My Mafia Girl

My Mafia Girl
Piknik Day 1



Setelah selesai dengan ritual mandi nya dia langsung cepat-cepat bersiap dan turun ke bawah dengan terburu-buru.


“SARAPAN DULU” Teriak Bryant ketika melihat Garcia pergi dengan berlari


Garcia terus berlari tanpa mendengar kan teriakan Bryant, Bryant hanya berdecak dan langsung mengambil roti yang sudah di siapkan oleh nya dan menyusul Garcia dengan berlari.


“Tunggu” Ucap Bryant ketika melihat Garcia mulai memasuki mobil


“Gua udah gaada waktu lagi, udah telat ini.” Ucap Garcia yang akan menutup pintu mobil namun di tahan oleh Bryant


“Makan ini di jalan” Ucap Bryant memberikan roti nya


“Thanks” Ucap Garcia menerima roti nya dan langsung menutup pintu mobil nya


“Hati-hati” Ucap Bryant dan hanya di balas klakson oleh Garcia


Di dalam mobil Garcia memakan roti yang di berikan oleh Bryant sambil tersenyum.


“Tidak buruk” Ucap Garcia


Garcia langsung menancapkan gas nya dengan cepat menuju ke sekolah. Saat ini sudah menunjukkan pukul 9 dan kemungkinan dengan kecepatan seperti ini dia akan tiba setengah jam kemudian di sekolahan.


Di pertengahan jalan saat akan sampai di sekolah, dia lupa satu hal bahwa dia selama 3 hari kedepan akan libur dan pergi piknik bersama keluarga nya.


“OH SHITT” Ucap Garcia memukul stir dan langsung memutar arah


Saat ini dia langsung melajukan mobil nya ke rumah Louis dan Amoora tinggali. Dia langsung menancapkan gas dengan kecepatan penuh. Mereka berjanji akan piknik jam 10:00 pagi dan sekarang sudah setengah sepuluh. Dia saat ini benar-benar di kejar oleh waktu, namun seorang pembalap seperti nya hal seperti ini bisa teratasi dengan mudah.


Dia akhirnya tiba di rumah nya dan langsung memarkirkan mobil di Garasi karena mereka akan pergi menggunakan mobil milik Louis. Dia langsung turun dan masuk ke dalam rumah dan melihat Louis yang sudah siap di ruang keluarga.


“Kok kamu pakek seragam?” Tanya Louis heran


Tanpa menjawab Garcia langsung naik ke atas untuk berganti pakaian. Sejujurnya dia masih kecewa dengan sikap Louis kemarin malam.


“Maafkan kakak” Lirih Louis melihat kepergian Garcia begitu saja tanpa menyapa nya


Garcia berjalan menaiki anak tangga dan berpapasan dengan Amoora yang baru saja ingin turun.


“Loh kak? Kok pakek baju sekolah?” Tanya Amoora


“Ceritanya panjang, kakak ganti baju dulu” Jawab Garcia dan langsung pergi menuju ke kamar nya


Amoora langsung turun menemui Louis setelah mendengar jawaban oleh dari Garcia. Dia melihat Louis yang tengah melamun dan tentu nya Amoora tahu apa yang di lamunkan oleh Louis. Sebelum menghampiri kakak pertama nya dia menghela nafas kasar. Sebenarnya dia juga muak dengan sikap Louis yang seperti kemarin.


“Kak” Panggil Amoora


“Eh, kamu udah siap? Mana Garcia” Ucap Louis ketika tersadar dari lamunan nya


“Masih ganti baju” Jawab Amoora


“Kita mau piknik dimana?” Sambung Amoora bertanya


“Kakak tidak tahu, yang tahu hanya kakak mu itu.” Ucap Louis


“Besok kamu mau kemana?” Tanya Louis


“Besok ya?” Ucap Amoora sambil berfikir


“Ah, Amoora masih tidak tahu ingin kemana. Saat ini banyak sekali tempat yang ingin Amoora tuju.” Jawab Amoora yang frustasi ingin pergi kemana


“Yasudah, pikirkan nanti-nanti saja” Ucap Louis dan di angguki oleh Amoora


Tak lama, Garcia turun dengan pakaian santai nya. Dia berjalan menghampiri Louis dan Amoora yang duduk di ruang keluarga menunggu nya.


“Maaf lama” Ucap Garcia


“Tidak apa, ayo pergi” Ucap Louis beranjak dari duduk nya


“Pakai mobil mu, gua bawa mobil sport” Ucap Garcia


“Oke” Jawab Louis


“Kak, kita mau piknik dimana?” Tanya Amoora yang berjalan di samping Garcia


“Nanti kamu juga tahu” Jawab Garcia


“Ihh kok gitu sih” Ucap Amoora yang cemberut


Garcia menoleh ke arah Amoora yang sedang cemberut dan tersenyum tipis.


“Kamu pasti suka tempat nya” Ucap Garcia mengelus rambut Amoora


“Pasti, selara kakak sangat bagus” Ucap Amoora tersenyum senang


Louis yang mendengar percakapan antara mereka membuat hati nya merasa senang sekaligus sakit. Pasal nya Louis juga ingin bercengkrama dengan nada santai bersama Garcia namun sikap dingin Garcia membuat nya tak bisa berkata-kata. Namun, di sisi lain dia merasa senang karena Garcia bisa bersikap hangat pada adik mereka.


Louis berharap rencana berlibur mereka selama 3 hari ini bisa mendekatkan nya pada Garcia dan lebih membuat sikap dingin Garcia menjadi berkurang


“Biar gua yang nyetir” Ucap Garcia


“Nggak, kakak aja. Kamu jadi penunjuk jalan saja” Ucap Louis


Tanpa menjawab Garcia langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di samping kursi pengemudi sedangkan Amoora dia duduk di belakang. Setelah memasukkan semua barang Louis langsung masuk ke dalam mobil dan menancapkan gas nya pergi dari rumah.


.


.


.


Hai guys... Gimana hari nya?


Wahh akhir-akhir ini di tempat author sering ujan di tempat kalian sama gak?. Biasanya ujan-ujan gini paling enak kalo rebahan di kamar sambil baca novel di tambah ada cemilan nya behh enak banget itu hahah.