
“Lu mau ngajarin gua ngelukis?” Tanya Garcia
“B-boleh, ayo” Ucap Raka sedikit gugup lalu berbalik menyiapkan barang-barang yang di butuhkan
“Sini” Ucap Raka
“Mau ngelukis apa?” Tanya Raka
“Laut malam terus ada bulannya” Jawab Garcia
“Oke, ayo kita mulai” Ucap Raka
Mereka mulai melukis laut, Raka dengan perlahan mengajari Garcia melukis dan dengan otak cerdas Garcia dia mulai paham dengan beberapa penjelasan Raka tentang warna agar lebih hidup di gambar nya. Cukup lama lukisan Garcia hampir jadi dia sangat senang melihat hasil lukisan nya yang meskipun belum 100% selesai tapi sudah menunjukkan keberhasilan nya dalam melukis.
“Aku tinggal keluar bentar bentar ya, gapapa kan?” Ucap Raka
“Iya, lagian udah mau selesai” Ucap Garcia
Raka pin mengangguk dan pergi meninggalkan Garcia keluar. Setelah beberapa menit Raka kembali dengan 2 gelas Matcha latte. Saat Raka kembali dia melihat Garcia yang sudah selesai dengan lukisannya dan sedang mengagumi lukisannya sendiri.
“Udah selesai nih” Ucap Raka
“Cepet sini, liat deh bagus kan?” Ucap Garcia yang senang dan bangga melihat hasil lukisannya
Raka tersenyum menghampiri Garcia dan duduk di samping Garcia dia sangat senang melihat sisi Garcia yang tak pernah dia lihat selama dia mengenal nya. Melihat senyum dan ekspresi bahagia di wajah Garcia tentunya membuat Raka juga merasakan kesenangan.
“Iya bagus, hebat juga lu” Ucap Raka menaruh minuman itu di meja dan melihat hasil lukisan Garcia dengan teliti
"Udah biasa sih" Ucap Garcia dengan sombong nya dan membuat Raka tertawa melihatnya
“Minum dulu” Ucap Raka memberikan segelas minuman itu pada Garcia
“Matcha?” Tanya Garcia ketika mengambil gelas yang di berikan Raka
“Iya, gak suka?” Tanya Raka
“Suka banget, thanks ya” Ucap Garcia lalu meminumnya
Setelah melihat Garcia menghabiskan setengahnya Raka mengajak Garcia untuk membuat sebuah gambaran baru.
“Mau ngelukis tangan?” Tanya Raka
“Maksudnya gambar tangan?” Tanya Garcia
“Bukan, sini deh” Ucap Raka menarik tangan Garcia
Raka membawa Garcia berdiri dan menyuruh nya duduk di hadapan kanvas lainnya.
“Sini tangan mu” Ucap Raka
“Buat?” Tanya Garcia
“Udah sini” Ucap Raka menarik tangan Garcia
Raka mulai memberikan cat di tangan Garcia secara menyeluruh. Garcia yang merasa bingung dan juga kesal karena Raka mencoreti tangannya.
“Udah diem aja” Ucap Raka
“Nah selesai” Ucap Raka ketika telapak tangan Garcia penuh dengan cat gold
“Sekarang tempelin tanganmu di kanvas” Ucap Raka
“Di sini?” Tanya Garcia
“Iya” Jawab Raka
Garcia langsung menempel tangannya di kanvas berwarna hitam itu. Raka membantu Garcia dengan sedikit menekankan tangan Garcia agar semua cat nya tertempel.
“Nahh sekarang giliran gua” Ucap Raka dan mulai mewarnai telapak tangannya sendiri dengan warna buah peach
Lalu Raka menempelkan tangan nya tepat di sebelah cap tangan Garcia.
“Bagus kan?” Tanya Raka
“Bagus, tapi ada yang kurang. Kamu ada spidol?” Tanya Garcia
“Ada, disitu” Ucap Raka menunjuk sebuah meja yang di gunakan oleh Garcia melukis tadi
Garcia langsung beranjak dan mengambil spidol berwarna putih dan kembali lagi ke Raka.
“Harus ada inisial nama gua dong” Ucap Garcia dan menuliskan inisial Z yang berarti Zifanya
“Nah gini kan keren” Ucap Garcia setelah menuliskan inisialnya
“Dih gak adil, ada tangan gua juga di situ jadi harus ada inisial nama gua juga” Ucap Raka merebut spidol nya dan menggandeng kan hurufnya dengan Garcia
“Malah jadi kayak tanda tangan kalo gitu Rak” Protes Garcia
“Gapapa, bagus” Ucap Raka
“Tambahin tanggal juga nih” Ucap Raka memberikan kembali spidolnya pada Garcia
Garcia menerima nya dan menuliskan tanggal hari ini mereka membuatnya.
“Wahh tanggal cantik, kayak yang nulis” Ucap Raka dan mendapatkan eye roll dari Garcia
"Basi" Ucap Garcia
"Hahaha, ayoo di pajang lukisan yang ini" Ucap Raka
"Kalo lukisan mu yang tadi lu bawa pulang aja biar ada kenangan dari sini" Sambung Raka dan mendapat anggukan dari Garcia
.
.
Hai, hari ini hari kedua puasa ya? dan hari ini juga puasa kedua kita bareng hehe. Gak nyangka ternyata udah sejauh ini. Semangat puasa nya ya...