My Mafia Girl

My Mafia Girl
I'm Okay babe



Dengan amarah yang meluap-luap Garcia dengan cepat langsung menyerang Malvinson tanpa belas kasihan. Bryant yang melihat kekasih nya menyerang secara brutal dan di sertai tetesan air mata membuat hatinya sangat sakit. Dia tahu bagaimana Garcia sangat menyayangi keluarga nya dan saat mengetahui bahwa orang tua nya di bunuh oleh paman nya sendiri itu pasti sangat menyakitkan bagi nya.


Bryant membiarkan Garcia menyerang Malvinson sendiri agar Garcia bisa menuntaskan dendam nya selama ini. Dengan keadaan Malvinson yang lemah membuat Bryant menjadi tenang membiarkan Garcia sendiri yang melawan Malvinson.


“Berhentilah, aku tidak ingin menyakiti mu baby” Ucap Malvinson yang sejak tadi hanya menghindar dan menahan serangan Garcia


“Berhenti memanggilku seperti itu, brengsekk!” Ucap Garcia yang semakin membabi buta menyerang Malvinson


“Aku benar-benar tidak ingin menyakiti mu, pergilah bersama ku dan jalani kehidupan dengan ku.” Ucap Malvinson


“Ternyata otak mu sangat bermasalah” Ucap Garcia dengan sinis nya


Di saat pertarungan antara Garcia dan Malvinson para anggota inti dan ketiga ketua mafia itu sampai di Rooftop dan melihat Garcia sedang bertarung.


“Garcia” Gumam Fadil menatap Garcia dengan dalam. Wajah yang selama ini dia rindukan akhirnya dia lihat juga. Meskipun Fadil mengatakan bahwa dia mengikhlaskan Garcia untuk Bryant namun hati nya tidak bisa bohong dia masih sangat mencintai Garcia.


Kembali ke pertarungan Garcia dan Malvinson, Garcia terus menyerang tanpa memperdulikan semua ucapan yang di katakan oleh Malvinson.


“Aku benar-benar menyukai mu, pergilah bersama ku dan kedua saudara mu akan selamat” Ucap Malvinson


“Berhentilah mengatakan hal yang membuat ku jijik. Dan aku akan melindungi kedua saudara ku dan orang-orang di sekitarku dengan cara ku” Ucap Garcia


“Tapi-” Ucap Malvinson


“Berisik” Gumam Garcia


“AKU MEMBENCI MU BRENGSEKK. SEKARANG PERGILAH KE NEREKA BAJINGAN” Ucap Garcia dengan sangat kesal dan amarah yang meluap-luap


Mendengar itu, Malvinson berhenti menghindar dia menurunkan pedang nya dan menatap Garcia. Melihat itu Garcia langsung mengangkat pedang nya dan menusukkan nya pada perut Malvinson.


Mulut Malvinson mulai mengeluarkan darah, dia tersenyum dengan keadaan seperti itu menatap Garcia.


“Harusnya aku menjadi Daddy mu, bukan Mario” Sambung Malvinson


Mendengar itu Garcia semakin menusukkan pedang nya dan membuat Malvinson semakin mengeluarkan banyak darah dari mulut dan akhirnya dia terjatuh ke lantai.


Garcia menangis saat melihat Malvinson terjatuh dan tewas di tangannya. Bukan karena dia menyesal, tapi karena dia seperti membunuh ayah nya sendiri dan terlebih kenangan sewaktu Daddy dan Mommy nya meninggal masih membekas di pikirannya. Senyum Daddy nya ketika melihat dirinya sebelum tewas waktu itu membuat hati nya sangat sakit. Terlebih lagi wajah Malvinson benar-benar sangat mirip dengan Daddy nya. Mereka memang kembar tapi biasanya orang kembar pasti memiliki perbedaan sedikit pada fisik mereka. Namun, Daddy dan paman nya ini benar-benar terlihat seperti duplikat yang berbeda hanya sifat mereka.


Melihat kekasih nya menangis tentu saja Bryant langsung menghampiri Garcia untuk menenangkan nya. Di sisi lain, seseorang yang baru saja sampai di Rooftop langsung melotot tak percaya bahwa sahabat baik nya itu sudah tewas. Tak terima James langsung mengangkat senjata api nya dan mengarah kan pistol nya itu kepada Bryant dan Garcia.


Dorr


Tembakan pertama itu di tujukan pada Bryant dan membuat Bryant langsung terjatuh ke pelukan Garcia.


“BRYANT!” Teriak Garcia


“BRYANT!” Teriak seluruh anggota inti dan juga para ketua mafia dan berlari menghampiri Garcia dan Bryant


“I’m okay babe” Ucap Bryant dengan sangat lemah


“Demi apapun bertahan lah, aku tidak ingin kehilangan orang yang aku sayangi lagi” Ucap Garcia dengan air mata yang mulai menetes


Bryant hanya tersenyum tangannya terangkat dan mengusap air mata Garcia yang terus menetes.


“Aku tidak suka melihat mu menangis, hati ku sangat sakit ketika melihat mu menangis. Tolong berhenti menangis” Ucap Bryant


Garcia mengangguk namun dengan air mata yang terus menetes. Bryant kembali tersenyum dan perlahan kesadaran nya mulai menghilang.


“Nggak, jangan tutup matamu! BRYANT! BANGUN BRYANT!” Ucap Garcia yang terus menggoyangkan tubuh Bryant namun Bryant masih tetap menutup matanya.