My Mafia Girl

My Mafia Girl
Bawah alam sadar



Di bawah alam sadar Garcia dia sedang berada di sebuah halaman belakang rumah. Dia melihat seorang gadis kecil yang berlari-lari dengan gembira.


“I-itu aku?” Ucap Garcia ketika melihat anak kecil itu terus berlari-lari sambil membawa boneka teddy kecil di pelukannya


“Mommy... Mommy” Teriak Gadis itu berlari ke arah Mommy dan dan Daddy nya


“Hi, princess” Ucap Mommy nya berjongkok menyetarakan tinggi anak nya


“Mommy? Daddy?” Ucap Garcia dewasa dengan mata berkaca-kaca


“Princess nya Daddy, apa kamu tahu kalo kakak Ayen mu akan datang hari ini?” Tanya Daddy Mario yang menggendong Garcia kecil


“Kakak Ayen akan datang? Yeyyyyyy” Ucap Garcia kecil berteriak kesenangan


“Lihatlah Dad dia bersorak kesenangan ketika mendengar Bryant akan datang” Ucap Louis yang tiba-tiba muncul


“Wlee!! Kakak Ayen tuhh gantengg tau! Gak kayak kakak, jelek.” Ucap Garcia kecil mengejek Louis


“Cihh... Jelek katamu? Itu berarti kamu saja menghina gen dari Mommy dan Daddy” Ucap Louis


“Kakak ku yang paling jelek, dengerin ya.. “ Ucap Garcia kecil sambil minta di turunkan dari gendongan


“Mommy dan Daddy itu cantik dan ganteng. Aku sebagai anak mereka tentu nya juga cantikk tapi kenapa kamu jelek? Atau jangan-jangan kamu produk yang gagal?” Ucap Garcia kecil mengejek Louis dan membuat Louis merasa sangat kesal


Mendengar pernyataan dari Garcia membuat Mommy dan Daddy tertawa. Terkadang kedua bocah ini sangat lengket dan tidak bisa di pisahkan dan terkadang juga suka berantem mengejek satu sama lain.


“MOMMY.... DADDY....” Adu Louis


“Sayang.. kamu gaboleh ngomong gituu yaa sama kakak mu. Kalian itu sodara.” Ucap Mommy Laura memberikan pengertian


“Maaf Mom” Ucap Garcia kecil


“Minta maaf sama kakak mu sana” Ucap Daddy Mario


“Maaf kak” Ucap Garcia kecil memeluk kakak nya


Setiap Garcia meminta maaf dan memeluk Louis, Louis akan cepat luluh dan tentunya cepat memaafkan Garcia.


“Iya kakak maafin” Ucap Louis memeluk Garcia


“Tapi kakak emang jelek” Ucap Garcia setelah melepas kan pelukan


“Huft.. Terserah kamu lah” Ucap Louis menghela nafas kasar


Melihat kedekatan itu membuat Garcia menangis sambil tertawa. Salah satu momen ini telah hilang dalam ingatan nya dan kembali lagi saat ini.


“Hahaha jelek” Ucap Garcia dewasa menghapus air mata nya


“GARCIAAAAAA” Teriak seorang bocah laki-laki dari arah dalam rumah


Mendengar suara itu membuat Garcia dewasa menoleh kebelakang dan melihat siapa yang datang.


“Apa itu Bryant?” Tanya Garcia Dewasa


“Kakak Ayennnn” Ucap Garcia kecil yang langsung berlari menghampiri Bryant dan memeluknya


“Hahahaha apa kamu merindukan aku?” Tanya Bryant kecil


“Tentu saja” Ucap Garcia kecil


“Ayoo mainn” Ucap Garcia kecil yang langsung menarik Bryant


“Astaga mereka itu” Ucap Mommy Anggi


“Ya, bagaimana kalo kita jodoh kan? Aku akan sangat senang berbesanan dengan mu Laura” Ucap Mommy Anggi yang bersemangat


“Aku tidak akan menolak, lagian Bryant juga bisa menjaga putri ku dengan baik” Ucap Mommy Laura menatap kedua bocah yang sedang bermain itu


“Mereka masih kecil Mom” Ucap Daddy Mario


“Kita bicarakan lagi setelah mereka dewasa haha” Ucap Daddy Dimitri


“Kita Cuma bisa merencanakan, keputusan nya ada pada mereka” Ucap Daddy Mario


“Ya, kau benar” Ucap Daddy Dimitri dan di setujui oleh para Mommy


“Boy, kamu gak ikut main?” Tanya Daddy Mario


“Tidak Dad” Jawab Louis


“Yasudah, Ayo kita mengobrol di dalam saja” Ucap Daddy Mario


“Jadi aku dan Bryant di jodohkan” Ucap Garcia dewasa


Ketika para orang tua sudah pergi masuk ke dalam, kini hanya tersisa Bryant dan Garcia yang ada di halaman belakang.


“Apa perjalanan kakak seru?” Tanya Garcia kecil


“Tidak, sangat membosankan” Jawab Bryant


“Kenapa?” Tanya Garcia


“Karena tidak ada kamu” Jawab Bryant


“Astagaa... Menggelikan sekali” Ucap Garcia dewasa terkekeh mendengar ucapan Bryant


“Hahaha aku tahu itu” Ucap Garcia kecil sambil tertawa


“Kak, apa aku boleh bertanya?” Tanya Garcia kecil


“Tentu” Jawab Bryant


“Apa kakak menyukai ku?” Tanya Garcia kecil


“Tentu saja, aku sangat-sangat menyukaimu” Jawab Bryant


“Jika seperti itu bagaimana saat dewasa kita menikah saja? Kakak kan sangat kesepian jika tidak ada aku begitupun sebaliknya. Dan yang paling penting kakak menyukai ku” Ucap Garcia kecil dengan polos nya


“HAH? APA-APAAN INI! KENAPA DULU GUA BISA NGOMONG KAYAK GINI” Ucap Garcia yang kagett dengan pernyataan nya sendiri


“Setuju?” Tanya Garcia mengulurkan tangannya


“Setuju. Aku akan menikahi mu saat dewasa nanti” Ucap Bryant menjabat tangan Garcia


“Oke, ayoo lanjut main” Ucap Garcia kecil


.


.


Hai.. Gimana Hari Ini?


Sebentar lagi tahun baru nihh.. kalian ada rencana mau kemana liburan kali ini? Ke luar kota? Luar negeri? Di dalam kota aja atau di rumah aja?