My Mafia Girl

My Mafia Girl
You are mine



Bryant yang sebenarnya sudah terbangun sebelum Garcia kini akhirnya membuka kedua matanya. Dia tahu semua yang Garcia lakukan sejak Garcia bangun namun dia tetap ingin memejamkan matanya.


“You are mine” Ucap Bryant sambil tersenyum menatap ke arah pintu kamar mandi


Kini Bryant meraih ponselnya yang berada di atas nakas dia melihat jam yang tertera di layar ponsel nya. Dia langsung beranjak dari tidur nya dan pergi ke kamar nya untuk bersiap pergi ke kantor karena hari ini dia ada rapat penting yang mengharuskan kehadiran nya.


Setelah selesai dengan ritual mandi nya Garcia keluar dengan seragam lengkap dan melihat ke arah ranjang yang sudah tidak ada lagi Bryant.


“Udah pergi?” Monolog nya


Garcia langsung berjalan ke meja make up nya dan sedikit memoles make up tipis di wajah nya. Setelah selesai dengan semua nya dia segera keluar dari kamar nya namun saat akan berjalan turun dia di tarik seseorang dari belakang.


“Bantu aku memasang dasi” Ucap Bryant memberikan dasi nya


“Mau ke kantor? Bagaimana dengan luka mu?” Tanya Garcia tanpa memperdulikan ucapan Bryant


“Kalo gua jawab udah sembuh berarti gua harus pergi dari sini. Gak gak, gua gamau pergi dulu” Batin Bryant bimbang


“Masih belum kering dan belum sembuh sempurna tapi aku harus menghadiri rapat penting di perusahaan” Jawab Bryant


“Bantu aku memasang nya” Sambung nya


“Pasang sendiri” Jawab Garcia lalu berbalik pergi namin lagi-lagi Bryant menarik tangannya


“Aku tidak memasang dasi dan rapat ini sangat penting, bukankah aku harus tampil rapi?” Ucap Bryant


“Ck, yasudah mana” Ucap Garcia meminta dasi nya


Bryant yang mendengar jawaban Garcia langsung tersenyum dan memberikan dasi nya pada Garcia. Bryant menatap Garcia yang sedang memasang kan dasi untuk nya sambil berangan-angan ketika mereka menikah nanti kegiatan seperti ini pasti akan sering di lakukan.


“Sudah” Ucap Garcia


“Terimakasih”


“Hmm” Ucap Garcia langsung berbalik pergi menuju ke meja makan


Bryant yang sudah siap juga mengikuti Garcia menuju meja makan. Mereka berjalan berdampingan menuju ke meja makan yang sudah di isi oleh Divna dan Samuel.


“Selamat pagi nona Emer” Sapa Samuel


“Garcia, panggil saja seperti itu” Ucap Garcia yang langsung duduk di kursi nya


“Baik Garcia” Ucap Samuel


“Setelah pulang kuliah pergi ke H7D, gua bawa dia kesana” Ucap Garcia pada Divna


“Okee siap” Ucap Divna yang mengerti


Mereka mulai makan bersama tanpa suara, hingga setelah selesai makan mereka langsung berjalan ke arah Garasi dan pergi sendiri – sendiri. Divna yang pergi kuliah, Garcia yang pergi sekolah, dan Bryant Samuel yang pergi ke kantor.


Di dalam perjalanan menuju ke sekolah semua nya baik-baik saja hingga di pertengahan jalan terlihat sebuah mobil yang mencoba menghadang Garcia. Garcia yang melihat itu hanya menghela nafas kasar. Dia melihat jam di tangannya, jika dia menghadapi orang-orang ini sudah di pastikan dia akan telat pergi ke sekolah.


“Sialann” Umpat kesal Garcia karena body mobil samping nya di tabrak


Terpaksa Garcia harus menepikan mobil nya dan menghadapi orang-orang yang menyebalkan. Dia benar-benar bingung siapa lagi orang yang berani mengusik nya.


Garcia langsung turun dari mobil dengan membawa senjata api yang memang selalu dia taruh di mobil nya untuk berjaga-jaga jika sesuatu hal terjadi.


Dorr.... Dorr... Dorr... Dorr...


Tanpa basa basi Garcia langsung berjalan mendekat dan langsung menebak setiap orang yang keluar dari mobil itu.


“Siapa yang menyuruh mu?” Tanya Garcia menodongkan senjata kepada seseorang yang masih hidup tepat di dahi nya


“Di-diana’s Group” Ucap Orang itu ketakutan


Belum apa-apa mereka sudah kalah telak dan sekarang dia mendapat kan todongan senjata.


“Belum ada kapok-kapok nya mereka” Ucap Garcia menurunkan senjatanya dan berbalik menuju ke mobil nya


Namun baru beberapa langkah dia berjalan dia berbalik lagi dan menembakkan peluru ke arah orang yang ingin kabur. Dia menjauh karena tidak ingin seragam nya terkena noda darah orang-orang ini. Melihat semua sudah tergeletak ntah mereka mati atau hanya pingsan Garcia tidak peduli dan langsung masuk ke dalam mobil nya.


“Mereka harus benar-benar di beri pelajaran” Ucap Garcia langsung memundurkan mobil nya dan pergi dari lokasi kejadian.