
Mereka terus berbincang mengenai bisnis gelap mereka. Sementara di kediaman Garcia, Bryant dengan Sam dengan melaksanakan rapat mengenai Garcia.
“Ini semua data-data pergerakan mereka” Ucap Sam menyerahkan dokumen pada Bryant
“Ini jauh lebih mudah kalo kita nyelediki mafia cabang nya, Hell Devil.” Sambung nya
“Kabar dari mata-mata itu gimana?” Tanya Bryant sambil melihat dokumen yang di berikan oleh Sam
“Susah buat dapet kabar soal Garcia karena kita naruh di cabang dan juga kayak nya informasi soal Garcia para anak buah nya juga gaada yang tahu” Jelas Sam
“Kita harus tahu keadaan Garcia terlebih dahulu sebelum nyerang” Ucap Bryant dengan frustasi karena masih belum menemukan lokasi Garcia berada
“Gimana kemajuan mu Y?” Tanya Bryant pada pria mata-mata lainnya yang pernah muncul di rumah ini
“Maaf tuan, masih belum ada kemajuan” Ucap Y menundukkan kepala nya
Bryant mengacak-acak rambut nya dengan frustasi dia benar-benar masih belum tahu keadaan Garcia.
“Suruh mata-mata yang ada di markas cabang mereka nyari tahu dan kalo bisa masuk ke Blood Demon” Ucap Bryant
“Baik” Ucap Sam
“Dan Y terus pantau mafia ketua Demon Blood kita mungkin bisa tahu sedikit jika mengawasi lebih baik lagi” Ucap Bryant
“Baik tuan” Ucap Y
“Kamu boleh pergi” Ucap Bryant
“Baik, saya permisi tuan” Ucap Y memberi kan salam dan meninggalkan ruangan
“Kita pasti bakal nemuin Garcia kok, Bry” Ucap Sam
“Udah ada bukti yang cukup kalo Garcia emang masih idup dan mereka gak bakal nyakitin Garcia. Gua yakin soal itu” Ucap Samuel
“Gua tahu mereka gak bakal nyakitin dia tapi gua juga harus tahu gimana keadaan nya Sam” Ucap Bryant yang terlihat putus asa
“Kita udah melangkah sejauh ini jadi Garcia pasti bakal baik-baik aja kita bakal segera nemuin Garcia” Ucap Sam
Begitu ucapan Samuel berakhir tiba-tiba pintu mereka terbuka dengan sangat keras. Mereka berdua sangat kaget mereka lebih kaget lagi ketika melihat Divna berdiri di ambang pintu dan menatap mereka.
“APA MAKSUD KALIAN?” Tanya Divna dengan penuh amarah
Setelah Y pergi pintu ruangan itu tidak tertutup dengan rapat dan kepergian Y secara diam-diam itu juga di lihat oleh Divna yang sebenarnya ingin menghampiri Sam namun Divna curiga dengan keluar Y dari ruangan Garcia secara diam-diam itu dan Divna langsung berjalan melihat apa yang sedang terjadi di dalam dan mendengar ucapan Sam dan Bryant yang mengatakan bahwa Garcia masih hidup.
“Sayang” Ucap Sam berdiri dan menghampiri Divna
“GUA TANYA APA MAKSUD KALIAN?” Ucap Divna menatap Bryant dan Samuel bergantian
“Kamu tenang dulu ya, biar kita jelasin” Ucap Sam berusaha menenangkan Divna
“Jadi selama ini kalian boongin gua?” Ucap Divna yang masih marah
“Kamu tenang dulu biar kita jelasin” Ucap Samuel
Divna pun mengalah, Samuel langsung menyuruh Divna untuk duduk dan mulai menjelaskan semua nya. Divna menyimaknya dengan teliti semua penjelasan dari Bryant dan Samuel.
“Syukurlah kalo Garcia masih hidup” Ucap Divna yang merasa lega setelah mendengar penjelasan dari kedua pria itu
“Kenapa kamu gak ngasih tau dari awal?” Ucap Divna menatap tajam kekasih nya
“Bukan gamau, Cuma kita masih belum ada bukti yang kuat buat ngasih tau kamu apalagi kamu masih dalam suasana yang kacau kayak gitu” Ucap Sam
“Jadi gimana sekarang?” Tanya Divna menatap Bryant
“Kita masih belum tahu kondisi nya dan dimana dia sekarang” Ucap Bryant
“FG masih di sini kan?” Tanya Divna
“FG?” Tanya Sam bingung
“Cewe-cewe itulo” Ucap Divna
“Ah mereka, masih kok. Mereka berempat gak pernah keluar dari kamar kalaupun keluar ambil makanan dan balik lagi ke kamar.” Ucap Sam
“Mereka pasti udah mulai tau” Ucap Divna
“Tau? Tau soal ini?” Tanya Sam
“Mungkin, kalopun mereka gatau pasti mereka bakal nyelediki tersangka utama kan” Ucap Divna
“Biar gua telpon mereka” Sambung nya
.
.
Author ngelanjutin novel pertama author waktu novel ini tamat aja kali ya? Setelah novel ini tamat author ngelanjutin novel pertama dan setelah novel pertama tamat author istirahat bentar dan balik lagi di bulan September dengan novel baru (itupun kalo tamat sebelum September). Gimana menurut kalian?