
Sementara di sisi lain kantin itu terdapat seorang pria yang duduk dan menatap terus ke arah Garcia.
“Dia sangat cantik” Batin nya
“Ada apa itu?” Tanya nya ketika melihat pertengkaran di meja Garcia
Kembali ke meja Garcia.
Brakk
Seorang wanita bersama antek-antek nya menggebrak meja Garcia dan menatap tajam Garcia.
“APA-APAAN INI?!” Tanya Nabila tidak terima
“Lu diem!” Ucap Gadis yang menggebrak meja
“HEH, lu gadis cupu. Jangan pernah lu deketin Fadil dia itu milik gua” Ucap Gadis itu dengan arogan nya menatap Garcia
“Fadil bukan milik lu ya, bahkan kayak nya fadil jijik sama lu” Ucap Mauza yang juga tidak terima dengan sikap Uswa gadis yang menggebrak meja Garcia
“Apa lu bilang?” Ucap Uswa mengangkat tangannya untuk menampar pipi Mauza
Garcia yang semula hanya diam dan melihat drama ini kemudian berdiri dan mencekal tangan Uswa yang akan menampar pipi Mauza.
“Jangan sentuh temen gua” Ucap Garcia memperingati Uswa dengan tatapan tajam lalu menghempas tangan Uswa begitu saja
“Ah, LU” Ucap Uswa mengacungkan jarinya pada Garcia
Tangannya langsung mengambil minuman yang ada di meja dan langsung menyiramkan nya pada baju Garcia. Tindakan itu membuat semua yang ada di kantin merasa kaget.
“Lu jangan macem-macem sama gua, bokap gua ketua Mafia lu bisa hancur kalo lu gua aduin ke bokap gua” Ucap Uswa
“Cihh, sampah!” Ucap Garcia sambil membersihkan baju nya yang terkena siraman
“APA LU BILANG?!” Tanya Uswa marah mendengar ucapan Garcia
Plakkk
Uswa menampar pipi Garcia dengan sangat keras hingga membuat ujung bibir Garcia berdarah. Melihat temannya terluka, Nabila dan Mauza akan maju namun di tahan oleh Garcia.
“Berani nya lu nampar temen gua” Ucap Nabila marah dan akan maju melawan Uswa DKK
“Diem di situ” Ucap Garcia tanpa menatap Nabila dia hanya mengeluarkan aura dingin nya
“Gua paling benci ini” Ucap Garcia menatap tajam Uswa
Dugh..
Satu tendangan di layangkan oleh Garcia dan membuat Uswa terjatuh dengan jarak yang cukup jauh. Garcia menghampiri Uswa dan berjongkok di depan nya.
“Jangan main-main sama gua” Ucap Garcia yang kemudian bangkit dan berbalik berjalan ke meja nya
Namun saat dia berbalik, Uswa beranjak dan mengangkat satu kursi dan di layangkan kepada Garcia. Garcia yang tahu itu langsung berbalik kembali dan menghadang kursi itu meskipun begitu pipi Garcia terkena sesuatu yang tajam di kursi dan membuat luka goresan.
Garcia yang menyadari darah dalam tubuh nya keluar dia langsung berjalan ke arah Uswa dengan keadaan marah. Namun jalannya di hadang oleh seorang laki-laki yang sejak tadi memperhatikan nya.
“Lu keterlaluan, kejadian ini bakal gua laporin ke guru” Ucap Seseorang itu dengan penuh penekanan
Dia adalah ketua Osis yang tak lain dan tak bukan adalah Raka. Sejak tadi Raka hanya diam dan ingin melihat seberapa jauh tindakan Uswa namun dia menyesal tidak membantu Garcia sejak tadi dan malah membuat Garcia terluka.
“Silahkan gua gak takut Rak, bahkan guru pun tunduk di hadapan bokap gua” Ucap Uswa dengan sombong nya
“Tenang Cia, lu gaboleh lepas kendali di sini” Batin Garcia menenangkan diri nya sendiri
Raka tak memperdulikan ucapan Uswa dia malah melihat kondisi Garcia dia terlihat sangat khawatir dengan luka Garcia dan menggandeng tangan Garcia untuk membawa nya pergi ke uks.
“Awas lu” Ucap Nabila memperingati Uswa lalu pergi menyusul Garcia
“Gua bakal bikin perhitungan soal ini” Ucap Mauza dan ikut pergi menyusul Garcia
Kedua manusia itu sudah sampai di uks dn kini Raka tengah mengobati luka goresan di pipi Garcia dengan hati-hati. Dengan jarak yang begitu dekat membuat jantung Raka sedikit tidak karuan.
“Sakit?” Tanya Raka menatap sekilas ke arah Garcia namun Garcia hanya diam
Dia masih dalam keadaan marah soal tadi dan lagi pula Garcia sangat malas berbicara dengan orang yang ada di depannya saat ini.
“Udah selesai” Ucap Raka ketika sudah menempelkan plaster di pipi Garcia
“Thank you” Ucap Garcia turun dari kasur uks dan pergi begitu saja
.
.
.
Hai guys... Apa kabar? Gimana Hari nya?
Setelah ovt kemarin, pikiran author kembali pulih dan mencoba berfikir yang baik-baik.