
“Fadil jangan macem-macem lu sama gua, gua bisa bunuh lu sekarang juga” Ucap Garcia berjalan mundur karena tahu niat Fadil terhadap nya
“Coba aja” Ucap Fadil tersenyum miring
Fadil langsung berlari ke arah Garcia dan Garcia juga berlari menghindari Fadil. Terjadilah aksi kejar-kejaran di antara mereka berdua hingga akhirnya Fadil bisa menangkap Garcia dan langsung mengusapkan tepung yang dia pegang tadi ke wajah Garcia.
“HAHAHA sekarang gua punya patner tuyul buat berangkat kerja bareng” Ucap Fadil tertawa keras terlebih lagi wajah Garcia yang seperti bayi baru selesai mandi dan dengan muka cemberut nya.
Sementara tak jauh dari dapur ada 2 orang yang sedang memperhatikan kedua sejoli yang tengah bercanda sejak tadi.
“Siapa cowo itu?” Tanya Dokter Lia
“Aku pun gatau” Jawab Ronald
“Baru kali ini aku melihat Garcia tertawa selepas itu” Ucap Dokter Lia
“Sama”
“Sebaiknya kita pergi, jangan ganggu mereka” Sambung Ronald dan di angguki oleh Dokter Lia
Kembali ke Garcia, saat ini Garcia merasa kesal wajah cantik nya di penuhi oleh tepung dan Fadil hanya tertawa melihat nya. Dia ingin membalas nya lagi dan secara diam-diam dia mengambil tepung yang berserakan di meja dapur dan berencana akan mengusapkan tepung itu ke wajah Fadil lagi.
Namun saat akan mengoleskan tepung itu tangan Garcia di pegang terlebih dahulu oleh Fadil karena Fadil tahu apa niat Garcia. Kemudian Fadil dengan usil nya menarik tangan Garcia hingga membuat kedua nya bertatapan dengan jarak yang sangat dekat.
Garcia melihat wajah Fadil yang di penuhi oleh tepung namun masih terlihat cukup tampan. Begitu pula Fadil yang menatap Garcia dengan tatapan kagum.
“Ternyata jika di lihat dari jarak sedekat ini dia terlihat sangat tampan, kenapa aku baru menyadari nya.” Batin Garcia menatap menyeluruh setiap wajah Fadil
“Perasaan ini masih belum berubah Garcia, Haruskah aku tetap mempertahankan perasaan ini dan berharap kamu akan menerima ku suatu saat?” Batin Fadil menatap dalam mata Garcia
“EHEM”
Deheman keras dari seseorang yang tak lain adalah Divna membuyarkan padangan mereka. Tak lama setelah kepergian Dokter Lia dan Ronald, Divna berencana ke dapur untuk mengambil soda namun siallnya dia harus melihat adegan yang cukup mesra itu.
“Gua cuma mau ambil soda” Ucap Divna membuka kulkas dan menunjukkan apa yang dia ambil lalu pergi begitu saja
“Oh ya” Ucap Divna menghentikan setengah langkah nya
“Jangan lupa bersihin semua kekacauan yang kalian buat” Sambung nya lalu pergi dari sana
Bertepatan setelah kepergian Divna roti yang mereka buat sudah matang.
“Ah udah mateng” Ucap Garcia buru-buru mengeluarkan roti
“Bisa potong ini menjadi beberapa bagian?” Tanya Garcia
“Biar gua aja yang beresin” Ucap Fadil dan langsung di setujui oleh Garcia
“Oke”
Garcia memotong roti yang di buat nya menjadi beberapa bagian dan meletakkan nya di piring yang sudah di siapkan.
“Kalo udah selesai langsung aja ke ruang santai yang tadi, gua bakal kenalin ke yang lainnya” Ucap Garcia membawa piring yang berisi nya beberapa potongan roti itu pergi
“Iya bawel”
“Apa lu bilang?” Tanya Garcia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Fadil
“Gaada, udah pergi sana” Usir Fadil
Garcia hanya menatap Fadil sinis dan langsung berjalan pergi meninggalkan dapur. Saat ini di ruang santai sudah ada ke empat abang nya, Divna, dan Dokter Lia. Garcia langsung masuk dan duduk bergabung dengan mereka semua.
“Widihh bikin roti nih” Ucap Kevin langsung mengambil satu roti buatan Garcia
“Seperti biasa, rasanya sangat enak.” Ucap Kevin lalu mengambil kembali roti dan memakan nya.
“Buatan dia mah gak pernah gagal” Ucap Dokter Lia yang ikut mengambil roti
“Gua juga mau kali” Ucap Andre
Ronald, William dan Divna juga ikut mengambil roti bagian mereka. Garcia yang melihat sisa roti tinggal beberapa potong sedikit merasa kesal bahkan dia belum mencicipi roti buatannya sendiri. Terlebih Kevin dan Andre yang lahap memakannya.
“Yakk bang, sisahin buat gua dong. Gua belum ngicip nih” Ucap kesal Garcia pada Kevin
“Iya elah, lagian kalo buat itu yang banyak”
“Udah banyak, lu nya aja yang maruk makannya” Jawab sinis Garcia lalu ikut mengambil roti buatannya
.
.
.
Hai guys.. Gimana hari nya?
Seharusnya author update 2 hari sekali mulai hari ini tapiii rasanya pingin cepet-cepet update lagi banjir ide soal nya.