My Mafia Girl

My Mafia Girl
Swiss



Keesokan hari nya mereka bertujuh sudah berada di pesawat pribadi Garcia dan dalam perjalanan menuju ke Swiss. Di dalam perjalanan kali ini hanya ada mereka bertujuh tanpa ada anak MOTD khusus yang mengawal mereka dan hanya ada pilot, co pilot dan beberapa pramugari yang juga anak MOTD.


Setelah mengudara kurang lebih 16 jam akhirnya mereka tiba di bandara Zurich. Mereka juga memesan taxi untuk mengantar ke hotel yang akan mereka tinggali. Mereka sudah memutuskan untuk tinggal di hotel The Omnia salah satu hotel berbintang di Swiss. Sesampainya di sana mereka langsung di antar menuju ke kamar mereka yang sudah di pesan. Garcia meminta agar kamar mereka berdekatan dan tentu saja itu di setujui oleh pihak hotel. Untuk saat ini mereka memutuskan untuk istirahat dan akan memulai aktivitas keesokan hari nya.


Keesokan hari nya, Mereka berenam berkumpul di kamar Garcia dan tengah berdiskusi tentang tujuan pertama mereka berada di Swiss hari ini.


“Kemana dulu nihh?” Tanya Rendy


“Danau? Gua rekomendasiin danau Lugano” Ucap Roy


“Kalo mau danau ke danau Luzern aja” Ucap Arya


“Gamau ada yang ke gunung nih? Kalo ke gunung, ke pilatus aja” Tanya Divna


“Rigi bagus juga lohh” Ucap Ardi


“Lu mau kemana, Dil?” Tanya Garcia


“Terserah, gua mah ngikut” Jawab Fadil


“Yaudah main batu kertas gunting aja biar enak daripada rebutan” Ucap Garcia


“Untuk hari ini 2 tempat kunjungan aja ya” Sambung Garcia


“Oke setuju”


Mereka langsung memulai suit batu kertas gunting dan pemenang pertama adalah Garcia, dan yang kedua adalah Roy.


“Nahh lu mau kemana nih?” Tanya Arya


“Chillon Casstle” Jawab Garcia


“Oke, terus kalo gituu tujuan selanjutnya ke Lugano ya” Ucap Rendy dan di angguki oleh yang lainnya


Mereka langsung bersiap menuju ke tempat tujuan yang di mau oleh Garcia yaitu Chillon Casstle. Chillon Casstle adalah benteng abad pertengahan yang terkenal akan keindahannya dan secara luas dianggap sebagai salah satu kastil abad pertengahan yang paling terpelihara di Eropa. Kastil ini juga menyajikan pemandangan Montreux serta Pegunungan Alpen yang menakjubkan.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka sampai di Chillon Casstle tempat tujuan pertama mereka. Saat pertama kali sampai mereka sudah di sajikan dengan pemandangan yang indah.



“Ayoo cepet masuk, gua mau liat-liat bagian dalam nya” Ucap Divna yang lebih bersemangat daripada yang lain


Mereka langsung masuk ke dalam kastil dan melihat bangunan tua itu. Mereka juga menikmati pemandangan di luar kastil melewati jendela-jendela yang ada di kastil dan betapa terpukau nya mereka mendapatkan pemandangan yang sangat indah ini.


“Wuahhh.... Fotoin guaa dongg” Ucap Divna memberikan ponsel nya pada Arya dan mulai berpose dengan berbagai gaya.


Bukan hanya Divna mereka semua sangat bersemangat dan bersenang-senang terlebih ini liburan pertama kali mereka setelah sekian lama.


“Gua juga dong fotoin” Ucap Roy


“Ayo selfi, biar ada kenangan kitaa haha” Ucap Divna


Senyum terus terpancar dari wajah mereka sambil menikmati pemandangan yang ada. Setelah puas berkeliling dan menikmati pemandangan kastil akhirnya mereka memutuskan untuk mampir ke sebuah cafe sebelum mereka ke tempat tujuan yang kedua.


“Makan dulu yuk, laper gua” Ajak Rendy


“Bagus tuh, lagian kita udah ngelewatin makan siang” Ucap Ardi


“Yaudah mampir ke cafe terdekat aja terus ke danau Lugano” Jawab Garcia


“Siapp” Ucap Rendy


Mereka semua langsung pergi dengan mobil yang berbeda. Garcia, Fadil, Divna, dan Ardi berada di satu mobil sedangkan Roy, Rendy, dan Arya berada di mobil lain.


Setelah mencari-cari restoran akhirnya mereka menemukan restoran yang cocok. Mereka langsung memesan pesanan dan setelah pesanan mereka datang langsung makan dan banyak mengobrol tentang hal-hal random sambil menikmati makanan hingga seorang perempuan cantik berambut pirang menghampiri meja mereka.


*Anggap aja pembicaraan bahasa Inggris ya


“Permisi” Ucap gadis pirang itu


“Ya?” Tanya Divna


“Emm aku tertarik dengan mu, bisa kah kamu memberikan nomor ponsel mu?” Tanya gadis pirang itu langsung to the point