My Mafia Girl

My Mafia Girl
Sisi terburuk



Sambil menunggu pesanan mereka, mereka duduk di bangku yang di sediakan untuk para pembeli atau para pejalan kaki yang ingin beristirahat.


“Abis ini mau kemana lagi?” Tanya Bryant


“Keliling-keliling aja sampe cape” Ucap Garcia


“Besok kita balik bareng?” Tanya Garcia


“Iya, besok kamu sama aku balik bareng” Jawab Bryant


Tepat setelah itu pesanan Garcia datang dan mereka berdua menikmatinya bersama di malam yang cerah ini.


“Ini pertama kali nya kamu makan makanan ini?” Tanya Garcia


“Iya, sebenarnya aku sempet ragu dengan bentuk nya tapi melihat kamu menikmati nya dengan lahap aku rasa aku harus mencoba nya” Ucap Bryant


“Lalu bagaimana menurut mu?” Tanya Garcia


“Lumayan” Ucap Bryant


“Lumayan ya, tapi kamu yang paling banyak ngabisin nya loh” Ucap Garcia menunjukan beberapa tusuk yang sudah di habiskan oleh Bryant


Ucapan dari Garcia tentu nya membuat Bryant salah tingkah memang benar dia yang paling banyak menghabiskan makanan itu karena rasanya yang benar-benar unik di lidah nya.


“Kalo doyan mah bilang” Ucap Garcia di sertai tawa


“Cepat habiskan dan ayo pergi” Sambung Garcia


“Kemana?” Tanya Bryant


“Keliling lah” Jawab Garcia


Setelah menghabiskan jajanan itu mereka langsung berkeliling sekitaran kota.


“Bry, kamu liat gedung kosong itu? Ayo kesana. Kayanya bagus deh kalo liat langit-langit di sana” Ucap Garcia


“Oke kita kesana” Ucap Bryant menambahkan kecepatannya


Sesampainya di sana mereka mengamati bangunan itu dari bawah.


“Sepertinya gedung ini masih belum lama di tinggal kan?” Ucap Bryant


“Kurasa, ayo naik” Ucap Garcia menarik tangan Bryant memasuki gedung itu


Bryant hanya tersenyum dan mengikuti Garcia yang menariknya dengan tak sabar itu.


“Struktur gedung nya cukup oke, apa aku beli aja ya buat di jadiin markas kecil-kecilan” Ucap Garcia melihat sekeliling gedung yang luas itu


“Lagian tempat nya juga terisolasi sama warga” Sambung Garcia


“Mau aku beliin?” Tanya Bryant


“Uang ku juga gak kalah banyak dari kamu Bry” Ucap Garcia


“Ayo ke rooftop nya” Ucap Garcia


Mereka mulai pergi ke Rooftop dan sesampainya di sana Garcia mengelilingi rooftop itu. Meskipun tempat ini terisolasi oleh kota tapi jika melihat pemandangan kota dari rooftop ini terlihat sangat indah.


“Kayak nya pemilik nya dulu juga suka liat pemandangan dari sini” Ucap Bryant membuka plastik pembungkus sofa


Garcia berbalik dan melihat Bryant lakukan dia mulai menghampiri Bryant.


“Bagus, kita bisa duduk di sini sambil liat lampu-lampu kota kan” Ucap Garcia lalu duduk di sofa itu


“Jika di tempat seperti ini aku merasa dejavu” Ucap Bryant duduk dan menyandarkan kepala nya di pundak Garcia sambil memejamkan matanya menikmati kenyamanan ini


“Yaa kita pernah seperti ini di tempat yang berbeda-beda kan” Ucap Garcia dan di balas deheman oleh Bryant


“Bry, boleh aku tanya sesuatu?” Tanya Garcia


“Tanyakan semua nya babe” Jawab Bryant


“Apa kamu benar mencintai ku?” Tanya Garcia


“Pertanyaan macam apa itu? Sudah sangat jelas jika aku sangat mencintai mu kan. Jangan memikirkan hal yang macam-macam. Aku akan tetap mencintai mu bagaimana pun kamu” Ucap Bryant bersendekap dan mencari posisi ternyaman di pundak Garcia


Garcia terdiam beberapa menit dia mulai membayangkan sesuatu yang seharusnya tidak harus dia pikirkan sama sekali.


“Apa kamu akan tetap mencintai ku jika melihat sisi terburuk ku?” Tanya Garcia namun tak mendapatkan jawaban dari Bryant


“Bry, Bryant” Panggil Garcia namun masih nihil sahutan dari Bryant


Garcia pun melihat Bryant dan mendapati kekasihnya itu sedang tertidur.


“Bagaimana dia bisa tertidur di saat seperti ini” Ucap Garcia mengelus lembut pipi Bryant


“Apa kamu hanya jatuh cinta dengan sisi baik ku dan lugu ku sewaktu kecil? Apa kamu bisa menerimaku ketika melihat sisi terburuk ku?” Monolog Garcia mencium kepala Bryant


Dia menyandarkan kepala Bryant di punggung sofa. Dia berjalan ke ujung rooftop dan dia melihat beberapa kumpulan orang berjalan dengan sebotol alkohol di tangan mereka.


“Hei lihat ini, aku menemukan cincin” Teriak salah satu orang itu mengambil sebuah cincin berlian


Garcia yang melihat nya dari atas sedikit memicingkan matanya kemudian melihat jari-jarinya yang tak memiliki cincin dari Bryant.


“Itu cincin ku, tapi bagaimana bisa jatuh” Ucap Garcia


.


.


Hai


Kemarin kayak nya ada yang komen ya? soal nya author liat jumlah komennya nambah tapi kok gaada ya pas author cek? apa mungkin udah di hapus? padahal author seneng banget waktu tau nambah soal nya udah lama gaada yang komen hehe.