My Mafia Girl

My Mafia Girl
Belanja



Sesampainya di sana mereka memutuskan mampir ke restoran yang menyajikan pemandangan indah air terjun Staubbach.



Malam hari nya mereka pergi ke Bahnhofstrasse, Bahnhofstrasse adalah jalan pusat kota utama Zurich dan salah satu tempat pembelanjaan termahal dan ekslusif di dunia.



Mereka semua berbelanja dengan sesuka hati mereka dan menghabiskan uang mereka. Mereka berbelanja secara terpisah dan berencana akan kumpul kembali di tengah-tengah.


“Ihh Ciaaaa liat deh sepatu nya lucuu” Ucap Divna yang melihat sepatu high heels


“Beli” Ucap Garcia


“Okay, kita couple ya” Ucap Divna


Divna langsung memanggil pelayan toko untuk menyiapkan 2 pasang heels yang di lihat nya.


“Ayo pindah toko lain” Ucap Divna menganggedeng Garcia setelah mendapat sepatu mereka


Dengan tangan yang penuh tas belanjaan mereka, mereka dengan sangat senang pindah ke toko yang ntah sudah ke berapa tanpa kenal lelah sama sekali.


Saat ini mereka mampir ke toko jaket, di sana mereka bertemu dengan para lelaki yang tengah memilih jaket.


“Yooo guys..” Sapa Divna


“Kalian. Mau beli jaket juga?” Tanya Roy


“Nggak sih, kita mau beli sendal” Ucap Divna dengan sinis nya


“Hahaha, ini kan toko jaket cowo. Ngapain di sini” Ucap Roy


“Mau beliin cowo gua lah” Ucap Divna


Setelah memilih beberapa jaket akhirnya mereka berdua membeli beberapa jaket yang sempat dia lihat nya. Karena kedua tangan mereka nyaris penuh barang belanjaan. Mereka berdua menyuruh para anak laki-laki membawa barang belanjaan mereka yang memang para laki-laki hanya membawa 1/2 tas belanja mereka.


Setelah semua barang terbeli dan mereka sudah hampir memutari seluruh tempat. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke hotel mereka dan beristirahat. Besok pagi mereka harus terbang kembali ke Indonesia.


Saat akan kembali ke mobil mata Garcia menangkap sebuah toko yang menyediakan barang-barang laki-laki. Matanya tertarik pada sebuah jam yang di pajang di dalam toko tersebut.


“Tunggu bentar ya” Ucap Garcia lalu masuk ke dalam toko itu


“Oh tentu saja, pilihan yang bagus nona. Jam ini hanya ada satu di toko kami. Kami sengaja membuat nya dengan desain khusus” Ucap pegawai itu mengambil jam yang tengah di pajang


Garcia hanya menanggapi dengan senyuman ucapan dari pegawai itu.


“Sekalian dasi ini dan tolong sendiri kan” Ucap Garcia mengambil sebuah dasi berwarna abu-abu


"Baik"


“Apa ini untuk pacar anda? Pacar anda pasti akan sangat senang menerimanya” Ucap Pegawai itu memberikan bingkisan jam dan dasi pada Garcia


“Terimakasih” Ucap Garcia tersenyum


Setelah mendapat kan apa yang dia mau dia langsung menyusul teman-teman nya yang tengah menunggu nya.


“Buat siapa tuh?” Tanya Divna


“Buat kak Louis” Ucap Garcia


“Ohh”


Mereka langsung kembali ke hotel mereka dengan barang belanjaan yang sudah sangat penuh. Keesokan harinya mereka tengah bersiap untuk pergi ke bandara. Mereka langsung mengudara menuju ke Indonesia.


Siang hari di Indonesia, seorang pria tengah bermalas-malasan selama beberapa hari terakhir ini hingga membuat Asisten nya memiliki banyak pekerjaan selama dia bermalas-malasan.


“Woyy kerja dong” Ucap Samuel yang melihat Bryant duduk di kursi kebesaran nya menatap ke luar jendela dan menaruh tumpukan dokumen di meja Bryant


“Sam, mereka kapan pulang sih?” Tanya Bryant membalikkan kurai nya dan menatap Samuel


“Udah terbang balik mereka dan mending lu kerja dulu sekarang” Ucap Samuel sambil menepuk-nepuk tumpukan dokumen itu


Dengan lemas Bryant mengambil sebuah dokumen dan membacanya.


“Bagus, gua tinggal dulu gua juga ada kerjaan. Semangat honey” Ucap Samuel sambil menoel dagu Bryant laku berlari kabur keluar dari ruangan sambil tertawa sebelum mendengar teriakkan Bryant


“SAMMM” Teriak Bryant


Di luar ruangan Samuel terkekeh mendengar teriakkan Bryant. Di dalam Bryant begidik ngeri dan mengusap kasar dagu nya. Dia mengambil ponsel nya dan melihat chat nya pada Garcia yang sama sekali tidak balas.


Setelah mengudara dengan waktu yang sangat lama akhirnya mereka bertujuh sampai di Indonesia. Mereka bertuju sekarang sudah di sambut oleh para anggota inti yang menunggu kedatangan mereka bertujuh. Sebenarnya yang di tunggu adalah barang belanjaan mereka.