
Garcia menghembuskan nafas nya kasar dia sama sekali tidak mengingat kejadian kemarin. Yang dia ingat hanya dia pergi bersama Reina ke club dan bertemu pria menyebalkan lalu dia di peluk oleh seseorang setelah itu dia tidak mengingat apapun.
“Lupakan soal kemarin, gua bakal anggep itu gak pernah kejadian” Ucap Garcia yang mulai beranjak dari tidur nya
Mendengar ucapan Garcia tentu nya membuat pria itu marah. Dia langsung menarik Garcia dan membuat nya terjatuh kembali ke ranjang. Pria itu langsung mengunci Garcia di bawah nya.
“APA YANG KAU LAKUKAN” Teriak Garcia marah
“Jika lupa maka kita ulangi lagi” Jawab Pria itu dengan nada raut wajah marah
“Lepas atau akan ku bunuh kau” Ucap Garcia dengan nada dingin
“Jika membunuhku kamu akan menyesal suatu saat nanti” Ucap Pria itu tersenyum mengejek
Dia langsung mencium bibir Garcia dengan sedikit kasar dan menggigit bibir Garcia agar terbuka dan bisa menjelajahi dengan mudah. Garcia sangat berontak dalam ciuman itu namun tenaga nya tidak sebanding dengan pria yang ada di atas nya ini.
“Ini hukuman karena kamu mengatakan hal konyol seperti tadi” Ucap Pria itu melepaskan ciumannya
“Brengsek” Umpat Garcia
“Pergilah mandi” Ucap Pria itu melepaskan Garcia
Garcia langsung beranjak menuju ke kamar mandi namun dia sedikit bingung saat di mulai bangkit dari tempat tidur. Seperti yang pernah dia dengar jika setelah melakukan hal itu di bagian intim akan terasa sakit jika baru pertama kali melakukannya tapi ini Garcia merasa tidak merasa sakit atau perih sedikit pun.
Setelah cukup lama Garcia keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe. Dia melihat pria itu duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya.
“Apa mencoba menggoda ku dengan keluar hanya menggunakan bathrobe?” Ucap Pria itu menatap Garcia
“Pakaian ku terjatuh dan basah, apa tidak ada yang bisa ku pakai?” Tanya Garcia
“Alasan klasik” Ucap Pria tersenyum mengejek
“Gua serius!” Ucap Garcia
“Aku akan menyuruh orang untuk membelikan mu pakaian untuk sementara pakai pakaian ku dulu” Ucap Pria itu
“Pergi lah ke ruang ganti dan pilih sendiri” Sambung nya lalu berjalan ke arah kamar mandi
Garcia langsung pergi ke ruang ganti dan mengganti pakaian dengan pakaian pria itu. Dia cukup terpesona dengan ruang ganti milik pria ini. Semua nya tertata dengan sangat rapi dan seperti nya pria ini memiliki selera yang bagus. Garcia mulai membuka lemari dan memilih pakaian yang dia rasa cocok untuk nya. Dia langsung dengan cepat mengganti pakaian nya dan berjalan keluar dari ruang ganti. Namun saat akan keluar dia berpapasan dengan pria itu yang hanya menggunakan handuk di bagian bawah nya dan tentu nya mengekspos perut kotak-kotak miliknya.
“Semua ini milikmu, sentuh aja jika mau” Ucap pria itu menggoda Garcia yang terus menatap tubuhnya
“Tidak tertarik” Ucap Garcia melewati pria itu begitu saja
“Munafik” Ucap pria itu lalu mengganti pakaian nya
Setelah mengganti pakaian dia langsung keluar dan melihat Garcia yang sedang duduk di sofa dan menatap nya. Dia langsung menghampiri Garcia dan duduk di samping nya.
“Apa alasan mu terus mendekati ku?” Tanya Garcia
“Karena aku menyukai mu” Jawab pria itu santai
“Gua serius” Ucap Garcia
“Aku juga” Jawab pria itu
“Ck, terserah lah” Ucap Garcia kesal
Tepat setelah itu pintu kamar Pria di ketuk dari luar. Pria itu langsung berjalan membukakan pintu.
“Sarapan anda tuan” Ucap pelayan memberikan nampan berisi kan sarapan mereka berdua dan segelas susu juga air putih
“Hmm” Jawab pria itu lalu menutup pintu
Pria itu kembali berjalan dan meletakkan nampan itu di atas meja dan kembali duduk di samping Garcia.
“Makan lah” Ucap Pria itu memberikan sepiring makanan untuk Garcia
“Terimakasih” Jawab Garcia mengambil piring itu
Melihat itu, pria itu tersenyum namun juga bingung. Bagaimana seorang gadis yang baru saja kehilangan mahkota nya begitu tenang-tenang saja.
“Kenapa menatap ku seperti itu?” Tanya Garcia
“Kenapa kamu begitu tenang?” Tanya balik pria itu
“Maksud mu?” Tanya balik Garcia
“Bukankah jika seorang gadis baru saja kehilangan mahkota nya dia akan merasa sedih dan meminta pertanggungjawaban? Tapi kenapa kamu begitu tenang?” Tanya Pria itu
“Karena itu tidak pernah terjadi” Jawab Garcia santai
“Pertama, saat aku bangun tidak ada darah membekas di sprei yaa.. meskipun itu tidak menjadi penentu aku telah melepaskan mahkota ku. Kedua, aku pernah mendengar jika baru pertama melakukan nya akan terasa sangat perih saat bangun namun aku tidak merasakannya sama sekali. Dua hal itu menyakinkan ku dan ku rasa tebakan ku benar ketika melihat ekspresi mu barusan” Sambung Garcia
“Ternyata gadis ku sangat pintar” Ucap Pria itu mengelus rambut Garcia
.
.
.
Hai, gimana hari ini?