My Mafia Girl

My Mafia Girl
Ini salah!



Sementara di posisi Malvinson dia sedang berada di perjalanan pulang untuk menemui Garcia tanpa tahu bahwa dirinya sudah di tempeli oleh alat pelacak. Setelah 1 jam mengudara akhirnya Malvinson sampai di pulau nya. Dia langsung turun dan berjalan masuk ke rumah nya. Dia langsung berjalan ke atas menuju ke kamar Garcia. Sesampainya di sana dia mengetok pintu kamar Garcia berkali-kali namun tidak ada jawaban dan akhirnya dia memutuskan untuk membuka pintu kamar Garcia. Malvinson pun masuk ke kamar Garcia namun tidak menemukan Garcia ada di sana. Malvinson pun duduk di pinggir ranjang Garcia dan menghirup aroma tubuh Garcia yang memenuhi seluruh kamar. Malvinson menatap bantal yang di pakai oleh Garcia tidur dia mengambil nya dan menghirup aroma wangi yang ada di bantal itu.


“Aroma nya membuat ku menjadi gila” Ucap Malvinson yang terus menghirup aroma Garcia di bantal


“Shitt, hanya dengan aroma nya saja sudah membuat ku gila” Ucap Malvinson ketika merasakan sesuatu di bagian bawah tubuh nya menjadi aneh


“Dad?” Panggil Garcia berada di ambang pintu ketika melihat Daddy nya memegangi bantal nya


Malvinson terpaku menatap Garcia yang terlihat begitu menawan dengan baju oversize dan celana pendek yang di gunakan nya saat ini. Penampilan sederhana nya membuat Garcia terlihat semakin cantik dan sexy.


Garcia berjalan menghampiri Malvinson yang masih duduk menatap nya. Ntah apa yang ada di pikiran Malvinson dia langsung menarik Garcia dan menindihnya dengan tubuh nya.


“D-dad” Ucap Garcia dengan wajah panik


“Yes baby” Ucap Malvinson sambil meraba pipi mulus Garcia


“A-apa yang Daddy lakukan, pe-pergi dad” Ucap Garcia dengan gugup dan panik mencoba mendorong Daddy nya


Malvinson langsung menangkap kedua tangan Garcia dan menguncinya tangan Garcia di atas.


“I want you baby, be mine” Bisik Malvinson di telinga Garcia dan membuat Garcia kegelian


“Le-lepas dad, ini salah!” Ucap Garcia mencoba melepaskan diri


Melihat itu Malvinson hanya tersenyum dan semakin mengeratkan kuncian tangannya pada Garcia.


“Sakit dad” Ucap Garcia ketika kuncian itu semakin di eratkan oleh Malvinson


Tangan nya yang lain mencoba mengangkat baju Garcia. Melihat itu Garcia mulai menetes air mata nya. Baju Garcia terangkat dan memperlihatkan perut nya yang sempurna. Malvinson pun mengelus lembut perut Garcia dan membuat Garcia menggeliat sambil menangis.


“Daddy, ini tidak benar. Tolong lepaskan Cia” Ucap Garcia sambil menangis


Malvinson tidak mendengarkan ucapan Garcia dan tangannya mulai meraba ke bagian punggung Garcia dan melepaskan ikatan yang menopang gumpalan lemak di dada Garcia. Garcia semakin menangis dan Malvinson tetap tidak peduli dengan itu yang dia pedulikan hanya hasrat nya.


“No dad” Ucap Garcia yang tak berhenti meneteskan air matanya


Melihat air mata Garcia terus menetes membuat Malvinson semakin memanas. Dia langsung menciumm bibirr Garcia dan memainkan nya. Garcia terus berontak namun usaha nya sangat sia-sia. Setelah mencium bibir Garcia dia mulai turun dan menciumi leher Garcia dan meninggal tanda merah di sana. Sambil membuat tanda tangannya mulai beraksi masuk ke dalam baju Garcia dan saat akan menyentuh gumpalan lemak itu tiba-tiba terdengar suara yang memanggil nya.


“Dad? Daddy? Daddyyyyy” Panggilan yang memenuhi kamar dengan suasana panas itu


“DADDY” Teriak Garcia yang membuat Malvinson kaget dan langsung sadar dari bayangan gila nya dan melihat Garcia sudah berada di depannya


“Daddy kenapa malah ngelamun sih?” Tanya Garcia menatap Daddy nya yang sedang menatap nya dengan pikiran macam-macam.


Malvinson masih merasakan sesuatu yang masih keras di bagian tubuh nya dan itu benar-benar membuat nya sangat tersiksa. Apalagi sekarang ada orang yang di bayangkan nya berada di depannya.


“Siall” Batin Malvinson kesal


“Daddy harus pergi, nanti kita bicara lagi ya” Ucap Malvinson yang langsung berdiri dan berjalan cepat meninggalkan kamar Garcia


Sedangkan Garcia hanya terdiam dan bingung melihat Daddy nya yang sedang terburu-buru itu.


“Daddy kenapa sih? Aneh banget” Monolog Garcia


.


.


Halo guys.. Apa kabar?


Udah lama banget ya? Maaf ya.


Author kemarin-kemarin lagi ada masalah dan buat author jadi down banget sampe ngurung diri dan sekarang author udah nyoba buat bangkit lagi. Ada satu hal lagi nih yang pingin author ceritain. Author akhir-akhir ini sering banget ngerasa gugup dan panik padahal gak ada apa-apa sebenarnya author ngerasain itu udah 3 bulanan ini tapi akhir-akhir ini lebih kek sering banget setelah ada masalah itu sih. Kalian pernah gak sih ngalamin hal yang sama gitu? Benci banget rasanya punya perasaan kayak gini.


Maaf ya author lebay banget ya? Tapi author ngerasa nyaman banget kalo curhat sama kalian.