My Mafia Girl

My Mafia Girl
Malu



Sementara di lantai bawah tepat nya di dapur beberapa orang sedang mengobrol tentang apa yang mereka lihat kemarin.


“Kamu gak boong mang?” Tanya bibi pembantu


“Nggak bi, kemarin saya liat sendiri tuan gendong seorang gadis masuk ke rumah” Ucap Mamang kebun


“Saya juga liat bi, waktu kemarin mau ngambil minum ke dapur. Tuan gendong cewe ke atas” Ucap bibi 2


“Ini pertama kali nya tuan bawa seorang gadis masuk ke rumah” Ucap bibi pembantu 1 yang tersenyum senang


“Iya atuhh saya juga ikutan seneng” Ucap bibi pembantu 2


“Kalian sedang apa?” Tanya Bryant yang tiba-tiba datang membuat ketiga orang itu kaget


“Maaf tuan” Ucap Mereka bertiga


“Kembali bekerja” Ucap Bryant dengan nada dingin


“Si-siap tuan” Ucap bibi pembantu 2 dan mamang kebun


“Makanan nya udah siap bi?” Tanya Bryant


“Sudah tuan, tinggal nata ke meja makan” Jawab bibi pembantu 1


“Yasudah kalo gitu segara di tata, saya naik dulu” Ucap Bryant


“Baik tuan” Ucap Bibi pembantu 1


Bryant menaiki tangga menuju ke kamar nya namun saat sampai di dalam kamar dia tidak melihat Garcia sama sekali. Dia duduk di sofa dan menaruh sebuah paper bag di atas meja.


Tak lama kemudian Garcia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe. Garcia sangat kaget melihat Bryant yang tengah duduk di sofa kamar nya.


Sejujurnya sejak kejadian kemarin Garcia sedikit tidak berani menatap wajah Bryant.


“Ada apa? Kenapa malingin wajah kayak gitu” Tanya Bryant


“Gak ada” Jawab Garcia yang kemudia duduk di pinggir ranjang


“Apa itu” Tanya Garcia ketika melihat sebuah paperbag di atas meja


“Seragam sekolah mu” Jawab Bryant


Garcia langsung beranjak dari duduk nya dan mengambil paperbag itu lalu masuk ke dalam ruang ganti.


“Terimakasih” Ucap Garcia sebelum masuk ke dalam ruang ganti


Di dalam ruang ganti wajah Garcia berubah menjadi merah ketika melihat Bryant juga membelikan pakaian dalam untuk nya.


“Siall! Malu banget gua.” Ucap Garcia


Garcia langsung mengganti pakaian nya dan langsung keluar ketika sudah selesai.


“Apakah pas?” Tanya Bryant yang langsung membuat wajah Garcia memerah


“Mesum? Mesum apa? Kan gua tanya baju nya pas atau gak” Ucap Bryant bingung sesaat dia langsung sadar apa yang di maksud oleh Garcia dan langsung menyusul nya keluar


“Kenapa wajah mu memerah tadi” Tanya Bryant yang sedang menggoda Garcia


“Diam!” Ucap Garcia


“HAHAHA ternyata aku gak salah pilih terlihat sekali kalo sangat pas” Ucap Bryant


Garcia yang mendengar nya pun langsung menutup mulut Bryant dengan wajah nya yang sudah semerah tomat karena malu.


“Sekali lagi kamu ngomong aku sobek mulut mu” Ucap Garcia memperingati Bryant


Bryant hanya mengangguk kan kepala agar Garcia cepat melepaskan bungkamannya. Melihat Bryant sudah mengerti Garcia langsung melepaskan bungkaman nya.


“Yang aku maksud itu seragam mu, kamu mikir apa sih” Bisik Bryant lalu mendahului jalan Garcia turun ke tangga


Mendengar ucapan Bryant membuat wajah Garcia semakin memerah. Padahal yang Bryant maksud hanya seragam nya tapi yang dia pikirkan. Tapi, dia juga tidak salah karena pakaian dalam itu juga siapapun juga pasti berfikir sama dengan nya ketika Bryant mengatakan hal seperti itu.


“BRYANT GILAA” Teriak Garcia kesal dan langsung mengejar Bryant


“HAHAHA AMPUN TUAN PUTRI” Teriak Bryant yang langsung berlari menghindar


“SINI KAMU” Teriak Garcia yang tetap mengejar Bryant


Sementara di bawah tangga ada beberapa orang yang melihat interaksi mereka yang begitu dekat dan membuat mereka sangat senang.


“Ini pertama kali nya saya melihat tuan muda tertawa” Ucap Bibi pembantu 1


“Sama bi” Ucap Bibi pembantu 2


“Mereka sangat cocok sekali, nona juga sangat cantik” Ucap Mamang kebun


“Iya benar, nyonya besar pasti sangat senang jika mendengar kabar ini” Ucap Bibi pembantu 2


“Sudah-sudah ayoo bubar nanti ketahuan lagi kayak tadi” Ucap Bibi pembantu 1 dan di setujui oleh yang lainnya


“Aduh aduh maaf haha” Ucap Bryant ketika dada nya terus di pukul oleh Garcia


Garcia tidak memperdulikan ucapan Bryant dan terus memukul untuk melampiaskan rasa malu nya. Melihat Garcia terus memukul membuat Bryant menangkap tangan Garcia dan menarik nya membuat jarak keduanya sangat dekat. Dengan jarak seperti ini membuat Garcia teringat kejadian semalam dan lagi-lagi wajah nya mulai memerah.


“Maaf ya” Ucap Bryant mengelus pipi Garcia dengan lembut


Garcia hanya diam menatap Bryant tanpa ingin menjawabnya sama sekali. Mereka berdua saling diam dan saling menatap. Bryant mulai mendekat kan wajah nya dan membuat Garcia memejamkan matanya melihat itu Bryant tersenyum tipis dan mencium dahi Garcia.


.


.


Hai guys, Gimana hari ini?


Hari ini hari yang spesial buat author dan makasih buat yang udah boom like itu termasuk hadiah yang berarti buat author. Makasih juga buat readers baru atau pun readers lama yang udah dukung author sampai saat ini. Kalian berarti banget buat author. Author up 3 bab ini adalah hadiah buat kalian dari author. Semoga kedepannya bakal lebih baik lagi. Terima kasih guys...