
Mereka mulai menonton film dan mengobrol tentang beberapa adegan di film nya hingga mereka tertidur.
Keesokan harinya, Garcia terbangun lebih dahulu. Saat membuka matanya dia sudah melihat dada bidang seseorang dia mendongak dan melihat Bryant yang masih tertidur. Tangan nya bergerak dan mengelus lembut pipi Bryant sambil tersenyum.
“Tampan” Ucap nya pelan
Dia terus menatapi wajah Bryant yang terlihat begitu tenang. Dia mulai mendekat bibir nya ke telinga Bryant dan membisikkan sesuatu.
“I love you more then, now, and forever.” Bisik Garcia
“Jangan bangun, aku akan sangat malu” Sambung nya
Setelah mengatakan itu dia langsung beranjak dari tidur nya dan pergi ke kamar mandi. Cukup lama Garcia berada di kamar mandi dan akhirnya dia keluar dengan pakaian yang lengkap dan handuk di atas kepala nya.
Saat dia keluar dia melihat Bryant yang masih tertidur dia pun berencana untuk mengerjai Bryant. Dia berjalan ke arah Bryant dan duduk di pinggiran kasur. Dia langsung mencubit pipi Bryant dengan keras hingga membuat Bryant terbangun kesakitan.
“AKHH BABEEE” Ucap Bryant kesakitan sedangkan Garcia hanya tertawa
“Jahil banget” Ucap Bryant menggosok-gosok pipi nya yang terasa panas dan nyeri
“Hahahaha” Tawa Garcia
“Bangunlah, ini udah siang” Ucap Garcia
“Mau nikah aja gak?” Tanya Bryant yang membuat Garcia mengerutkan keningnya
“Seneng banget rasanya tiap bangun liat wajah mu” Sambung nya
“Gausah halu, mandi sana aku ambil pakaianmu di kamarmu dulu” Ucap Garcia
“Halu? Lagian kamu juga bakal istri ku nanti” Ucap Bryant dengan pd nya
“Udah deh mandi sana. Aku ambilin pakaian bentar” Ucap Garcia lalu beranjak dari duduk nya
“Bener-bener istri idaman” Ucap Bryant yang terus menggoda Garcia
“Berisik” Ucap Garcia lalu menghilang dari balik pintu
Melihat itu Bryant hanya tersenyum dan pergi ke kamar mandi sesuai perintah Garcia. Setelah beberapa saat Garcia kembali dengan setelan pakaian Bryant.
Beberapa menit setelah Garcia kembali Bryant keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe Garcia yang terlahir kekecilan waktu dia pakai. Melihat itu Garcia hanya tertawa dan membuat Bryant merasa kesal.
“Berikan pakaian ku?” Tanya Bryant
“Coba ambil” Ucap Garcia menantang
Bryant pun mendatangi Garcia namun Garcia menghindari nya. Bryant terus mencoba mengambil pakaian di tangan Garcia namun Garcia terus menghindar.
“HAHAHA AYOO SINI AMBIL” Ucap Garcia
Dengan nafas kasar Bryant terus mengejar Garcia untuk mengambil pakaian nya sambil memegangi bathrobe nya.
“Ketangkep” Ucap Bryant meraih Garcia ke pelukannya
Melihat wajah Bryant dari dekat membuat Garcia terdiam. Aroma harum sabun Garcia kini tercium di tubuh Bryant terlebih rambut Bryant yang masih basah dan menetes ke wajah Bryant membuat Bryant terlihat tampan 1000 kali lipat dari biasanya.
Bryant juga terdiam melihat Garcia dari dekat dia perlahan mendekat kan wajah nya ke arah Garcia. Jarak di keduanya kini sangat tipis dan Bryant terus mendekat hingga Garcia memejamkan mata nya. Bryant tersenyum melihat Garcia memejamkan mata nya dan langsung mengambil pakaian nya di tangan Garcia lalu pergi begitu saja ke ruang ganti
“BRYANT!” Teriak Garcia kesal karena sudah di jahili oleh Bryant
Sementara di ruang ganti Bryant tertawa dengan sangat keras karena sudah membalas Garcia. Dia dengan cepat mengganti pakaiannya dan keluar dengan senyuman penuh kemenangan. Dia melihat Garcia yang menatap nya dengan kesal dan itu membuat Bryant tersenyum cerah.
“Berhenti tersenyum, aku sangat kesal” Ucap Garcia
“Hahaha baiklah” Ucap Bryant
“Berhenti marah ya cantikk” Ucap Bryant berusaha membujuk Garcia
“Cih” Decih Garcia
Saat berusaha membujuk Garcia tiba-tiba sistem berbunyi dan bilang bahwa Divna ada di depan kamarnya. Garcia pun mengizinkan nya masuk dan saat Divna masuk dia kaget melihat Bryant yang berada di kamar Garcia pagi-pagi begini.
“CIAaaa” Ucap Divna berteriak namun menjadi pelan ketika melihat Bryant
“Ngapain dia di sini?” Tanya Divna
“Tau tuh” Ucap Garcia acuh karena masih kesal dengan Bryant
Divna pun mendekat ke arah mereka dan Divna mencium aroma yang sama di kedua nya hingga membuat Divna curiga dan memincingkan matanya. Sesaat dia tersadar yang melihat handuk di kepala Garcia dan juga rambut Bryant yang terlihat basah.
“YAKKK KALIANNN!” Teriak Divna yang berfikiran macam-macam
“Otakmu bersihin dulu” Ucap Garcia
“Kita gak ngapa-ngapain” Sambung nya
“Tapi-” Ucap Divna
“Kenapa lu kesini? Tumben banget” Ucap Garcia
“Cuma mau ngajak ke mall aja” Ucap Divna
“Ohh yaudah bentar gua keringin rambut dulu” Ucap Garcia