My Mafia Girl

My Mafia Girl
Fakta yang terungkap



“Kenapa? Apa sekarang kau akan menyerahkan gadis itu untukku?” Ucap Malvinson


“Gadis itu sudah kotor, ketua dari Black Diamond tidak pantas mendapatkan gadis kotor seperti nya. Jadi serahkan saja dia padaku” Sambung Malvinson  


Dengan gerakan cepat Bryant langsung menyerang Malvinson dengan pedang yang ada di tangannya.


“Sudah kubilang, pria tua seperti mu bukan selera kekasihku. Dan berhenti lah mengarang cerita menjijikan karena aku tidak tahan untuk merobek mulut mu” Ucap Bryant dengan tatapan penuh intimidasi


  Malvinson yang menahan serangan pedang Bryant hanya tersenyum sinis.


“Mari kita lihat siapa yang akan merobek mulut siapa” Tantang Malvinson langsung menghempaskan pedang Bryant


  Kini Malvinson yang bergantian menyerang Bryant terlebih dahulu dan pertarungan antara keduanya terjadi dengan sangat sengit. Selama beberapa menit pertarungan mereka sangat imbang.


  Sementara di bawah, pertarungan telah selesai dan di menangkan oleh pihak 5 mafia besar.


“Selesai?” Tanya William pada Louis


“Hmm” Jawab Louis ketika melihat James yang sudah terkapar di bawah nya


“Ayo cari Garcia” Ucap Arya


  Mereka semua setuju dan pergi mencari Garcia. James yang tadinya pingsan kini sadar dan dalam keadaan yang lemah dia mencoba berdiri.


  James melihat sekeliling nya dan terlihat anak buah nya sudah terkapar tak berdaya.


“Malvinson” Ucap James ketika mengingat sahabat nya itu


  Dengan luka yang cukup parah, James berjalan menyusul Malvinson ke Rooftop. Sementara di Rooftop pertarungan di antara Bryant dan Malvinson masih terjadi. Mereka berdua saat ini memiliki luka yang sama kemampuan mereka benar-benar imbang.


“Semua ini akan berakhir” Ucap Bryant lalu menyerang Malvinson dengan brutal. Malvinson yang sudah kelelahan sedikit kualahan untuk menghindari serangan Bryant yang masih memiliki banyak tenaga.


  Di dalam helikopter Garcia mulai sadar, dia perlahan membuka kedua matanya.


“Shhssss” Rintih Garcia ketika kepala nya terasa begitu pusing


  Suara pedang yang bergesekan mengalihkan perhatian nya. Dia melihat Bryant dan Malvinson sedang bertarung.


“Bryant” Ucap Garcia


  Dengan kepala yang masih pusing, Garcia mencari senjata yang bisa dia gunakan untuk melawan Malvinson dan membantu Bryant. Dan betapa sialnya tidak ada senjata apapun yang ada di dalam.


“Argh siall, gaada senjata apapun” Umpat Garcia kesal


“Garcia” Ucap Bryant ketika melihat Garcia sedang berjalan ke arah nya


  Mendengar ucapan Bryant yang memanggil nama Garcia, Malvinson langsung menoleh ke samping dan melihat Garcia yang baru saja mengambil sebuah pedang milik anak buah nya yang sudah tewas.


  Malvinson langsung menghempaskan Bryant dan mundur beberapa langkah ke belakang. Kini Bryant dan Garcia bersampingan, Garcia tersenyum menatap Bryant yang terus menatap nya dengan tatapan penuh rasa khawatir.


“Kamu gapapa? Ada yang terluka?” Tanya Bryant


“Aku gapapa kok” Ucap Garcia tersenyum manis


  Ingin rasanya Bryant langsung memeluk Garcia dengan erat untuk melepaskan kerinduan nya selama ini namun musuh yang ada di depannya saat ini harus dia bereskan.


“Sekarang tiba saat nya untukmu mati” Ucap Garcia pada Malvinson


“Hahaha apakah aku akan mati di tangan keponakan ku sendiri?” Ucap Malvinson


“Apa maksud mu?” Tanya Garcia yang memang tak mengetahui bahwa pria yang ada di depannya itu adalah paman nya


“Ternyata kakak mu itu tidak memberitahu apapun padamu ya?” Ucap Malvinson dengan sinis nya


“Aku adalah saudara kembar dari ayahmu, baby” Sambung Malvinson


Tentu saja ketika mendengar itu Garcia sangat terkejut. Pria yang ada di depannya ini adalah paman nya.


“JIKA ANDA PAMAN KU KENAPA ANDA MELAKUKAN SEMUA INI? KENAPA ANDA TEGA MELAKUKAN NYA” Teriak Garcia yang begitu marah mengetahui fakta yang sebenarnya


“KARENA AYAHMU TELAH MEREBUT SEGALA NYA DARIKU. Orang tua kami selalu mengangung-agungkan Daddy mu. Dia merebut semua kasih sayang orang tua kami dan dia juga merebut wanita yang aku cintai sejak dahulu yaitu Laura, Mommy mu. Aku benar-benar membenci Daddy mu. Dia selalu bahagia di atas penderitaan ku. Aku akan membuat seluruh keluarga nya hancur.” Ucap Malvinson meluapkan emosi nya


  Mendengar itu amarah Garcia semakin meluap-luap. Kenangan indah nya bersama keluarga nya muncul hingga kenangan saat kedua orang tua nya mati di hadapannya dengan begitu mengenaskan. Dan ternyata semua itu ulah paman nya sendiri.


.


.


Haloo para pembaca tercintaa kuu.. Gimana hari ini?


Lama gak ketemu kalian ya, author selama seminggu lebih sakit. Gaenak banget rasa punya imun yang lemah. Maaf ya udah sering buat kalian nunggu lama. Di sisi lain author seneng banget selama author libur update ternyata banyak pembaca baru yang ninggalin jejak dan nyemangatin author. Makasi banyakk yaa guys..


Oh ya, kan novel ini bentar lagi tamat tuh dan author dulu pernah bilang mau bikin novel baru kan? Kira-kira menurut kalian lebih baik di terbitin di sini atau di pf lain yaa?? Author kepikiran oren si. Menurut kalian gimana?