
Divna pun menelpon Selena dan menyuruh nya ke ruangan Garcia bersama ketiga temannya yang lainnya. Mereka bertiga oun menunggu para gadis-gadis itu datang. Selama beberapa menit menunggu akhirnya mereka berempat datang dengan penampilan yang cukup kacau.
“Kenapa?” Tanya Aurel dengan mata yang mengantuk
“Kita cape” Ucap Sasa dengan lesu nya
“Kalian tahu Garcia masih hidup?” Tanya Divna to the point
Mendengar perkataan Divna membuat mereka berlima yang tadi nya terlihat cape dan ngantuk membuka mata mereka lebar-lebar.
“Ah kalian juga udah tau ya” Ucap Nisa
“Nisa? Kapan lu sampe?” Tanya Divna karena sewaktu kabar kecelakaan Garcia Nisa sedang melaksanakan tugas nya di negara terpencil dan baru mendapatkan kabar 3 hari setelah pemakaman itu
“Hari ke 5 setelah pemakaman” Jawab Nisa dan duduk di samping Divna dengan lemas
“Jadi, gimana kalian bisa tau?” Tanya Selena yang juga ikut duduk bergabung
“Ada banyak hal yang aneh dan terlebih cinta seseorang yang meyakinkan bahwa kekasihnya belum mati” Ucap Sam
Mata Selena dan keempat temannya langsung menatap Bryant.
“Jadi dia cowo nya” Ucap Selena
“Gimana keadaan lu Div? Sorry kita gak bisa hibur lu karena kita sibuk cari informasi” Ucap Putri
“Gapapa, gua udah baik-baik aja sekarang” Ucap Divna
“Informasi apa yang kalian dapat?” Tanya Bryant dengan nada dingin
“Kenapa kita harus berbagi informasi sama lu?” Tanya Selena dengan cuek nya
“Karena tujuan kita sama” Jawab Bryant
“Udah deh sekarang bukan waktu nya debat masalah bagi informasi. Kita harus tahu gimana kondisi Garcia” Ucap Divna
“Dia masih ada di inggris kok” Ucap Aurel
“Di sini? Dimana?” Tanya Sam
“Darimana kalian tahu?” Tanya Bryant
“Sumber informasi kami lebih hebat dari anda tuan” Jawab Selena
“Gadis yang menyebalkan” Batin Bryant kesal dengan ucapan Selena sejak tadi
“Gimana kondisi nya?” Tanya Divna
“Seperti ucapan Bryant, darimana kalian tahu? Mereka aja kesusahan buat dapet informasi keberadaan Garcia” Tanya Divna
“Kita udah nyeledikin soal Blood Demon bertahun-tahun dan memang cukup susah buat masukin orang kesana. Tapi pada akhirnya Garcia ngirim orang lihai dan masih menjadi mata-mata kami sampai saat ini” Jelas Aurel
“2 mafia itu emang susah buat di susupin” Ucap Nisa
“2 mafia?” Tanya Divna bingung
“Hell Devil sama Blood Demon. Mereka sebenarnya satu.” Jawab Selena
“Hell Devil yang pernah di lawan sama Garcia?” Tanya Divna dan di angguki kelima nya
“Jadi informasi apa saja yang kalian dapat?” Tanya Selena menatap Bryant
Bryant langsung berdiri dan mengambil sebuah berkas dan menaruh nya di meja di depan mereka. Selena langsung mengambil berkas itu dan membacanya bersama-sama.
“Ternyata bener dugaan kita” Ucap Putri setelah melihat-lihat isi berkas itu
“Kalian udah kasih tahu ini ke mereka?” Tanya Selena
‘Mereka' disini yang di maksud oleh Selena adalah Ronald dan yang lainnya. Bryant langsung menggelengkan kepalanya setelah mendapat pertanyaan seperti itu.
“Karena lawan kita cukup berbahaya kita harus hati-hati dalam bertindak. Kalo gua kasih tahu mereka setelah dapet informasi itu pergerakan kita pasti ke baca dan terlebih tindakan gegabah mereka. Saat ini kita masih dalam pengawasan mereka meskipun sudah 1 setengah bulan ini” Jelas Bryant
“Bagus deh kalo belum, yang kita takutin juga itu” Ucap Selena
Mereka terus membahas soal rencana mereka untuk menyelamatkan Garcia. Sementara di rumah Malvinson dia sedang makan bersama Garcia di kamar Garcia.
“Bagaimana? Enak?” Tanya Malvinson ketika menyuapkan sesendok makanan ke mulut Garcia
Dengan mulut yang masih menguyah Garcia mengangguk dengan sangat senang.
“Sangat enak” Ucap Garcia ketika sudah menelan makanan nya
“Makan yang banyak, besok kita pergi” Ucap Malvinson
“Kemana?” Tanya Garcia
“Ke tempat yang jauh lebih indah” Ucap Malvinson kembali menyuapi Garcia
“Kamu pasti suka tempat itu” Sambung nya
Garcia tak bertanya lagi dia yakin jika Daddy nya berkata seperti itu pasti tempat itu sangat indah dan pasti akan di sukai nya. Garcia pun melanjutkan makan dengan di suapi oleh Daddy yang sangat dia rindukan bertahun-tahun ini.