My Mafia Girl

My Mafia Girl
Balik ke Indonesia



Setelah kepergian Kevin, Nisa yang bingung maksud dari kata Garcia barusan langsung menanyakan nya. Baik, Nisa dan yang lainnya tidak tahu bahwa ada pengkhianat beberapa lalu yang berani menyelundupkan senjata rakitan mereka dan menjual nya ke mafia-mafia lain.


“Di selundupkan?” Tanya bingung Nisa


“Beberapa waktu lalu ada pengkhianat di MOTD” Jawab singkat Divna


“Terus maksud lu tadi apa Ci?” Tanya Putri


“Waktu gua berantem sama mereka, mereka ngeluarin bom rakitan milik MOTD dan gua rasa mereka dapet dari pengkhianat itu atau mungkin ada pengkhianat lain yang masih ada” Jawab Garcia


“Siksaan nya gimana ya? Gua kepo njirr” Bisik Sasa


“Gatau, yang pasti lu tahu kalo dia sadis banget” Bisik balik Aurel


“Mau gua praktekin ke kalian gimana cara gua ngasih pelajaran ke mereka?” Tanya Garcia dengan nada dingin


“Hehehe gausah Ci serius gak usah” Ucap Sasa sedikit ketakutan


“Oh ya, di antara kalian berlima selama seminggu sekali kalian harus ke rumah Garcia yang ada di Amerika.” Ucap Divna


“Why?” Tanya Selena


“Buat pastiin keadaan orang yang di jaga Garcia baik-baik aja” Jawab Divna tanpa menjelaskan dengan rinci


“Kenapa gak di bawa ke sini aja?” Tanya putri


“Di sini bahaya untuk nya” Jawab Garcia


Tanpa bertanya lebih lanjut mereka hanya mengiyakan perintah Garcia.


Sementara di London, seorang pria yang akhir-akhir sangat sibuk dengan pekerjaan nya bahkan saat ini dia harus di hadapkan dengan begitu banyak berkas yang harus dia cek. Tanpa tahu bahwa orang yang sangat dia rindukan berada di satu negara bersama nya saat ini.


“Oh shitt!! Kapan selesainya” Umpat kesal pria itu yang tak lain adalah Bryant


“I miss you baby girl” Ucap Bryant menatap sebuah foto di layar lock screen


“Aku akan selesaiin ini dengan cepat dan aku akan segera menemui mu” Ucap nya tersenyum dan menaruh kembali ponsel nya dan melanjutkan pekerjaannya


...****************...


Keesokan hari nya, Garcia, Divna, dan Kevin akan kembali terbang ke Indonesia. Saat ini mereka sudah berada di bandara internasional di inggris.


“Kita pamit pulang ya, kalian jaga diri baik-baik di sini. Jangan sering-sering pergi ke club” Ucap Kevin


“Iye bang, santai aja” Jawab Putri


“Dengerin tuhh jangan iyaiya aja” Ucap Divna menatap sinis mereka berlima


“Iyaa nona dipna, kami udah denger.” Ucap Sasa


“Yaudah kita pergi dulu” Ucap Kevin


“Safe flight” Ucap mereka berlima melambaikan tangannya


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam lama nya, akhirnya mereka sudah sampai di Indonesia. Mereka berjalan hingga akhir nya menemukan Abang-abang nya yang lain dan sahabat-sahabatnya.


“GARCIA” Teriak Rendy sambil melambaikan tangan nya agar Garcia melihat bahwa mereka ada di sana


“Sahabat lu noh” Ucap Garcia pada Divna


“Ayo kesana” Ajak Kevin


“Kalian kok di sini? Gak sekolah?” Tanya Garcia


“Kagak, kita izin buat jemput elu” Jawab Arya dan hanya di angguki oleh Garcia


“Hai bang” Sapa Garcia pada Abang-abang nya


“How are you, girl?” Tanya Ronald sambil memeluk Garcia


“I’m good”


“Gimana perjalanan mu? Seru haha?” Ucap William tertawa dan berjalan ingin memeluk Garcia namun di tahan oleh Ronald


“Dia cape, kita ke mobil sekarang” Ucap Ronald mengambil koper milik Garcia dan menggandeng tangan Garcia untuk membawa nya pergi dari sana


“Ck, dasar posesif” Decak William kesal


“Lu kayak gatau Bang Ronaldo aja” Ucap Kevin menepuk pundak William


“Udah ayo kita pergi” Sambung nya


Mereka langsung pergi menuju ke H7D dan sesampainya di sana Garcia langsung pergi membersihkan diri dan langsung tidur. Dia sangat capek dan lagian dia masih merasa cukup pusing.


“Garcia mana bang?” Tanya Arya ketika mereka semua berada di ruang santai


“Tidur kali, kasian cape dia” Jawab Kevin


“Gimana latihan kalian selama kita bertiga tinggal?” Tanya Divna


“Awal nya sih kayak berat banget soal nya gaada istirahat sama sekali tapi 3 4 harian udah mulai kebiasa sih” Jawab Arya


“Mereka cepet belajar” Jawab Ronald


“Hebat banget kalian sampe dapet pujian dari Bang Ronald, jarang-jarang dia kayak gitu” Ucap Divna


“Terimakasih bang” Ucap Arya pada Ronald namun tak mendapat jawaban


“Gua mau istirahat dulu deh, cape gua” Ucap Kevin


“Iya gua juga” Ucap Divna


“Sebaiknya kita semua istirahat” Ucap Andre dan di setujui semua nya


Lagian mereka semua juga sangat capek. Arya DKK yang harus mendapat latihan tanpa istirahat. Ronald, William, dan Andre harus menjalankan tugas mereka baik di perusahaan dan mafia. Terkadang mereka sampai lupa tidur dan terus bekerja keras.


.


.


.


Hai guys... Gimana Hari nya?


Duu maap yaa seharusnya kemarin author up tapi author ketiduran gak lupa gak nulis bab baru. Kemarin author pulang sore dan terus ketiduran pas bangun juga lupa gak nulis bab baru baru inget pas udah ganti hari lagi. Maap ya guys...