihat ke arah orang tadi.
“Anggap kau tidak mendengar apapun dan pergilah. Kami akan mengampuni mu” Ucap Orang itu
Garcia tak menjawab nya dan malah melihat orang itu dari atas sampai bawah. Hingga akhirnya dia menemukan sebuah tato di pergelangan tangan orang itu yang menunjukkan dia anggota dari sebuah kelompok. Garcia turun dari motor nya dan menatap orang itu dengan datar.
“Apa yang kalian lakukan?” Tanya Garcia
“Bukan urusan mu, pergilah selagi aku belum berubah pikiran” Jawab Orang itu
“Aku malas bermain tapi jika kau memaksa akan aku lakukan” Ucap Garcia tersenyum miring dan langsung menendang orang itu hingga membuat nya terpental cukup jauh
“Kalian! Serang gadis ini” Ucap Orang itu memanggil teman-temannya
“Oh mau main keroyokan? Yaudah ayo.”
Mereka menyerang Garcia secara bersamaan dan secara kebetulan lampi di daerah itu menyala walau hanya berkedip-kedip saja. Keadaan ini tentu merugikan Garcia karena mereka akan melihat wajah Garcia. Dia langsung memutar otak nya dan dia berjalan mundur untuk mengajak mereka ke tempat yang tidak bisa memperlihatkan jelas wajah nya.
“Kemampuan orang-orang tidak biasa, mereka anggota mafia” Batin Garcia
Satu persatu dari mereka tejatuh dan mengalami patah tulang yang cukup parah. Hingga kini tersisa orang yang telah menghalangi Garcia sejak tadi. Dia sudah sangat muak dengan Garcia dan dia langsung mengeluarkan senjata nya dan menembakkan nya kepada Garcia.
“Eits... Gak kena. Jadi sekarang mau main tembak-tembakan ya?” Tanya Garcia menarik senjata nya
“Siapa kamu” Tanya orang itu yang sadar dengan kemampuan Garcia yang luar biasa dan terlebih dia mendengar kokangan senjata dari arah Garcia
“Manusia yang di ciptakan tuhan” Jawab Garcia
“Dari kelompok mana kau, kau tidak tahu kami hah? Sehingga berani menantang kami?” Ucap Orang itu
Saat ini posisi mereka seperti terbagi 2 orang tadi berada di titik terang lampu yang terus berkedip dan Garcia berada di titik yang gelap.
“Memang kalian darimana?” Tanya Garcia namun orang itu hanya diam
.
.
.
Hai Guys.... Gimana Hari nya??
Sesekali author mau update lebih awal hehe